Catatan Kritis Asosiasi LBH APIK Indonesia untuk Kasus Pembunuhan Brigadir J

Asosiasi LBH APIK Indonesia memberikan catatan kritis terhadap kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J oleh Irjen Sambo,

pos kupang.com
PODCAST - Koordinator Liputan Pos Kupang, Novemy Leo bersama Program Manager Jakarta Feminist, Noval Auliady dan Staff Divisi Perubahan Kebijakan LBH Apik NTT, Adelaide Ratukore dan krua LBH APIK dan Jakarta Feminist, usai Pos Kupang Podcast, Jumat (14/7). 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Asosiasi LBH APIK Indonesia memberikan catatan kritis terhadap kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J oleh Irjen Sambo, Cs.

Catatan kritis Asosiasi LBH APIK Indonesia itu dirangkun dalam pernyataan sikap yang ditandatangani di Jakarta 10 September 2022 dan diterima Pos Kupang, Sabtu (10/9) pagi.

Asosiasi LBH APIK Indonesia mengatakan, kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J menyedot perhatian masyarakat sejak dua bulan lalu hingga hari ini. Tidak tanggung-tanggung kasus pembunuhan ini telah melibatkan banyak oknum kepolisian dalam daftar tersangka bahkan beberapa adalah pejabat perwira tinggi.

Total 83 polisi diperiksa, 35 orang direkomendasi dikurung di tempat khusus. Jumlah polisi yang terlibat terus bertambah terakhir menjadi 97 orang. Tujuh orang diantaranya sudah ditetapkan sebagai tersangka obstruction of justice atau perintangan penyidikan pembunuhan Brigadir J.

Terakhir, isu yang sangat mengemuka saat ini, terkait Analisa dan rekomendasi dua lembaga negara, Komnas HAM dan Komnas Perempuan bahwa terdapat indikasi kekerasan seksual bahkan perkosaan yang dialami oleh PC. Kedua lembaga tersebut merekomendasikan kepada penyidik untuk  menindaklanjuti temuan tersebut.

Baca juga: LBH APIK NTT Teken MoU dengan Dinas P3A Kabupaten TTS

Sebagian publik mempertanyakan kesimpulan dan rekomendasi dua lembaga HAM tersebut, karena pihak yang berwenang dalam hal ini penyidik Bareskrim Polri sejak 12 Agustus 2022 sudah menghentikan penyidikan atas laporan PC sebelumnya terkait pelecehan seksual yang ia alami, dengan dasar tidak ditemukan peristiwa pidana.

Asosiasi LBH APIK Indonesia sebagai organisasi yang menaungi 18 kantor lembaga bantuan hukum di 18 wilayah/provinsi untuk perempuan, anak dan kelompok rentan, serta aktif memperjuangkan berbagai kebijakan pro korban kekerasan berbasis gender sejak 1995.

Karena itu, LBH APIK Indonesia menyampaikan dua pernyataan sikap. 

Menurut LBH APIK Indonesia,  konteks utama perhatian publik adalah pada rekayasa dan skenario yang dibuat oleh para Tersangka pembunuhan Brigadir J dan motif pelecehan seksual yg dialami PC sbg alasan Utama para tersangka melakukan pelanggara Pasal 340 subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 dan 56 KUHP.

Skenario awal berikut motif yang dikatakan Tersangka Ferdy Sambo untuk menjaga marwah keluarga, runtuh seluruhnya dan karena itu kepolisian mengeluarkan SP3 atas laporan tersebut.

Asosiasi LBH APIK Indonesia mengapresiasi kerja kepolisian yang melaksanakan tugasnya membongkar skenario yang dibuat dengan melakukan obstruction of justice. Kasus ini dapat menjadi salah satu yang akan dilihat publik agar Polri dapat menunjukkan independensi.

Asosiasi LBH APIK Indonesia juga menyampaikan empati dan duka yang dalam  kepada keluarga alm Brigadir J dengan pengharapan bahwa keadilan dan kebenaran dapat di tegakan untuk almarhum.

Asosiasi LBH APIK Indonesia juga sangat menghargai sikap tegas Ibu Rosti Simanjuntak yang tidak menerima begitu saja perlakuan terhadap Putera nya yang bukan saja dibunuh dengan cara-cara tak berkemanusiaan tapi juga melanggar hak asasi keluarga untuk melihat jasad sang putera.

* Catatan Kritis untuk  Lembaga lembaga Pemantau HAM, Hak Asasi Perempuan dan LPSK

Halaman
1234
Sumber: Pos Kupang
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved