Berita Alor
Tekan Kematian Ibu dan Anak di Alor, Bupati Amon Djobo Bentuk Tim AMP-SR
pemerintah pusat telah berkomitmen untuk menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi atau AKB.
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Agus Tanggur
POS-KUPANG.COM, ALOR - Bupati Alor, Drs. Amon Djobo, M.Ap membentuk Tim Audit Maternal Perinatal dan Survey Respon (AMP-SR) untuk menekan kematian Ibu dan Anak.
Tim AMP-SR yang beranggotakan dokter dan kepala-kepala puskesmas di Kabupaten Alor ini memiliki peran sebagai penentu kebijakan di berbagai tingkat administrasi.
Selain itu, mengawasi, merencanakan dan mengevaluasi program-program kesehatan ibu dan anak. Serta mengalokasikan sumber daya dengan tepat.
Baca juga: Bentuk Tim Pora Tingkat Kecamatan, Kanim Kupang Sambangi Ujung Timur Pulau Alor
Bupati Amon Djobo, mengatakan bahwa untuk mengoptimalkan pelaksanaan AMP-SR perlu sebuah tim di tingkat Kabupaten Alor yang akan bertindak sebagai motor penggerak pelaksanaannya.
"Revitalisasi tim ini diperkuat dengan adanya Surat Keputusan (SK) bupati dengan dukungan Momentum USAID. Untuk tim AMP-SR yang baru terbentuk. Nanti akan diorientasi atau dilatih terlebih dahulu sebelum memfasilitasi pelaksanaan AMP-SR yang berkualitas. Sehingga respon cepat berbasis surveilans di tingkat pelayanan dasar dan rujukan dalam melaporkan kasus kematian ibu dan bayi baru lahir," jelas Amon Djobo, dalam sambutannya saat melantik Tim AMP-SR di Aula Kopdit Citra Hidup Tribuana, Kalabahi. Jumat (18/11).
Amon Djobo melanjutkan, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2020-2024, pemerintah pusat telah berkomitmen untuk menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi atau AKB.
Sejalan dengan target pemerintah pusat, lanjut Amon Djobo, Pemerintah Kabupaten Alor juga berkomitmen dalam dokumen Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (P-RPJMD) tahun 2020-2024 untuk menurunkan AKI dan AKB melalui peningkatan pelayanan kesehatan ibu, bayi dan balita.
Baca juga: Kapal Cantika 77 Terbakar, Inilah Data Manifest Penumpang Kapal Rute Kupang - Alor
Pemkab Alor, jelas Amon Djobo, saat ini berupaya optimal untuk menurunkan AKI dan AKB.
"Dimana berdasarkan data tahun 2022 (Januari-Desember), jumlah kematian ibu di Kabupaten Alor dilaporkan sebanyak 11 kasus, sedangkan kematian neonatal sebanyak 40 kasus," ujarnya dalam rilis yang diterima Pos Kupang, Selasa, 22 November 2022.
Amon Djobo juga mengatakan, salah satu upaya percepatan penurunan AKI dan AKB adalah melalui peningkatan cakupan persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan pada fasilitas kesehatan.
Selain itu, penanganan kegawatdaruratan maternal sesuai standar dan tepat waktu yang dapat dikaji melalui AMP-SR.
"Secara sosial, terlambat mengambil keputusan untuk merujuk dan terlambat memperoleh penanganan di fasilitas kesehatan merupakan faktor yang paling besar dalam mempengaruhi tingginya kematian ibu dan bayi," jelas Amon Djobo.
Baca juga: Video Viral, Orangtua Renang Sambil Gendong Bayi di Perairan Selat Pulau Timor dan Alor
Untuk itu, lanjut Bupati Alor dua periode itu, perlu dilakukan penelusuran sebab-sebab kematian ibu dan bayi melalui AMP-SR.
Hal ini penting agar dapat dijadikan pembelajaran terkait kematian yang bisa dicegah dan dihindari dimasa yang akan datang.