Kapal Cantika 77 Terbakar

Kapal Cantika 77 Terbakar, DPD PIKI NTT Gelar Diskusi Publik Secara Akademik

Menurut Prof Umbu kejadian tersebut dapat disebut sebagai sebuah kecelakaan tanpa direncanakan. Tetapi juga bisa disebut sebagai tragedi kemanusiaan

Penulis: Ray Rebon | Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/RAY REBON
DISKUSI - Ketua DPD PIKI NTT, Alexander Ena bersama Ketua Pertimbangan Daerah PIKI NTT dan Ketua Dewan Pakar PIKI NTT saat berdiskusi terkait kasus kebakaran Kapal Cantika 77 tujuan Kupang-Alor beberapa waktu lalu 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ray Rebon

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Inteligensia Kristen atau DPD PIKI NTT menggelar diskusi publik guna mengkaji secara akademik tragedi terbakarnya KM Cantika Express 77 yang belayar dari Kupang menuju Kalabahi Alor..

Diskusi Publik itu menghadirkan Kepala Ombudsman RI Perwakilan NTT, perwakilan KSOP, Perwakilan Polda NTT, Guru Besar, Ahli Hukum, Pendeta dan beberapa undangan lainnya.

Bertempat di Aula UKAW Kupang , Selasa 2 November 2022, suasana diskusi mulai berlangsung dengan para pemateri memaparkan materinya.

Pada kesempatan tersebut, Prof. Ir. Frans Umbu Datta selaku Ketua Pertimbangan Daerah PIKI NTT menyampaikan diskusi publik yang melibatkan berbagai stakeholder, terutama dilingkungan PIKI NTT untuk membahas secara akademik tragedi kemanusiaan yakni terbakarnya KFC Cantika Express 77 yang memakan nyawa manusia.

Menurut Prof Umbu kejadian tersebut dapat disebut sebagai sebuah kecelakaan tanpa direncanakan. Tetapi juga bisa disebut sebagai tragedi kemanusiaan karena manusia sendiri yang lalai dalam meyakinkan agar kejadian ini tidak terjadi.

"Artinya peristiwa ini semestinya preventable atau dapat dicegah sehingga tidak terjadi," katanya

Diskusi ini bagian dari upaya pendalaman sendi-sendi yang terkait dengan akar masalah atau penyebab terjadinya peristiwa kemanusiaan tersebut.

Sekaligus menawarkan potensi solusi dengan memahami pihak-pihak yang dapat bertanggung jawab untuk bekerjasama secara sinergis agar kejadian tersebut tidak terulang lagi.

NTT merupakan sebuah daerah kepulauan, maka secara alamiah rawan terjadinya kejadian-kejadian serupa, apabila manusia selalu lalai dalam meyakinkan kajadian serupa tidak terjadi lagi.

"Inti dari diskusi publik ini berorientasi untuk mencari solusi, tanpa mencaritahu pihak mana yang harus disalahkan. Karena itu bukan tugas kami," ujarnya.

Baca juga: Kapal Cantika 77 Terbakar, Penyidik Polda NTT Tetapkan Nahkoda Kapal Jadi Tersangka

Diskusi publik ini bertujuan mencari dan memberikan berkontribusi akademik sebagai kaum Inteligensi Kristen.

"Kami mau meyakinkan bahwa kaum Inteligensi Kristen pun turut berperan dalam membangun masyarakat NTT yang  jauh lebih maju baik dari aspek cara pandang maupun aspek perubahan mentalnya.

"Melihat mentalitas kita saat ini tidak hanya pada pihak penyelenggara dan pemilik moda transportasi, tapi juga pengguna moda transportasi pun turur bertanggung jawab," kata dia lagi.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved