Liputan Khusus

Lipsus Dua Anak di NTT Meninggal, Apotek Tarik Obat Sirup Anak

Dua orang anak di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), meninggal dunia akibat gagal ginjal akut, mengakibatkan seluruh apotek menarik semua obat sirup

outsourcing-pharma.com
Gagal Ginjal Akut Bisa Terjadi Hanya Dalam Hitungan Jam, Ternyata ini Pemicunya. (FOTO: ILUSTRASI GINJAL) 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Dua orang anak di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), meninggal dunia akibat gagal ginjal akut, mengakibatkan seluruh apotek menarik semua obat sirup untuk anak. 

Salah satunya  apotek di Kabupaten Manggarai (Matim) mulai kosongkan etalase penjualan obat bentuk cair dan sirup. Pengosongan itu dilakukan menyusul Himbauan Kementrian Kesehatan RI, penghentian sementara penjualan obat sirup itu berkaitan dengan adanya temuan 192 kasus gagal ginjal akut misterius pada anak di Indonesia.

Pantauan Pos Kupang, Kamis (20/10), beberapa Apotek di Manggarai berinisiatif untuk tidak menjual lagi obat anak berbentuk cair atau sirup.

"Untuk sementara Kami sudah sisihkan dari etalase sejak kemarin pak, pas mendapatkan informasi dari pemberitaan," Egi Sleman karyawan di Apotek Kimia Farma Ruteng. Beberapa Apotik di Ruteng juga belum mendapatkan surat resmi, baik dari pemerintah maupun BPOM.

Egi mengaku, pihaknya sudah mengosongkan etalase obat sirup sebelum ada surat edaran itu. "Kami belum mendapat surat resmi, tapi kami sudah kosongkan etalase," ujar Egi

Kepala Dinas Kesehatan Matim, dr. Bertolomeus Hermopan mengaku sudah memberikan menghimbau kepada masyarakat, Kapus dan Nakes untuk memberhentikan sementara penyaluran. "Kita sudah membuat surat meneruskan informasi itu kepada masyarakat, petugas kesehatan, untuk mengurangi sampai waktu yang ditentukan oleh pemerintah pusat," kata Hermopan.

Apotek-apotek juga diimbau untuk tidak meresepkan bahkan menjual bebas. Adapun yang masih menjual bebas dikatakan Hermopan, yang berhak untuk menindak merupakan kewenangan Penegak Hukum dan BPOM.

Sementara itu, untuk saat ini di Kabupaten Manggarai belum ada laporan terkait kasus serupa. Dinkes Manggarai juga sedang melakukan pendataan bagi anak umur 1- 8 tahun sebagai upaya preventif.

Baca juga: Ini Penyebab Gagal Ginjal, Simak Gejala Penyakit dan Cara Mencegahnya 

Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, SSos MSi meminta warganya jangan mengkonsumsi obat yang berbahaya bagi anak-anak. Dan orangtua yang ingin memberikan obat kepada anak-anak harus dengan resep dokter.

"Saya akan meminta dinas teknis agar menertibkan obat-obat yang dilarang agar jangan dijual di apotik. Pemerintah akan mengawasi secara ketat agar obat-obat yang dilarang IDI yang berbahaya bagi kesehatan anaK," kata Bupati Roberto.

Menurut Bupati Roberto, pihaknya akan melakukan pengecekan ke semua apotik agar jangan lagi menjual obat cair dan sirup bagi anak.

"Pemerintah tentunya akan mengambil langkah dengan melakukan sosialisasi kepada warga. Tetapi kesadaran warga sangat kita harapkan. Jangan beli obat cair bagi anak yang dilarang dokter," ujar Bupati Sikka.

Ia menegaskan, kepada semua tenaga kesehatan pada fasilitas pelayanan kesehatan baik RSUD Maumere maupun Puskesmas di seluruh Kabupaten Sikka untuk sementara ini agar tidak meresepkan obat-obatan dalam bentuk sediaan cair/ sirup sampai hasil penelusuran dan penelitian "Sementara mari kita ikut anjuran IDI. Semua demi kesehatan anak-anak kita," kata Bupati Sikka.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Barat (Sumbar), drg Bonar B Sinaga menghimbau kepada orang tua agar untuk sementara waktu jangan memberi obat sirup kepada anak-anak yang sedang sakit. Sebaiknya anak-anak alami sakit khususnya batuk pilek dan sulit buang air kecil, untuk segera dibawa ke rumah sakit atau puskesmas terdekat agar bisa mendapatkan penanganan pertama yang baik dan benar.

Halaman
1234
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved