Berita Manggarai Timur

Aniaya Sang Kakek, Carles Marsoni Warga Rengkam Manggarai Timur Ditetapkan Jadi Tersangka

Adapun kasus penganiayaan ini terjadi pada 20 Juli 2022 lalu dengan tempat kejadian perkara (TKP) di lahan kebun, Desa Rengkam

Penulis: Robert Ropo | Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/HO-DOK PRIBADI
Kasat Reskrim Polres Manggarai Timur, Iptu Jeffry Dwi Nugroho Silaban, S.Tr.K. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG.COM, BORONG-- Penyidik Satreskrim Polres Manggarai Timur (Matim) menetapkan, Carles Marsoni (37) sebagai tersangka karena terbukti menganiaya Nikolaus Unggus kakek berusia 82 tahun, warga Desa Rengkam, Kecamatan Lamba Leda Timur

Adapun kasus penganiayaan ini terjadi pada 20 Juli 2022 lalu dengan tempat kejadian perkara (TKP) di lahan kebun, Desa Rengkam dan Kasusnya dilaporkan ke Polres Manggarai Timur pada tanggal 21 Juli 2022.

Demikian disampaikan Kapolres Manggarai Timur AKBP I Ketut Widiarta melalui Kasat Reskrim Polres Manggarai Timur, Iptu Jeffry Dwi Nugroho Silaban S.Tr.K  kepada Pos Kupang, Selasa 15 November 2022.

Jeffry menerangkan, penetapan tersangka Carles Marsoni, setelah penyidik mengantongi alat bukti yang cukup kuat. Salah satu alat bukti yakni keterangan dokter yang melakukan visum dimana berdasarkan hasil visum yang telah dikeluarkan oleh dokter di Puskesmas Lawir, Kecamatan Lamba Leda Timur

"Laporan Polisi (LP) sudah ada. Hasil penyelidikan, ada alat bukti. Salah satunya hasil visum dan keterangan saksi. Visum ini dikeluarkan oleh dokter. Pelaku dan sejumlah saksi, sudah diperiksa,"terang Jeffry. 

Jeffry juga mengatakan, saksi yang diperiksa oleh penyidik itu, termasuk istri dan ibu kandung dari tersangka Marsoni. Dimana saat kejadian, dua saksi ini ada di Tempat Kejadian Perkara (TKP). 

Baca juga: Polres Manggarai Timur Amankan 1.505 Liter Sopi, Tersangka FS Sementara Ditangguhkan Penahanan

Karena itu Jeffry membantah tudingan di media sosial (medsos), bahwa penetapan tersangka itu mengada-ada. Termasuk hasil visum berdasarkan keterangan palsu dari korban.

"Istri dan ibu kandung dari tersangka, kita periksanya di rumah kepala desa (Kades) Rengkam pada 24 Agustus 2022, hal itu karena ketika di undang ke Polres, mereka tidak datang karena alasan sakit. Jadi penetapan tersangka ini setelah memenuhi alat bukti dan dalam kasus ini, fokus penyidik itu soal penganiayaan,"tegas Jeffry. 

"Pada saat pulang dari TKP, korban langsung ke Puskesmas untuk mendapat penanganan medis dan satu hari setelah itu, korban datang lapor ke Polisi dan pada saat itu juga, penyidik minta dokter untuk visum. Jadi kalau penetapan tersangka itu mengada-ada dan visum itu palsu, itu tidaklah benar," tegas Jeffry lagi. 

Jeffry juga mengatakan, kepada penyidik tersangka tidak mengakui perbuatanya. Namun sebaliknya justru menerangkan dalam kasus itu, ibu kandungnya diancam untuk dibunuh oleh korban. 

Polisi juga menyarankan, jika hal itu benar dipersilakan untuk melapor ke polisi, namun sampai saat ini, laporan itu tidak dilakukan. Bahkan, sebelum pelaku ditetapkan jadi tersangka, pihak polisi juga telah melakukan upaya untuk bisa diselesaikan secara kekeluargaan.

"Waktu penyidik ke Desa Rengkam dan rumah Kades, polisi sarankan kepada terlapor saat itu, agar kasus ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan, apalagi antara korban dan tersangka ini ada hubungan keluarga. Tapi saran itu tidak dilaksanakan. Tapi disini kami tidak paksa, hanya berupaya dan memberi saran,"terang Jeffry. (rob) 
 

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved