Berita Manggarai Timur
Sungai Curam dan Sempit Jadi Kendala Tim Pencarian Terhadap Nenek dan Cucu di Manggarai Timur
Upaya pencarian pun dihentikan karena selain arus air masih tinggi, hujan masih berlangsung, topografi sungai juga sangat ekstrim
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo
POS-KUPANG.COM, BORONG - Nenek Yustina Etik (58) dan cucunya Yohanes Jordan (6) yang hilang diduga terseret banjir di sungai Wae Nunung, Kampung Mamba, Desa Wangkar Weli, Sabtu 19 November 2022 sekitar pukul 16.25 Wita, belum ditemukan hingga, Senin 21 November 2022 saat ini.
Kepala BPBD Kabupaten Manggarai Timur, Petrus Subin, menyampaikan itu kepada TRIBUNFLORES.COM, Senin pagi.
Karena itu kata Subin, proses pencarian terhadap ke dua orang korban dilanjutkan hari kedua hari ini. Setelah pada sehari sebelumnya tidak membuahkan hasil.
Baca juga: Bupati Agas Andreas Coffe Morning di Cafe Ruang Tunggu Kantor Bupati Manggarai Timur
Subin mengaku kendala yang dihadapi tim dalam proses pencarian korban dimana topografi yang ekstrim karena kondisi sungai Wae Nunung sangat curam, dalam dan sempit, volume air yang cukup deras karena hujan secara terus menerus.
Meski demikian, kata Subin, tim gabungan BPBD, Basarnas, TNI, Polri dan dibantu masyarakat tidak putus asa dan terus melanjutkan pada hari ini. Pencarian hari ini akan dimulai pada pukul 09.00 Wita pagi ini.
Dikatakan Subin, tim pencarian dibagi dalam tiga tim bersama masyarakat di tiga desa yang bertentangan selain dari Desa Wangkar Weli. Rencana pencarian para korban hingga tanggal 7 Desember 2022.
Subin juga berharap agar cuaca mendukung agar tidak menghambat proses pencarian oleh Tim gabungan bersama masyarakat dan juga diharapkan kedua korban bisa segera ditemukan.
Kepala Desa Wangkar Weli, Rofinus Naman, menerangkan, terkait peristiwa diduga kedua orang korban itu terseret banjir.
Baca juga: Aniaya Sang Kakek, Carles Marsoni Warga Rengkam Manggarai Timur Ditetapkan Jadi Tersangka
Kata Rofinus, korban Yustina Etik dan cucunya Yohanes Jordan pulang dari kebun sawah bersama suaminya Aleks Barus dan seorang cucu mereka Itran Dondong.
Keempatnya kemudian menyeberangi sungai Wae Nunung dengan mengikuti jembatan darurat bambu yang dibangun warga. Namun bambu patah sehingga kedua korban bersama Aleks Barus jatuh ke sungai.
Namun Kata Rofinus, Aleks Barus berhasil selamat hanya mengalami luka di lutut kaki, meskipun sempat terseret banjir sekitar 15-20 an meter. Sementara ke dua korban hilang diduga terseret banjir.
Sedangkan cucu mereka Itran Dondong tidak ikut terjatuh dan selamat.
Rofinus juga mengatakan, peristiwa banjir menyeret kedua korban itu sekitar pukul 16.25 Wita. Saat itu terjadi banjir besar di sungai tersebut dimana di wilayah itu diguyur hujan sejak pukul 11.00 Wita siang hari tadi.
Rofinus juga mengatakan pasca kejadian, ia bersama warga langsung turun menyisiri bantaran sungai untuk melakukan pencarian terhadap kedua korban. Namun upaya pencarian itu tidak membuahkan hasil.
Baca juga: Anggota Polres Manggarai Timur Tangkap Pelaku Curanmor di Gubuk Dekat Kantor DPRD Matim
Upaya pencarian pun dihentikan karena selain arus air masih tinggi, hujan masih berlangsung, topografi sungai juga sangat ekstrim dan juga kondisi sudah malam hari.
"Karena itu, saya minta warga untuk hentikan dulu pencarian takut terjadi hal-hal yang tidak dinginkan," Ujarnya. (rob)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS