Paralegal Anak Adalah Orang Pilihan

Paralegal Anak adalah orang pilihan yang disiapkan agar bisa memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang cakap di bidang hukum guna menyelesaikan kasus

POS KUPANG/NOVEMY LEO
POS KUPANG/NOVEMY LEO PARALEGAL ANAK - Puluhan masyarakat dari Kabupaten Kupang, Flores Timur, Ende, Sumba dan Kabupaten Sikka, peserta pelatihan Paralagel Anak bersama LBH APIK NTT dan Child Fund, di Hotel Kristal. -- 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Paralegal Anak adalah orang pilihan yang disiapkan agar bisa memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang cakap di bidang hukum guna membantu penyelesaian masalah hukum yang dihadapi masyarakat.

Pernyataan ini disampaikan oleh Sri Rahayu dari BPHN kepada puluhan peserta pendidikan dan pelatihan Paralegal LBH APIK NTT, yang digelar sejak Selasa (18/10) hingga Jumat (21/10), di Hotel Kristal Kupang.

Menurut Srim, saat ini kehadiran 600-an lembaga bantuan hukum (LBH) belum dapat memenuhi kebutuan masyarakat pencari keadilan khususnya perempuan dan anak yang ada di Kabupaten Kota di Indonesia, termasuk di Provinsi NTT.

Karena itu, kehadrian Paralegal sangat dibutuhkan untuk menjadi perpanjangan tangan LBH hingga ke pelosok daerah.

Baca juga: Catatan Kritis Asosiasi LBH APIK Indonesia untuk Kasus Pembunuhan Brigadir J

Baca juga: DP3A dan LBH APIK NTT Jalin Kerjasama Pelayanan Akses Bantuan Hukum Bagi Masyarakat

"Paralegal diharapkan bisa berkontribusi untuk menjangkau masyarakat pencari keadilan yang berada di mana saja. Semoga setelah menjadi paralegal, bapa mama, om tante, kakak  bisa sial menangani persolaan hukum di wilayah maing-masing. Paralegal, kalian yang berada disini adalah orang pilihan," kata Sri.

Direktris LBH APIK NTT, Ansi D Rihi Dara melalui Ester Day SH mengatakan dengan dikeluarkannya Permenkumham No 3/2021, Paralegal harus memenuhi syarat khusus yak  iharus mendapatkan pengakuan dari BPHN dan dilakukan oleh Lembaga Pemberi Bantuan Hukum yang terakreditasi Kementrian Hukum dan HAM cq BPHN. Selain itu, kurikulumnya harus sesuai dengan pedoman pelatihan sebagaimana tertuang dalam lampiran Permenkuham 3/ 2021.

POS KUPANG/NOVEMY LEO
PARALEGAL ANAK - Puluhan masyarakat dari Kabupaten Kupang, Flores Timur, Ende, Sumba dan Kabupaten Sikka, peserta pelatihan Paralagel Anak bersama LBH APIK NTT dan Child Fund, di Hotel Kristal.
--
POS KUPANG/NOVEMY LEO PARALEGAL ANAK - Puluhan masyarakat dari Kabupaten Kupang, Flores Timur, Ende, Sumba dan Kabupaten Sikka, peserta pelatihan Paralagel Anak bersama LBH APIK NTT dan Child Fund, di Hotel Kristal. -- (POS KUPANG/NOVEMY LEO)

"Dan hari ini puluhan paralegal ini akan mendapatkan pendidikan dan pelatihan dimaksud," kata Ester.

Ester mengatakan, pendampingan hukum bagi perempuan dan anak, berbeda dengan penanganan kasus umum lainnya. Terutama kasus-kasus yang dialami oleh anak, baik anak sebagai korban, saksi maupun pelaku. 

"Pendampingan hukum bagi anak, perlu mempertimbangkan kepentingan terbaikbagi anak dan juga memperhatikan-hak-hak anak, terutama anak-anak yang berhadapan dengan hukum," kata Ester.

Pada konteks perlindungan anak, kehadiran paralegal akan membantu pemberi bantuan hukum, sejauh paralegal tersebut dapat memiliki pengetahuan hukum ditambah dengan pengetahuan khusus terkai tumbuh kembang anak serta perlindungan khusus bagi anak.

Baca juga: Begini Potret Pendampingan Hukum Gratis di LBH Apik NTT

Baca juga: Kiprah LBH APIK NTT Tetap Berpihak pada Kaum Lemah

Ester berharap pelatihan ini bisa meningkatkan pengetahuan hukum dan sikap dari paralegal yang berada di komunitas, juga meningkatkan keterampilan dalam melakukan pendampingan hukum, advokasi kebijakan yang ramah anak di komunitasnya. Bahkan Paralegal juga diharapkan tangguh dan mampu melakukan identifikasi masalah kekerasan di wilayahnya, penguatan korban.

"Paralegal juga bisa menyelesaian masalah di tingkat komunitas yang berpihak pada korban, menjalin jaringan dengan stakeholder demi peningkatan penanganan kasus kekerasan," kata Ester.

Reny dari ChildFund, berharap paralegal yang terakreditasi Kementrian Hukum dan HAM Cq BPHN ini bisa memiliki kemampuan pendampingan hukum dan advokasi kebijakan, secara khusus bagi anak. Dengan demikian anak-anak yang ada di wilayah NTT bisa terlindungi dan mendpaatkan perlindungan hukum dengan cepat, tepat dan baik.

Reny berharap dengan kegiatan ini paralegal yang terdiri dari perempuan dan laki-laki dari unsur, tokoh masyarakat, ibu rumah tangga, tokoh agama, tokoh pemuda bisa mengaktualisasi peran paralegal dengan baik dan benar di masyarakat.

Baca juga: Direktris LBH APIK NTT Ansi Rihi Dara Raih Local Heroes Award Tribun Institute 2020

Baca juga: LBH Apik NTT Bikin Syarat untuk Korban Tindak Kekerasan Saat Ingin Berkonsultasi Hukum

"Semoga kehadiran paralegal ini dalam memperluas akses masyarakat, anak dan kelompok termarjinal lainnya ke bantuan hukum dan keadilan. dan meningkatkan kapasitas dan ketrampilan pendampingan anggota PAtBM sebagai paralegal pelindung anak di desa," kata Reny.

Sejumlah peserta, Devis Liu, Andre Ronikus Noti dan Adolf Molina dari Desa Oenina, Kecamatan Aamrasi, Kabupaten Kupang merasa bangga bisa terpilih untuk  mengikuti pelatihan paralegal LBH APIK NTT.

Kegiatan ini akan dilaksankan oleh LBH APIK NTT dengan dukungan ChildFund dan BPHN Kemenhukham berlangsung mulai Selasa (18/10) hingga Jumat (21/10) di Hotel Kristal Kupang. (vel)

 

Sumber: Pos Kupang
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved