Pemilu 2024

Bambang Soesatyo Singgung Pemilu 2024 Bisa Ditunda, Hasil Survei Poltracking Jadi Acuan

Bambang Soesatyo angkat bicara terkait hasil survei lembaga poltracking yang membeberkan kepuasan public terhadap kinerja pemerintahan Presiden Jokowi

Editor: Frans Krowin
POS-KUPANG.COM
PEMILU DITUNDA – Bambang Soesatya, Ketua MPR RI dan Ketua DPD RI AA LaNyalla mengusulkan pemilu ditunda. Wacana itu mengemuka dengan mengacu pada hasil survei Poltracking yang memperlihatkan kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah Presiden Jokowi. 

Ia mencontohkan bagaimana kondisi anarki akan terjadi di Tanah Air jika pemilu ditunda yang berujung pada timbulnya penyelenggara negara ilegal.

"Dalam anarki setiap orang, setiap kelompok merasa merdeka berbuat apa saja," ujarnya.

Baca juga: Prabowo Subianto Diramalkan Menang Pilpres 2024, Dukungan Presiden Jokowi Jadi Penentu

Rakyat, kata Yusril, tidak ada kewajiban apa pun untuk mematuhi penyelenggara negara. Sebab, penyelenggara negaranya sendiri sudah ilegal. Dicontohkan Yusril, rakyat bahkan akan menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara semaunya sendiri.

"Rakyat berhak untuk membangkang kepada Presiden, Wakil Presiden, para menteri, membangkang kepada DPR, DPD dan juga kepada MPR. Rakyat berhak menolak keputusan apapun yang mereka buat karena keputusan itu tidak sah dan bahkan ilegal," tutur dia.

Kelima, muncul pemerintahan diktator. Situasi yang semakin memburuk itu digambarkan Yusril akan menimbulkan munculnya seorang diktator di negara.

Adapun diktator tersebut digadang-gadang seolah muncul bak pahlawan dan berdalih menyelamatkan negara dengan tangan besinya. (*)

Ikuti Pos-Kupang.Com di GOOGLE NEWS

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved