Berita NTT

Perempuan Tangguh di Pedalaman, Sarjanakan Anak Setelah Bermitra dengan Bank NTT

Suatu saat saya dibawa oleh Pak Berty (Berty Nope, staf Bank NTT Cabang Kefamenanu) ke Malang untuk belajar tentang cara membuat keripik

Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG.COM/ISTIMEWA
KERIPIK - Mama Yuliana mengenakan kebaya biru tua dengan bawahan tais Timor yang memiliki usaha kue, keripik pisang, keripik ubi dan lainnya 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - MAMA Yuliana Babu, usianya sudah mendekati senja. Kerutan di wajahnya seolah mengisahkan perjuangannya menghidupi keluarga kecilnya.

Gerakannya gesit, dan sangat komunikatif saat diajak berdiskusi. Dia adalah seorang warga Desa Lemun, Kecamatan Miomafo Barat Kabupaten TTU yang punya kisah sukses.

Tanpa sungkan dia mengisahkan perjuangannya membina usahanya dari skala kecil, hingga kini.

“Saya mulai usaha saya di tahun  2012. Saat itu saya produksi dan memasarkan dalam bentuk tradisionalSatu tahun kemudian, saya diajak Bank NTT mengikuti study banding di Malang,”ujarnya memulai diskusi, Sabtu (19/11) siang, di pusat penjualan UMKM Fularosa, Desa Eban.

Baca juga: Semua Ahli Waris Korban Cantika 77 Terbakar Terima Santunan dari Jasa Raharja NTT

Saat itu, juri Festival Desa Binaan Bank NTT dan Festival PAD Tahun 2022, Stenly Boymau sedang berkunjung ke sana untuk melakukan penjurian tahap kedua dan terakhir.

Eban adalah satu dari empat desa lainnya di TTU yang menjadi peserta festival.

Bersama ibu-ibu lainnya, Mama Yuliana yang saat itu berkebaya biru tua dengan bawahan tais Timor,  tanpa sungkan menyampaikan pengalamannya berusaha.

“Saya  buat berbagai macam kue,  keripik  pisang, keripik ubi dan lainnya. Suatu saat saya dibawa oleh Pak Berty (Berty Nope, staf Bank NTT Cabang Kefamenanu) ke Malang untuk belajar tentang cara membuat keripik dan aneka usaha lain yang berkualitas,”jelasnya.

Ternyata itu adalah kali pertama dalam hidupnya  bepergian dengan pesawat terbang. Di Malang-lah, dia belajar tentang kelebihan orang lain, lalu merombak cara kerjanya.

Baca juga: SPSI NTT Minta Pemerintah Perketat Pengawasan Terhadap Penerapan UMP Tahun 2023

“Kami bertemu dengan beberapa pelaku UMKM disana yang juga buat keripik, mereka sudah pakai alat yang modern, irisan pisangnya sama dan pisang mereka pun besar-besar. Saya belajar disana, sehingga sampai Eban, saya buat keripik yang kualitasnya sama. Tapi saya mau jujur, pisang di Timor sini enak-enak,”ujarnya tulus.

Dia kesana melakukan study banding mengenai pengolahan keripik, keripik talas, kacang telur, dan berbagai produk lainnya.

Bekal dari sanalah modal baginya sehingga kini usahanya semakin maju.

“Usaha saya lebih berkembang, karena Bank NTT membantu kami dalam diklat, study banding, lalu packaging yang baik, bahkan Bank NTT memfasilitasi pembeli untuk datang dan belanja di kami,”jelas mama Yuliana lagi.

Tanpa malu-malu, dia menambahkan “Bank NTT sudah banyak bantu kami. Kami sangat senang, terlalu enak, karena mereka cari kasi kami pembeli,”tambahya tulus.

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved