Berita Kota Kupang
SMAN 6 Kupang Budidaya Ratusan Tanaman Sereh
Sekolah Menengah Atas Negeri atau SMAN 6 Kupang membudidayakan sekitar 300-an tananam sereh di taman sekolah setempat.
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Elisabeth Eklesia Mei
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Sekolah Menengah Atas Negeri atau SMAN 6 Kupang membudidayakan sekitar 300-an tananam sereh di taman sekolah setempat.
Hal ini disampaikan salah satu guru Kimia Marselinus Tika, S.Pd saat ditemui POS-KUPANG.COM, Kamis 5 Januari 2022.
Menurut Marselinus, SMAN 6 Kupang sudah melakukan budidaya dan pengolahan sereh di pekarangan atau taman sekolah.
"Semester lalu kami lakukan budidaya dan semester ini untuk pengolahannya. Untuk budidaya itu, sudah hampir 300-an pohon sudah ada di Lingkungan Sekolah. Di semester baru ini, kami mewajibkan siswa membawa sereh untuk menanam di Sekolah," kata Marselinus.
Dia mengatakan, rempah sereh merupakan rempah khusus yang dikembangkan atau dibudidayakan di SMAN 6 Kupang.
Baca juga: Kepoin Moms, Tak Sekedar Bumbu Dapur Ada 5 Manfaat Lain dari Sereh untuk Kesehatan Tubuh
"Jadi berhubung sekolah kita juga ditunjuk sebagai sekolah model rempah yang ditunjuk sendiri oleh kementerian tahun lalu, maka ada rempah khusus yaitu rempah sereh yang bisa kita kembangkan. Apalagi pertumbuham sereh ini kalau sudah usia 9 bulankan sudah bisa dipanen," katanya.
Marselinus juga mengakui, telah ada alat destilasi untuk pengolahan sereh, sehingga pihaknya sudah membudidayakan sereh sejak beberapa waktu lalu.
"Untuk pengolahan minyak sereh kita sudah dapatkan alat destilasi. Pada bulan Desember kemarin kita sudah lakukan uji coba untuk mendapatkan minyak serehnya. Sudah ada 22 kg sereh yang sudah dicoba menggunakan alat yang ada dan memang sudah ada hasilnya tapi belum maksimal," ujarnya
"Dalam proses ini tentunya kita mempelajari teknis dan prosesnya itu seperti apa. Setelah mendapatkan minyak tentu ada residu minyak. Jadi yang dihasilkan dari pengolahan sereh yaitu ada minyak dan air sereh,"kata Marselinus.
Setelah itu, lanjutnya minyak dan air sereh itu dipisahkan. "Airnya kita bisa olah lagi mungkin bisa kita buatkan sabun atau produk lainnya. Sehingga dari olahan sereh ini bukan hanya minyak sereh saja yang dihasilkan, tetapi juga ada produk lainnya seperti sabun yang dihasilkan dari air sereh," jelasnya.
Baca juga: Direktur PPK Kemendikbud Ristek RI Resmikan Taman Edukasi Laskar Rempah NTT di SMAN 6 Kupang
Marselinus mengatakan, Sekolah sebagai tempat belajar bagi siswa. Jadi anak-anak bisa belajar mulai dari proses penanaman, pengolahan daun sereh sampai bisa dipasarkan.
"Saat ini kami sudah buatkan logo serehnya dan mau pesankan untuk botolnya. Selain itu, kami juga punya konsultan untuk mengetahui bagaimana ke depannya," jelas Marselinus.
Sedangkan untuk pemasaran, ia mengatakan, nanti pihaknya juga bekerja sama dengan alumnus untuk membantu memfasilitasi, setelah itu baru kita akan mengurus ke BPOM.
Marselinus mengharapkan adanya dukungan dari orang tua siswa-siswi SMAN 6 Kupang untuk bisa tercapainya program dari SMAN Kupang.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.