Berita Alor
Banjir di Desa Maritaing Alor, Kades Harapkan Dana Emergency Pemda
Tahun kemarin sudah dilakukan normalisasi oleh Dinas PUPR menggunakan dana emergency Pemerintah Daerah
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Else Nago
POS-KUPANG, KALABAHI - Hujan deras mengguyur Desa Maritaing, Kecamatan Alor Timur, Kabupaten Alor pada Minggu, 8 Januari 2023. Hujan ini mengakibatkan banjir di daerah yang berjarak 500 m dari pemukiman warga.
Kepala Desa Maritaing, Marianus Yupiter Mautorin mengharapkan adanya dana emergency dari Pemerintah Kabupaten Alor.
Dihubungi via telepon, Marianus menyampaikan bahwa sekitar pukul 09.00 WITA hingga pukul 14.00 WITA hujan mengguyur deras di Desa Maritaing.
Baca juga: Polres Alor Tindaklanjuti Dugaan Penganiayaan Terhadap Enny Anggrek
"Jam 9.00 pagi terjadi hujan deras sampai jam 13.00 WITA. Kemudian hujan agak reda. Lalu hujan susulan deras lagi sampai satu jam, dari pukul 13.00 WITA - 14.00 WITA," ujar Marianus.
Menurut Marianus hujan susulan mengakibatkan volume air naik, dan terjadi banjir di wilayahnya. Dia (Marianus-red) juga menjelaskan bahwa di tahun 2022, Dinas PUPR telah menormalisasi lokasi banjir dengan memasang kawat bronjong.
"Tahun kemarin sudah dilakukan normalisasi oleh Dinas PUPR menggunakan dana emergency Pemerintah Daerah (Pemda) Alor. Memang pemasangan kawat bronjong saja tidak dilakukan penembokan normal," katanya.
Hal ini mengakibatkan beberapa titik rawan banjir tidak dikeruk dengan baik, sehingga saat hujan deras kerukan menjadi jebol. Marianus khawatir banjir akan memasuki pemukiman warga.
Baca juga: Video Viral, Sidang Paripurna Pemberhentian Enny Anggrek dari Ketua DPRD Alor Ricuh
"Untuk sementara banjir belum masuk pemukiman karena ini masih awal Januari. ada kemungkinan banjir susulan, dan jebolnya tambah besar bisa masuk ke pemukiman warga seperti tahun kemarin. Tahun kemarin terjadi banjir bandang. Memang tidak ada korban jiwa tetapi ada kerugian materil seperti barang dan hewan masyarakat yang terbawa banjir," pukasnya.
Menindaklanjuti hal ini, Marianus segera menghubungi BPBD Kabupaten Alor.
"Kemarin saat sosialisasi dan mitigasi bencana BPBD di desa, sudah dibagikan kontak yang bisa dihubungi kalau ada bencana, baik banjir maupun angin. Saya segera lapor cepat ke BPBD karena bronjong yang mereka pasang, diantaranya hampir dua tiga meter sudah jatuh," ujarnya.
Meskipun tidak ada korban jiwa, karena pemukiman berjarak 500 meter dari lokasi banjir. Namun Marianus tetap menghimbau penduduk, Kepala Dusun, RT dan RW terdekat di lokasi banjir agar waspada.
"Belum ada himbauan ke masyarakat umum, tapi saya sudah konfirmasi ke RT, RW, Kepala Dusun, dan warga yang dekat dengan lokasi agar mereka selalu siap siaga dan berjaga. Terutama saat hujan deras di malam hari," sambungnya.
Marianus berharap, BNPB bisa segera mengambil langkah memperbaiki titik rawan banjir dengan dana emergency Pemda.
"Diharapkan BPBD bisa melapor, agar kami mendapat bantuan emergency. Karena bulan pertama, kedua, ketiga, ini kami dana desanya belum cair. Kami harapkan dana emergency BPBD agar titik rawan banjir bisa dinormalisasi oleh BPBD, karena kalau tidak secepatnya bisa terjadi luapan banjir ke pemukiman warga," harapnya.
Update Cuaca NTT Hari Ini, BMKG:Flores Timur,Lembata dan Alor,Waspada Hujan Petir dan Angin Kencang |
![]() |
---|
Respon Pencabutan Kebijakan PPKM, Kadis Pendidikan Alor Berlakukan Sekolah Tatap Muka |
![]() |
---|
Lantik 50 Kepala Sekolah, Kadis Dikbud Kabupaten Alor Himbau Kepsek Jangan Sering ke Kalabahi |
![]() |
---|
Kontroversi Sidang Paripurna DPRD Alor, Ini Klarifikasi Sulaiman Singhs |
![]() |
---|
Polres Alor Tindaklanjuti Dugaan Penganiayaan Terhadap Enny Anggrek |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.