Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Minggu 11 Desember 2022, Menceritakan Perbuatan
Renungan Harian Katolik berikut disiapkan oleh RP. John Lewar SVD dengan judul Menceritakan Perbuatan.
POS-KUPANG.COM - Renungan Harian Katolik berikut disiapkan oleh RP. John Lewar SVD dengan judul Menceritakan Perbuatan.
RP. John Lewar menulis Renungan Harian Katolik dengan mengacu pada bacaan pertama dari Kitab Yesaya 35:1 - 6a.10, bacaan kedua Yakobus 5: 7 – 10, dan bacaan Injil Matius 11: 2-11.
Di akhir Renungan Harian Katolik ini disediakan pula teks lengkap bacaan Minggu 11 Desember 2022 beserta mazmur tanggapan dan bait pengantar Injil.
Saudari-saudaraku yang terkasih dalam Kristus.
Ada seorang wanaita bernama Maria Gloria. Dilahirkan di sebuah rumah sakit milik suster pada hari Minggu ketika orang-orang sedang menyanyikan lagu Gloria.
Biasanya dia dipanggil Glori. Sudah satu tahun lebih Glori hidup bersama suaminya. Ada rasa kecewa di dalam hatinya. Agaknya dia kurang senang dengan hidup rumah tangganya yang masih berusia muda itu.
Ketika dahulu masih berpacaran, Glori amat sangat yakin bahwa calon suaminya adalah orang yang hebat. Kata-katanya lebih manis dari madu hutan.
Dia amat lemah lembut. Dia jujur. Tidak suka mengeluarkan kata-kata kasar. Setelah menikah kenyataan menjadi lain. Suami Glori suka menggunakan kata-kata kasar.
Hampir setiap hari Glori dibentak hanya karena alasan yang kecil. Dia suka mencari-cari kesalahan. Jarang sekali duduk sama dengan Glori.
Dia suka berada di luar rumah. Seringkali kembali larut malam ketika Glori sudah tidur.
Glori teringat pesan pastornya ketika ia menyampaikan bahwa ada seorang pemuda yang mencintainya. Waktu itu, Glori memuji-muji calon suaminya.
Pastor paroki yang sudah tua dan banyak makan garam kehidupan itu berkata, ”Hati-hati Glori. Kadangkadang kata-kata banyak bohongnya. Mudah-mudahan calon suamimu adalah kecualian.
Glori akhirnya yakin bahwa ucapan pastornya dahulu itu tidak salah.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Minggu 11 Desember 2022, Iman dan Akal yang Terpadu Melahirkan Kedamaian
Mula-mula orang tertarik kepada kata-kata yang bagus, tertarik kepada janji-janji indah. Orang tertarik kepada pidato yang indah dengan kata-kata yang membakar semangat.
Orang tertarik kepada kotbah dengan pilihan kata-kata yang tepat sehingga amat menyentuh hati.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/John-Lewar_04.jpg)