Cuaca Ekstrem

Bibit Siklon Tropis 95W Berpotensi Terjadi Sepekan Kedepan, Begini Dampaknya di NTT 

Bibit siklon diperkirakan tumbuh di Samudra Pasifik sebelah Utara Papua Barat, tepatnya di sekitar 8.8°LU 130.9°BT.

Editor: maria anitoda
Dok.Tribun
ANGIN KENCANG - Ilustrasi angin kencang melanda salah satu wilayah. 

Sementara itu untuk potensi gelombang tinggi di wilayah perairan Indonesia pada periode tanggal 27 Desember 2022 - 03 Januari 2023 yang perlu diwaspadai. 

Adapun wilayah dengan kategori tinggi gelombang di atas 6 meter yakni Laut Natuna Utara dan Samudra Hindia selatan NTT.

Sedangkan tinggi gelombang 4-6 meter terjadi di Samudra Hindia selatan Banten, Samudra Hindia selatan Jawa Barat, Samudra Hindia selatan Jawa Tengah, Samudra Hindia selatan Jawa Timur, Samudra Hindia selatan Bali.

Selanjutnya di Samudra Hindia selatan NTB, Perairan P. Sumba, Perairan Kupang – Pulau. Rote, Perairan Pulau. Flores, Perairan Kepulauan. Anambas – Kepulauan. Natuna, Laut Sumbawa, Selat Makassar bagian selatan, Laut Flores, Laut Banda, Laut Arafuru.
 
NTT juga akan mengalami potensi banjir rob atau Pesisir pada tanggal 22 - 28 Desember 2022.

BMKG mengimbau, pihak terkait agar memastikan kapasitas infrastruktur dan sistem tata kelola sumber daya air siap untuk mengantisipasi peningkatan curah hujan.

Lalu, melakukan penataan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan, dan tidak melakukan pemotongan lereng atau penebangan pohon yang tidak terkontrol serta melakukan program penghijauan secara lebih masif.

Kemudian, masyarakat pengguna transportasi angkutan penyeberangan perlu meningkatkan kewaspadaan sebagai salah satu upaya adaptasi dan mitigasi kondisi tersebut.

Selain itu, melakukan pemangkasan dahan dan ranting pohon yang rapuh serta menguatkan tiang agar tidak roboh tertiup angin kencang.

Berikutnya, para pihak diminta menggencarkan sosialisasi, edukasi, dan literasi secara lebih masif untuk meningkatkan pemahaman dan kepedulian Pemerintah Daerah, masyarakat serta pihak terkait dalam pencegahan/pengurangan risiko bencana hidrometeorologi.

"Lebih mengintensifkan koordinasi, sinergi, dan komunikasi antar pihak terkait untuk kesiapsiagaan antisipasi bencana hidrometrorologi. Terus memonitor informasi perkembangan cuaca dan peringatan dini cuaca ekstrem dari BMKG, secara lebih rinci dan detail untuk tiap kecamatan di seluruh wilayah Indonesia," ujar Agung. (Fan)

BACA BERITA TERBARU POS-KUPANG.COM DI GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved