Berita Kota Kupang

Penjabat Wali Kota Kupang, George Hadjoh Dukung Pengembangan Sodamolek

nantinya akan ada kerjasama dengan berbagai media masa untuk menitipkan sebuah barcode yang bisa discan masyarakat

Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/IRFAN HOI
PEMAPARAN - Andre Otta saat melakukan pemaparan materi tentang pengembangan aplikasi Sodamolek. Selasa 6 Desember 2022.  

Simpus atau aplikasi integritasi dengan Sodamolek juga tersedia fitur untuk memantau aktivitas perkantoran 15 menit sebelum dan sesudah bekerja. Diluar dari itu, sistem informasi di Puskesmas lahir karena belum adanya integrasi data dari semua perangkat daerah. 

Sistem itu, kata dia, bisa ikut memantau semua bayi, bukan saja yang terkena stunting yang ada di seluruh kelurahan.

Dia mengklaim sistem itu mampu mendeteksi jumlah balita yang terkena stunting dan tidak. Data akan diinput oleh Puskesmas dan bisa dipantau oleh stakeholder terkait. 

Sementara untuk sistem informasi monitoring inflasi, Andre menyebut bahwa akan ada penyediaan harga dari tiap pasar bagi kebutuhan masyarakat. Harga-harga kebutuhan bahan pokok akan ditampilkan dalam dasboard beserta dengan perbandingan harga. 

Baca juga: 36 Pembalap Cilik Ikut Fun Race Mini GP di Kota Kupang

Andre mengaku, tiap hari sistem ini akan menginformasikan ke masyarakat tentang berbagai harga kebutuhan dari sejumlah pasar di Kota Kupang. Dengan ini masyarakat bisa melihat dengan jelas harga terkini di pasaran. 

Dia menyebut, nantinya akan ada kerjasama dengan berbagai media masa untuk menitipkan sebuah barcode yang bisa discan masyarakat untuk mengecek harga. Andre menegaskan, sistem ini akan sangat membantu masyarakat.  

"Sehingga dari rumah saja masyarakat bisa mengetahui harga barang.  Harga ini tiap hari. Sehingga ketika kita keluar dari kita sudah tauh, lombok lebih murah di pasar mana, tomat lebih mahal di pasar mana," katanya. 

Berbagai sistem informasi ini, menurutnya merupakan sistem yang berbasis website. Sehingga masyarakat bisa mengakses melalui andorid maupun laptop. Masyarakat bisa melakukan scan barcode yang ada. 

Diketahui, aplikasi ini merupakan gagasan atau tindaklanjut dari Diklat Kepemimpinan yang dilaksanakan oleh Asisten II Setda Kota Kupang Ignasius Lega dan Andre Otta di Denpasar Bali.

Baca juga: Kesadaran Warga Kota Kupang Membayar Pajak Kendaraan Masih Rendah

Agenda pertemuan bersama Penjabat dan pihak terkait, sebut dia, merupakan pemaparan proyek perubahan Diklat PIM dengan mentor Sekda Kota Kupang, Fahrensy P. Funay. Pada bulan Oktober lalu, sudah dilakukan pemaparan yang kembali ditindaklanjuti. 

"Dalam proyek perubahan yang kami buat, kami mengambil aplikasi dalam perizinan di Kota Kupang. Aplikasi ini merupakan bagian dari teknologi informasi yang juga menjadi bagian dari pembelajaran yang adaptif dengan kebutuhan dan bagian pembelajaran kami selama kami mengikuti Diklat PIM," katanya. 

Ignas mengaku, proses bersama pemerintah di Kota Kupang kali ini merupakan penghujung dari rangkaian Diklat PIM yang telah dijalani sejak empat bulan. 

Dasar dari proyek ini adalah peraturan presiden tentang visi Pemerintah berbasis elektronik yang diturunkan ke Perwali nomor 22 tahun 2021 perencanaan induk SPEB dengan bagian pentingnya yakni integrasi sistem dan kerja kolaboratif. 

Dia berharap agar adanya inovasi ini bisa membantu pelayanan publik di Kota Kupang yang terintegrasi. 

Usai melakukan pemaparan dan masukkan, Penjabat Wali Kota Kupang George Hadjoh melakukan penandatanganan dukungan tentang pengembangan Sodamolek yang diintegrasikan dengan sistem pelayanan publik yang baru dikembangkan itu. (Fan)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved