Berita Nagekeo
Musibah Kebakaran Bengkel Keluarga Masje di Nagekeo
memberanikan diri membuka usaha perbengkelan Kayu di Desa Marapokot, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo
Karena itu, Heru kemudian menyampaikan keberatannya melalui pemberitaan media massa atas terhentinya laporan itu.
Puncaknya yakni pada Kamis, 5 Januari 2023, Heru kembali dihubungi untuk menghadap Kasat Reskrim Polres Nagekeo guna memberikan klarifikasi terhadap isi pemberitaan tersebut.
Diluar dugaan semua orang, pada Kamis, 5 Januari 2023 dini hari, sekira pukul 03:00 Wita, Serda Wilhelmus Abtule Sadhu, anggota TNI di Koramil 1625 - 05 Aesesa yang rumahnya berdekatan dengan Bengkel Kayu CV Riani bersama istrinya berteriak histeris setelah setelah melihat adanya kobaran api dari dinding bangunan bengkel Heru, disisi bagian barat.
Kobaran api sempat merambat hingga mencapai atap bangunan namun beruntung, teriakan Serda Wilhelmus dan istrinya berhasil membangunkan Keluarga Heru dan Karyawannya yang tengah lelap tertidur yang kemudian menyemprotkan air dari mesin pengisap air sumur.
Meski Heru tak mau menduga - duga tetang adanya unsur kesengajaan dari pihak yang tidak bertanggung jawab namun Heru tetap merasa janggal atas insiden kebakaran bengkelnya itu.
"Saya melihat dititik terbakar itu, tidak ada sesuatu yang dapat memicu sumber api. Kabel listrik tidak ada, mesin tidak ada, serbuk kayu juga tidak ada. Tapi saya tidak mau menduga orang lain, hanya merasa janggal saja," ujar Heru.
Lebih lanjut, terkait kebakaran itu, Heru memilih tak mempermasalahkan karena kebakaran itu tak berakibat fatal pada bengkelnya.
Untuk mengantisipasi hal - hal buruk kembali terjadi, Heru kemudian mengundang 4 orang adiknya dari Bengkel UD Dewi Anjani untuk membantu menjaga keamanan malam di bengkelnya tersebut.
Naasnya, setelah 4 orang karyawan dari UD Dewi Anjani itu menuju dan bermalam di bengkel kayu milik Heru, musibah kebakaran hebat justru terjadi di Bengkel Kayu UD Dewi Anjani, milik ayahnya.
Kebakaran hebat di bengkel kayu UD Dewi Anjani menyebabkan seluruh isi bengkel dan rumah Masje ludes terlalap api.
Bahkan, kendaraan pemadam kebakaran milik Satpol PP dan Damkar Nagekeo yang tiba di lokasi kebakaran beberapa saat setelah menerima laporan pun tak mampu menghentikan kobaran api.
Namun, lagi - lagi, Masje pemilik bengkel UD Dewi Anjani tak mau terburu-buru menuduh adanya unsur kesengajaan dari pihak yang tidak bertanggung jawab.
"Saya punya dugaan tu tidak ada Pak dalam arti kami tu tidak berani menduga - duga tanpa bukti yang saya lihat sendiri. Bahwa kami katakan murni kebakaran karena kami tidak lihat orang," ujar Masje.
Masje hanya memastikan bahwa sebelum insiden kebakaran, pada malam hari sebelum dirinya tidur, dia menyempatkan waktu untuk merapikan alat kerja bengkel termasuk mencabut semua colokan listrik.
Hingga berita ini diterbitkan, Pihak Kepolisian Resort Nagekeo belum merilis hasil penyelidikan Polisi terkait temuan awal penyebab kebakaran.(*)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/petugas-pemadamam-kebakaran-dari-satpol-pp-dan-damkar-nagekeo.jpg)