Berita NTT
Perempuan Tangguh di Pedalaman, Sarjanakan Anak Setelah Bermitra dengan Bank NTT
Suatu saat saya dibawa oleh Pak Berty (Berty Nope, staf Bank NTT Cabang Kefamenanu) ke Malang untuk belajar tentang cara membuat keripik
“Kami selalu puas karena jualan kami pasti laku. Bermitra dengan Bank NTT ini bagus karena setiap kali kalau ada pameran, kami dilibatkan. Barang-barang yang kami bawa selalu habis. Pokoknya habis semua,” ungkapnya.
Baca juga: Video Viral Instagram Seorang Pengendara Motor Terjun Bebas ke Bawah Jembatan Setinggi 7 meter.
Namun jangan dikira keberhasilannya saat ini datang dari proses yang mudah. Tidak.
Dia memulainya dari bawah. Beberapa tahun lalu, dia memiliki seorang anak yang kuliah di Jogjakarta, dan sudah tiga tahun tidak pulang ke kampung. Karena memang mereka tidak punya uang. Dan, tiga tahun pula mereka tidak pernah bertemu muka.
“Kami baru bisa bertemu saat saya dibawa ke Malang. Dibantu Bank NTT, anak saya datang dari Jogja, dan kami bertemu. Saya senang sekali.”
Mama Yuliana sosok yang tidak pernah lupa sejarah. Dia membukanya satu persatu, sembari berharap ada orang lain yang juga sukses melebihinya. Saat ini anaknya sudah menamatkan kuliahnya, dengan jurusan yang diambilnya bagus, tentang perbankan.
“Dia sudah pulang, belum dapat kerja sehingga bantu-bantu kami. Adik-adiknya yang lain juga sudah tamat sekolah, dan kami sudah agak ringan,”urainya masih dengan senyum yang tak hilang dari wajahnya.
Baca juga: BMKG:Waspada! 7 Perairan NTT Ini Berisiko bagi Pelayaran Perahu Nelayan dan Kapal Tongkang Hari ini
Jika dulu, dia sering membuat kue, keripik dan aneka cemilan lainnya yang dibawa suaminya untuk jualan keliling kampung, kini Bank NTT sudah menyiapkan sebuah pusat penjualan produk UMKM, namanya UMKM Fularosa, yang dibangun diatas tanah paroki setempat, tepatnya di Desa Eban, Miomafo Barat-TTU.
Di lokasi inilah, ada harapan baru bagi mereka untuk menatap hari esok.
Eban memang memiliki koleksi perempuan-perempuan tangguh yang menjadi penopang ekonomi keluarga. Tak hanya Mama Yuliana, melainkan ada juga Mama Serofina Kolo. Dia baru saja bergabung dengan Bank NTT, dalam sebuah program kemitraan.
Perempuan bertalenta ini jago meracik jamu, dan banyak yang sudah merasakan keampuhan tangan dinginnya.
“Saya berusaha sejak tahun 2005, dan usaha saya itu adalah jamu jahe kunyit instan, kunyit putih, saya produksi Minyak Gosok Asli Mutis, fermentasi anggur dari buah pisang maupun kulitnya,”tuturnya saat ditemui di Eban, 19 November kemarin.
Jamu dan minyak gosoknya sangat berkhasiat, dan bahkan dia memiliki banyak pelanggan tak saja di Eban melainkan Kefa serta kota-kota sekitarnya. Karena itu, kedepan dia akan mengajukan pinjaman dengan nominal yang lebih besar lagi, untuk mendukung usahanya.
“Usaha ini saya semakin besar, banyak yang cocok dengan ramuan ini sehingga dengan bantuan Bank NTT, saya akan kembangkan lagi,” tegasnya menambahkan, dia yakin kalau Bank NTT akan membantunya memasarkan produk-produk yang dihasilkannya.
“Anak saya tiga orang sudah tamat SMA karena usaha ini, sehingga kedepan saya akan ambil pinjaman lagi. Tahap pertama saya dikasi modal usaha Rp 5 juta, lalu tambah lagi Rp 15 juta. Saya mau usaha saya ini berhasil sehingga saya akan ambil lebih besar lagi.”
Baca juga: Poltekkes Kemenkes Kupang Bersama DPD WKRI NTT Gelar Bakti Sosial
Jangan ditanya bagaimana cara melunasinya. “Terlalu bisa,”ujarnya singkat. Dia pun tertawa lepas, disambut anggukan sobatnya, Mama Yuliana yang berada persis di sampingnya.
Kini, UMKM Fularosa yang dibangun oleh Bank NTT, menjadi media penampung berbagai produk UMKM warga desa. Romo Ignas Kabosu, Pr., Romo Frengky Atitus, Pr., Leonardus Kefi selaku perangkat desa Eban, dan Ketua BPD Yuniperus Anin serta Rince Nesi selaku Kepala Capem Eban, hari itu ikut mensupport mereka. (Humas Bank NTT)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS