Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Selasa 18 Oktober 2022, Waktu dan Situasi Dapat Mengubah Manusia
Renungan Harian Katolik berikut disiapkan oleh RP. Markus Tulu SVD dengan judul Waktu dan Situasi Dapat Mengubah Manusia.
POS-KUPANG.COM - Renungan Harian Katolik berikut disiapkan oleh RP. Markus Tulu SVD dengan judul Waktu dan Situasi Dapat Mengubah Manusia.
RP. Markus Tulu menulis Renungan Harian Katolik ini dengan merujuk 2Timotius 4:10-17a, dan bacaan Injil Lukas 10:1-9.
Di akhir Renungan Harian Katolik ini disediakan pula teks lengkap bacaan Selasa 18 Oktober 2022 beserta mazmur tanggapan dan bait pengantar Injil.
Pada Pesta Santo Lukas, penulis Injil, kehidupan kita kaum beriman seakan diingatkan dan diteguhkan.
Hal ini secara amat nyata kita lihat pada keyakinan rasul Santo Paulus, "Tuhan telah mendampingi aku dan menguatkan aku, supaya dengan perantaraanku Injil diberitakan dengan sepenuhnya dan semua orang bukan Yahudi mendengarkannya."
Dengan keyakinan seperti ini Paulus sebenarnya mau meneguhkan kita bahwa waktu dan situasi dapat mengubah manusia entah menjadi tetap setia dalam menjalankan misi seperti mewartakan Injil atau kemudian berbalik arah meninggalkan misi dan meninggalkan Allah.
Di sini dibutuhkan dari kita iman yang teguh dan sikap yang senantiasa berwaspada. Supaya kita tetap berada di jalan Tuhan yakni jalan kebenaran dan keselamatan.
Memang tidak mudah untuk hidup dengan menjadi tetap setia kepada Allah. Karena begitu banyak tawaran yang menggiurkan dan menggoda.
Tapi jika hati kita tetap terbuka terhadap gerakan Roh Tuhan, Dia pasti menuntun dan memimpin kita kepada kebijaksanaan hidup yang menyelamatkan.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Hari Ini Minggu 16 Oktober 2022, Berdoa: Mengganggu Waktu Tuhan
Kita dipanggil dan diutus Tuhan seperti anak domba ke tengah-tengah serigala. Di sinilah situasi dan waktu yang menantang kita.
Apakah kita tetap setia dan militan mempertahankan iman meskipun berhadapan dengan tantangan dan ancaman yang begitu kejam dan kasar.
Atau kita kan segera berubah sikap mengikuti arus dunia yang bisa saja membinasakan dan menghancurkan hidup kita.
Kita bukanlah utusan Allah yang sejati jika hidup dan perjuangan kita bergantung penuh pada kelemahan dan kekuatan pribadi.
Kita dipanggil dan diutus Tuhan dengan penegasan, "Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala. Dan lebih lanjut Yesus melarang ketat untuk tidak membawa apa pun dalam perjalanan misi.
Hal ini mempunyai maksud supaya hidup dan perutusan kita hanya sepenuhnya bergantung pada kekuatan Allah.