Berita Lembata

Kadis Pendidikan Lembata Sebut Kurikulum Lokal Berbasis Budaya Disambut Antusias 

Mereka juga akan menentukan sembilan sekolah pada masing-masing satuan pendidikan sebagai pilot project program kurikulum lokal berbasis budaya

Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/RICKO WAWO
Kepala Dinas Kabupaten Lembata Anselmus Bahy mengakui banyak sekolah menyambut baik dan antusias program kurikulum lokal berbasis budaya yang saat ini sedang disosialisasikan. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, RICKO WAWO

POS-KUPANG.COM, LEWOLEBA - Kepala Dinas Kabupaten Lembata Anselmus Bahy mengakui banyak sekolah menyambut baik dan antusias program kurikulum lokal berbasis budaya yang saat ini sedang disosialisasikan. 

Dinas Pendidikan Kabupaten Lembata telah melakukan sosialisasi di beberapa sekolah. Mereka juga akan menentukan sembilan sekolah pada masing-masing satuan pendidikan sebagai pilot project program kurikulum lokal berbasis budaya tersebut. 

Meski demikian, kata Anselmus ditemui di ruang kerjanya, Senin, 28 November 2022, beberapa sekolah sudah mulai menerapkan program tersebut. Ada yang sudah mulai dengan pelajaran tenun dan tarian lokal misalnya. 

Baca juga: Yayasan Plan Indonesia dan Koperasi Ankara Serahkan Buku Tabungan Kepada Ribuan Anak Lembata

Masih ada beberapa tahap yang harus dilewati sebelum kurikulum ini benar benar diterapkan pada tahun ajaran baru nanti. 

Dinas Pendidikan Kabupaten Lembata melaunching secara resmi pelajaran muatan lokal berbasis budaya di Aula Perpustakaan Daerah Kabupaten Lembata, Selasa, 11 Oktober 2022. 

Ini merupakan sejarah bagi dunia pendidikan di Kabupaten Lembata karena bisa menghasilkan produk muatan lokal yang akan diajarkan di sekolah-sekolah di Lembata.

Penyusunan muatan lokal berbasis budaya ini didampingi langsung oleh Universitas Muhamadiyah Malang.

Anselmus mengatakan, gagasan membuat muatan lokal ini dilatarbelakangi oleh keprihatinan merosotnya internalisasi nilai-nilai budaya di kalangan generasi muda akibat pengaruh modernisme. Pemerintah daerah pun tentu punya tanggungjawab untuk menyiapkan generasi muda Lembata yang bangga dengan identitas daerah mereka.

Baca juga: PKB dan Gerindra Pertanyakan Urgensi Perubahan Daerah Pemilihan di Kabupaten Lembata

Gagasan untuk menyusun kurikulum berbasis budaya juga jadi salah satu poin penting yang masuk dalam Rencana Kerja Pendidikan (Rakerdik) Kabupaten Lembata Tahun 2022. Sejak itu, tim dibentuk untuk mulai mengumpulkan data-data di seluruh Lembata dan menggelar Focus Group Discussion (FGD).

Penggiat Budaya, Abdul Gafur Sarabiti, mengapresiasi kerja Dinas Pendidikan Kabupaten Lembata yang telah menghasilkan buku pelajaran muatan lokal berbasis budaya untuk diajarkan di tingkat SD dan SMP di Lembata

Menurut Abdul Gafur, upaya pengarusutamaan kebudayaan pada lembaga pendidikan dan kegiatan belajar mengajar di sekolah adalah salah satu tujuan dari UU Nomor 5 Tahun 2017 Tentang Pemajuan Kebudayaan.

"Sebagai penggiat budaya, saya selalu membuka ruang kolaborasi dengan Dinas Pendidikan Lembata dalam pelaksanaan kurikulum muatan lokal berbasis kebudayaan," ungkap Abdul Gafur. 

Bagi dia, kurikulum muatan lokal yang akan diterapkan di sekolah-sekolah di Lembata ini menjadi momentum kebangkitan kebudayaan di Lembata. (*)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved