Berita Sumba Timur
Program SIAP SIAGA - SWAPAR di Sumba Timur Ditutup
Penutupan program pendampingan desa atau kelurahan sadar wisata tersebut berlangsung di Ruang Rapat Bupati Sumba Timur oleh Asisten Administrasi Umum
Penulis: Ryan Nong | Editor: Eflin Rote
Laporan Wartawan POS-KUPANG.COM, Ryan Nong
POS-KUPANG.COM, WAINGAPU - Program SIAP SIAGA - SWAPAR di Kabupaten Sumba Timur ditutup secara resmi, Selasa 25 Oktober 2022.
Penutupan program pendampingan desa atau kelurahan sadar wisata tersebut berlangsung di Ruang Rapat Bupati Sumba Timur oleh Asisten Administrasi Umum, Lu Pelindima atas nama Bupati Sumba Timur.
Acara penutup program dihadiri Direktur Yayasan Ume Daya Nusantara (UDN), Simon Sadi Openg bersama staf serta fasilitator desa, Victor Alex Udju. Selain itu hadir pula instruktur pendukung, para kepala desa serta perwakilan Pokdarwis kelurahan dan desa dampingan.
Dalam pemaparannya, Simon Sadi Openg menjelaskan, Program Siap Siaga - Swapar tersebut merupakan program pasca bencana yang didukung oleh Siap Siaga, sebuah kemitraan Australia- Indonesia untuk kesiapsiagaan bencana.
Program Siap Siaga - Swapar dilaksanakan di dua wilayah di Nusa Tenggara Timur yakni Kupang dan Kabupaten Sumba Timur selama sembilan bulan sejak Februari 2022. Empat wilayah dampingan program di Sumba Timur yakni Kelurahan Malumbi, Desa Watuhadang, Desa Lainjanji, dan Desa Kaliuda.
Menurut Simon, output pelaksanaan program jangka pendek itu telah melahirkan Pokdarwis Berbasis Masyarakat di wilayah dampingan. Selain itu, program juga menginisiasi keterlibatan kelompok inklusi atau kelompok rentan yang terdiri dari disabilitas, lansia dan perempuan rentan dalam peran peran strategis desa wisata.
Baca juga: Tambah Satu Kasus Baru, Total 10 Warga Sumba Timur Jalani Isolasi Mandiri Covid-19
Lebih jauh, program juga telah melahirkan Perdes tentang Desa Wisata Respon Covid-19 serta pendokumentasian isu dan strategi di desa serta mendukung peningkatan ekonomi kelompok.
Meski demikian, dengan rentang usia program yang sangat pendek, program Siap Siaga - Swapar juga memberikan rekomendasi kepada masyarakat dan pemerintah daerah.
Rekomendasi tersebut antara lain, peningkatan akses terhadap kelompok disabilitas di fasilitas publik, verifikasi kelompok inklusi yang belum memiliki identitas, pemutakhiran DTKS dan menindaklanjuti pengesahan Ranperdes yang telah dihasilkan serta Musrenbang khusus untuk kelompok inklusi.
Salah satu Instruktur Pelatihan untuk Program, Aidil Wicaksono Juniarto menambahkan, pentingnya upaya terus menerus untuk membangun ekosistem ekonomi dan wisata di desa.
Baca juga: Angka Stunting Kabupaten Sumba Timur Turun Signifikan Enam Bulan Terakhir
Ia berharap, meski program tersebut selesai namun ilmu dan pendampingan yang diberikan dapat diteruskan kelompok pokdarwis kepada pelaku UMKM lain di desa.
"Harapan besar kita semua tentu bisa menitip sesuatu untuk dibagi kembali. Pokdarwis bisa berbagi kembali ke UMKM. Jadi kita bangun ekosistem yang baik, jangan "beli putus", atau habis latihan trus menghilang," kata dia.
Kepala Desa Watuhadang, Rihart Watuwaya, Ketua Pokdarwis Kaliuda, Yohanis Bodi, dan anggota Pokdarwis Malumbi, Ryan Astri Mbipa senada menyampaikan ucapan terimakasih kepada Yayasan UDN yang telah mendampingi mereka.
Ketiganya menyebut bahwa kehadiran pokdarwis sangat bermanfaat bagi peningkatan ekonomi masyarakat, termasuk dalam hal penataan desa, pelibatan kaum inklusi dan pelatihan.