Timor Leste

Abilio Vidical Ditangkap Satgas Pamtas, Nekat Habiskan Rp 10 juta Lebih untuk Beli Kembang Api

Aparat Satgas Pamtas (Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan ) Indonesia-Timor Leste, menangkap seorang warga Timor Leste, Senin 5 Desember 2022.

Editor: Frans Krowin
POS-KUPANG.COM
KEMBANG API - Seorang pria asal Liquisa, Timor Leste ditangkap di Atambua, Sabtu 3 Desember 2022. Pria bernama Abilio Vidical itu ditangkap saat hendak menyelundupkan petasan atau kembang api secara ilegal ke Timor Leste. Abilio nekad menghabiskan uang Rp 10 juta lebih untuk barang tersebut. 

POS-KUPANG.COM - Aparat Satgas Pamtas (Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan ) Indonesia-Timor Leste, menangkap seorang warga Timor Leste, Senin 5 Desember 2022.

Pria yang ditangkap itu bernama Abilio Vidigal (24) diamankan Satgas Pamtas Sektor Timur Batalyon Infanteri Raider Khusus 744/Satya Yudha Bhakti.

Pria itu ditangkap karena hendak menyelundupkan petasan dari Indonesia ke Timor Leste melalui jalur ilegal.

"Yang ditangkap itu warga asal Liquisa. Saat itu dia hendak menyelundupkan petasan dari Indonesia ke Timor Leste melalui jalur ilegal."

Baca juga: Bos Woodside Membuat Kesalahan dengan Komentar LNG Timor Leste

"Oknum itu kami amankan hari Sabtu 3 Desember 2022 malam, sekitar pukul 20.30 Wita," ungkap Komandan Satgas Pamtas RI-Timor Leste Sektor Timur, Letkol (Inf) Yudhi Yahya, Senin 5 Desember 2022.

Yudhi Yahya juga menyebutkan, bahwa Abilio diamankan oleh enam anggotanya yang bertugas di Pos Asumanu.

Tentang detik-detik penangkapan pria Timor Leste tersebut, dia menuturkan, awalnya enam anggotanya yang dipimpin Serda Lexvaldo Narajaga Kana, melaksanakan patroli rutin di wilayah Pos Asumanu.

Patroli itu digelar menyusul beredarnya informasi bahwa di wilayah tersebut kerap ada warga Timor Leste yang masuk melalui jalan tikus.

Warga Timor Leste itu umumnya masuk tanpa membawa dokumen penting. Mereka juga kebanyakan masuk untuk berbelanja berbagai barang kebutuhan.

Sementara Abilio ketika ditangkap pada Sabtu 3 Desember 2022, ia membeli petasan atau kembang api untuk diselundupkan ke Timor Leste.

Ketika Abilio bergegas untuk meninggalkan tempatnya berbelanja, tiba-tiba petugas patoli datang.

Para petugas itu bahkan sempat menyaksikan Abilio membawa sejumlah jenis petasan yakni 5 dan 8 shot sebanyak 160 batang dan petasan jenis pop-pop 100 boks.

Melihat itu, Abilio langsung diinterogasi. Ia pun mengakui secara terus terang bahwa masuk ke Indonesia secara ilegal.

Kepada anggota TNI, Abilio mengaku bahwa membeli petasan di Atambua, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk dijual lagi di Timor Leste.

Untuk membeli bahan petasan tersebut, ia menghabiskan uang hampir Rp 11 juta atau tepatnya sebanyak Rp 10.750.000.

Abilio juga mengaku masuk Indonesia sejak 18 November 2022, dengan tidak membawa satu pun dokumen keimigrasian.

Baca juga: Timor Leste - Indonesia, Meski Dulu Saling Melukai Tapi Tetap Bersahabat Sampai Sekarang

"Abilio masuk wilayah Indonesia pada 18 November 2022 lalu, melalui jalur tikus dan tidak membawa dokumen keimigrasian," ungkap Yudhi.

Setelah ditangkap, Abilio dan barang bukti petasan dibawa ke Markas Satgas Pamtas Sektor Timur Indonesia - Timor Leste untuk diselanjutnya yang bersangkutan dideportasi kembali tanah kelahirannya di Liquisa. (*)

Ikuti Pos-Kupang.Com di GOOGLE NEWS

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved