Timor Leste

Presiden Timor Leste Ramos Horta Segera Kunjungan ke Kerajaan Kamboja

Presiden Timor Leste Jose Ramos Horta akan mengunjungi Kamboja dalam minggu ini, sementara Kamboja akan menjadi tuan rumah KTT ASEAN.

Editor: Agustinus Sape
SPM
BERTEMU - Presiden Timor Leste Jose Ramos Horta saat bertemu Perdana Menteri Kamboja Hun Sen di PBB New York pada 23 September 2022. 

POS-KUPANG.COM - Presiden Timor Leste Jose Ramos Horta akan mengunjungi Kamboja dalam minggu ini, sementara Kamboja akan menjadi tuan rumah KTT ASEAN dan pertemuan terkait bulan depan. Ramos Horta berharap Timor Leste menjadi anggota ASEAN yang ke-11 pada 2023.

“Pada minggu ketiga Oktober saya akan mengunjungi Kamboja atas undangan Yang Mulia Raja. Teman kami Perdana Menteri Hun Sen, yang memegang jabatan ketua bergilir ASEAN, adalah salah satu pendukung kami yang paling bersemangat untuk keanggotaan ASEAN,” kata Ramos Horta di Majelis Umum PBB ke-77.

Dia menambahkan bahwa dengan dukungan dari semua negara anggota ASEAN dan sekretariatnya yang sangat kompeten serta PBB, UE dan ADB, bangsanya telah membuat kemajuan yang signifikan dalam persiapan mereka untuk aksesi ASEAN.

 

Dia juga mengatakan bahwa para ahli senior dari ASEAN telah melakukan tinjauan menyeluruh terhadap kesiapan aksesi ASEAN Timor Lorosae dan telah bekerja dengan Timor Lorosae untuk membuat kemajuan pada tiga pilar blok: Politik-keamanan, sosial-budaya dan ekonomi.

“Laporan mereka mendukung pandangan kami sendiri dan pandangan Badan PBB, lembaga Breton-Woods – serta ADB dan misi asing yang berbasis di Dili – bahwa Timor Lorosa'e telah membuat langkah signifikan sejak kemerdekaan dan bahwa kita harus disambut di ASEAN sebagai negaranya. anggota ke-11. Kami berharap menjadi anggota penuh pada 2023,” lanjutnya.

Dia juga mengatakan bahwa dia berharap pada tahun 2023 Timor Leste akan mendapatkan aksesi WTO yang dia sebut sebagai perpanjangan alami dari integrasi ekonomi regional dan global negaranya.

Dia mencatat bahwa baik aksesi ASEAN maupun WTO didorong oleh kepentingan ekonomi Timor Lorosae sendiri, seperti proses reformasi ekonomi domestiknya yang bertujuan untuk memastikan lingkungan yang memungkinkan yang sehat untuk investasi nasional dan diversifikasi ekonomi nasional.

Keanggotaan ASEAN merupakan keharusan strategis yang sama pentingnya bagi stabilitas dan kemakmuran Timor Lorosa'e, seperti halnya perdamaian dan kemakmuran di Timor Lorosae bagi ASEAN. Meskipun perdamaian dan kemakmuran di lingkungan kita menguntungkan semua pihak, konflik atau ancaman daripadanya dan risiko yang berasal dari satu negara pasti akan berdampak pada negara lain,” kata Ramos-Horta.

Baca juga: Timor Leste Heboh Kasus Penyitaan Uang, Wamen Kehakiman Minta Direktur Badan Intelijen Dipecat

Berbicara pada pembukaan Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN di Phnom Penh pada awal Agustus, Perdana Menteri Hun Sen menyatakan optimisme bahwa Timor Leste akan segera dapat bergabung dengan ASEAN.

Kamboja akan menjadi tuan rumah KTT ASEAN ke-40-41 dan pertemuan terkait pada 8-13 November di Phnom Penh dan telah mengirimkan undangan ke semua negara anggota ASEAN, kecuali Myanmar, yang diminta untuk mengirim perwakilan non-politik karena krisis politik internal yang sedang berlangsung dan kurangnya kemajuan dan komitmen yang ditunjukkan dengan penerapan konsensus lima poin ASEAN.

Kamboja juga telah mengirimkan undangan ke sekretariat ASEAN dan 10 mitra dialog ASEAN serta beberapa organisasi regional dan internasional.

Hun Sen baru-baru ini mengumumkan bahwa Kamboja juga telah mengundang presiden Bank Dunia, direktur jenderal IMF, presiden ADB, direktur jenderal WTO, presiden Dewan Eropa, presiden Organisasi Kerjasama Shanghai dan kepala Forum Ekonomi Dunia untuk KTT dan pertemuan di Phnom Penh.

Sumber: phnompenhpost.com

Ikuti berita Pos-kupang.com di GOOGLE NEWS

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved