Berita Timor Tengah Utara

Kasus DBD di Kabupaten TTU Meningkat

tidak ada kasus kematian dari semua kasus DBD di Kabupaten Timor Tengah Utara ini hingga saat ini.

Penulis: Dionisius Rebon | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/DIONISIUS REBON
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Timor Tengah Utara, Robert Tjeunfin 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon

POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU - Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Timor Tengah Utara atau TTU, Robertus Tjeunfin, S. Kep, Ns., MPH, mengatakan, kasus Demam Berdarah Dengue atau DBD di Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi NTT meningkat beberapa waktu terakhir.

Demikian disampaikan Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Timor Tengah Utara atau Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten TTU, Robertus Tjeunfin, S. Kep, Ns., MPH, kepada POS-KUPANG.COM, Kamis, 1 Desember 2022.

Menurut pria yang akrab disapa Robert ini, kasus DBD di Kabupaten TTU meningkat dan mencapai angka 35 kasus hingga 1 Desember 2022.

Baca juga: Seleksi PPPK 2022, Diduga Seleksi Administrasi PPPK Guru Timor Tengah Utara Tahun 2022 Bermasalah 

Lebih lanjut dikatakan Robert, tidak ada kasus kematian dari semua kasus DBD di Kabupaten Timor Tengah Utara ini hingga saat ini.

Data jumlah pasien yang menderita DBD tersebut dikalkulasikan sejak Bulan Januari hingga Desember 2022 dan  tersebar di seluruh wilayah Kabupaten TTU.

Ia menuturkan bahwa, data jumlah kasus DBD di Kabupaten TTU, tersebar di beberapa Puskesmas. Pada Bulan November lalu,  ada tambahan 2 kasus DBD di Puskesmas Tasinifu.

Dalam upaya menekan peningkatan kasus DBD di Kabupaten TTU, Dinas Kesehatan bekerjasama dengan instansi terkait melakukan sosialisasi dan penyuluhan kepada masyarakat.

Ia mengakui bahwa, dalam upaya menekan peningkatan kasus DBD langkah paling efektif adalah melakukan fogging. 

Meskipun demikian, untuk sementara waktu pihaknya belum menempuh langkah tersebut karena pasien masih bisa ditanggulangi.

Baca juga: Porprov NTT 2022, Sumba Barat Daya Tumbangkan Timor Tengah Utara di Ronde Pertama

"Kalau pasiennya sembuh, untuk sementara kita belum lakukan fogging. Cuman ada beberapa kasus yang kondisinya berat, kita sudah lakukan fogging pada rumah penderita dan sekitarnya dengan radius 50 meter," ungkap Robert

Dinkes TTU telah melakukan Siaran Keliling dalam upaya mencegah dan menanggulangi Kasus DBD. Tidak hanya itu, pihak Puskesmas yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten TTU juga melakukan Siaran Keliling secara intens.

Robert mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten TTU untuk menerapkan 3M yakni; menguras, menutup dan menguburkan barang-barang bekas terutama hasil olahan rumah tangga.

Selain itu, orang nomor satu Dinkes TTU ini juga meminta masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, terutama memperhatikan genangan air di sekitar rumah.

"Sosialisasi 3 M dan penyuluhan  di setiap puskesmas agar menjaga kebersihan lingkungan rumah, membersihkan genangan air, dan segera ke puskesmas atau RS bila anak panas," tutupnya. (*) 

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved