Pilpres 2024
Rencana Reshuffle Kabinet Jokowi Pasca Anies Baswedan Capres Nasdem, Hasto PDIP: Sangat Bagus
Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto menyatakan Jokowi berhak berencana karena mengetahui kinerja menteri yang dibawahinya.
"Rencana selalu ada. Pelaksanaan nanti diputuskan," ujar Jokowi dengan singkat saat meninjau lokasi proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung yang berada di Tegalluar, Jawa Barat, Kamis.
Baca juga: Zulfan Lindan Beberkan Hasil Kajian NasDem: Anies Baswedan Bakal Lebih Dahsyat dari Jokowi
Jokowi menyampaikan rencana reshuffle setelah sebelumnya, sejumlah relawan Presiden Joko Widodo meminta agar para menteri yang merupakan kader Partai Nasdem diganti.
Hal itu disampaikan setelah partai besutan Surya Paloh itu mendeklarasikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai capres.
“Kami meminta kepada Bapak Presiden untuk segera memberhentikan para menteri yang berasal dari Partai Nasdem,” ujar perwakilan relawan Jokowi, Fredi Moses Ulemlem di kawasan Jakarta Pusat, Senin 10 Oktober 2022.
Tak khawatir
Partai Nasdem tak memiliki kekhawatiran tiga menterinya bakal terkena reshuffle dari Presiden Joko Widodo setelah Nasdem mengusung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai calon presiden (capres).
Ketua DPP Bidang Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Nasdem Effendi Choirie menegaskan, Jokowi tak akan mengambil keputusan tersebut karena menghargai perjuangan Surya Paloh yang membantu pemenangannya pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 dan 2019.
“Saya yakin Jokowi sadar itu, betapa besar pengorbanan Pak Surya Paloh dan Nasdem untuk kemenangan Jokowi,” tutur dia kepada wartawan, Senin 10 Oktober 2022.
Ia menyampaikan, Kabinet Indonesia Maju merupakan hasil koalisi partai politik (parpol) pada Pilpres 2019.
Baca juga: NasDem Buka Peluang Anies Baswedan Berpasangan dengan Puan Maharani di Pilpres 2024, Hasilnya Pasti
Sementara itu, keputusan Partai Nasdem mengusung Anies untuk kepentingan pemenangan Pilpres 2024.
“Bukan untuk menggantikan Jokowi di tengah jalan. Jadi kesetiaan Nasdem terhadap pemerintah sekarang ini sampai akhir masa jabatan,” kata dia.
Effendi juga mengomentari pernyataan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto yang menyebut “biru” terlepas dari pemerintahan karena punya capres sendiri.
Ia meminta Hasto menghargai keputusan yang diambil oleh Partai Nasdem.
“Ke depan kita berharap para pemimpin partai bernarasi yang baik, mendidik, yang membuat rakyat menjadi optimis,” kata dia.
“Kalau ada persaingan maka dilakukan dengan cara fair dan sehat. Bukan saling menyudutkan, apalagi menyebar hoaks dan fitnah,” ucap Effendi.