Berita Alor

Banjir di Desa Maritaing Alor, Kades Harapkan Dana Emergency Pemda

Tahun kemarin sudah dilakukan normalisasi oleh Dinas PUPR menggunakan dana emergency Pemerintah Daerah

Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/MARIANUS MAUTORIN
BANJIR -Kades Maritaning, Marianus Mautorin sedang melaporkan bencana banjir di lokasi banjir di Desa Maritaing, Kecamatan Alor Timur, Kabupaten Alor, Minggu, 9 Januari 2023. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Else Nago

POS-KUPANG, KALABAHI - Hujan deras mengguyur Desa Maritaing, Kecamatan Alor Timur, Kabupaten Alor pada Minggu, 8 Januari 2023. Hujan ini mengakibatkan banjir di daerah yang berjarak 500 m dari pemukiman warga.

Kepala Desa Maritaing, Marianus Yupiter Mautorin mengharapkan adanya dana emergency dari Pemerintah Kabupaten Alor.

Dihubungi via telepon, Marianus menyampaikan bahwa sekitar pukul 09.00 WITA hingga pukul 14.00 WITA hujan mengguyur deras di Desa Maritaing.

Baca juga: Polres Alor Tindaklanjuti Dugaan Penganiayaan Terhadap Enny Anggrek

"Jam 9.00 pagi terjadi hujan deras sampai jam 13.00 WITA. Kemudian hujan agak reda. Lalu hujan susulan deras lagi sampai satu jam, dari pukul 13.00 WITA - 14.00 WITA," ujar Marianus.

Menurut Marianus hujan susulan mengakibatkan volume air naik, dan terjadi banjir di wilayahnya. Dia (Marianus-red) juga menjelaskan bahwa di tahun 2022, Dinas PUPR telah menormalisasi lokasi banjir dengan memasang kawat bronjong. 

"Tahun kemarin sudah dilakukan normalisasi oleh Dinas PUPR menggunakan dana emergency Pemerintah Daerah (Pemda) Alor. Memang pemasangan kawat bronjong saja tidak dilakukan penembokan normal," katanya. 

Hal ini mengakibatkan beberapa titik rawan banjir tidak dikeruk dengan baik, sehingga saat hujan deras kerukan menjadi jebol. Marianus khawatir banjir akan memasuki pemukiman warga.

Baca juga: Video Viral, Sidang Paripurna Pemberhentian Enny Anggrek dari Ketua DPRD Alor Ricuh

"Untuk sementara banjir belum masuk pemukiman karena ini masih awal Januari. ada kemungkinan banjir susulan, dan jebolnya tambah besar bisa masuk ke pemukiman warga seperti tahun kemarin. Tahun kemarin terjadi banjir bandang. Memang tidak ada korban jiwa tetapi ada kerugian materil seperti barang dan hewan masyarakat yang terbawa banjir," pukasnya.

Menindaklanjuti hal ini, Marianus segera menghubungi BPBD Kabupaten Alor.

"Kemarin saat sosialisasi dan mitigasi bencana BPBD di desa, sudah dibagikan kontak yang bisa dihubungi kalau ada bencana, baik banjir maupun angin. Saya segera lapor cepat ke BPBD karena bronjong yang mereka pasang, diantaranya hampir dua tiga meter sudah jatuh," ujarnya.

Meskipun tidak ada korban jiwa, karena pemukiman berjarak 500 meter dari lokasi banjir. Namun Marianus tetap menghimbau penduduk, Kepala Dusun, RT dan RW terdekat di lokasi banjir agar waspada.

"Belum ada himbauan ke masyarakat umum, tapi saya sudah konfirmasi ke RT, RW, Kepala Dusun, dan warga yang dekat dengan lokasi agar mereka selalu siap siaga dan berjaga. Terutama saat hujan deras di malam hari," sambungnya.

Marianus berharap, BNPB  bisa segera mengambil langkah memperbaiki titik rawan banjir dengan dana emergency Pemda.

"Diharapkan BPBD bisa melapor, agar kami mendapat bantuan emergency. Karena bulan pertama, kedua, ketiga, ini kami dana desanya belum cair. Kami harapkan dana emergency BPBD agar titik rawan banjir bisa dinormalisasi oleh BPBD, karena kalau tidak secepatnya bisa terjadi luapan banjir ke pemukiman warga," harapnya.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved