Berita Lembata
Karang Taruna Alikura Desa Kalikur Lembata Adakan Sekolah Adat
Kegiatan Sekolah Adat dalam rangka memperkenalkan warisan Budaya Masyarakat Desa Kalikur sebagai pengetahuan Budaya kepada generasi Muda Kalikur
Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Edi Hayong
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo
POS-KUPANG..COM, LEWOLEBA- Karang Taruna Alikura Kalikur Lembata mengadakan Sekolah Adat di Desa Kalikur, Kecamatan Buyasuri, Jumat, 7 Oktober 2022.
Kegiatan yang sebelumnya direncanakan akan dilaksanakan pada tanggal 23-26 September ini mengalami kendala teknis di lapangan sehingga diundur sampai pada tanggal 7-9 Oktober 2022 di Alang Aya Desa Kalikur.
Kegiatan Sekolah Adat Karang Taruna Alikura Desa Kalikur merupakan salah satu program kegiatan Karang Taruna bersama Himpunan Masyarakat Muda Edang atau HAMMANG dalam rangka memperkenalkan warisan Budaya Masyarakat Desa Kalikur sebagai pengetahuan Budaya kepada generasi Muda Kalikur secara khusus dan masyarakat edang secara Umum.
Hal ini disampaikan oleh Ketua Panitia Sekolah Adat Karang Taruna Alikura, Fauji Baco.
"Kegiatan yang tengah kami adakan ini merupakan bentuk keprihatinan kami sebagai masyarakat muda desa Kalikur terkait warisan budaya serta pengetahuan adat yang semakin pudar di tengah arus globalisasi," ujarnya.
Kegiatan ini sengaja dirancang selama tiga hari dengan tiga tema utama yakni, kesenian adat, struktur masyarakat adat, sejarah desa Kalikur, dan diakhiri dengan mengunjungi situs budaya yang ada di Desa Kalikur.
"Semoga Kegiatan ini paling tidak bisa menjadi referensi bagi kaum muda khusunya di Desa Kalikur untuk lebih dekat dan Mengenal Budayanya Sendiri," ungkap Fauji.
Baca juga: Program Momentum USAID Sinkronisasi Program Dengan Pemda Lembata Untuk Atasi AKI-AKB
Kegiatan ini mendapat sambutan baik oleh Masyarakat serta apresiasi dari Penjabat Bupati Lembata.
Menurut Kepala Dinas Perpustakaan Lembata Apolonaris Mayan bahwa kegiatan sekolah adat ini merupakan kegiatan perdana yang diselenggarakan oleh Karang Taruna maupun pemerintah desa di tingkat Kabupaten Lembata.
Dikatakan Apol hal seperti ini perlu mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari pemerintah. Tujuannya supaya ke depannya kegiatan seperti ini tidak saja dilakukan selama tiga hari dan selesai, tetapi bisa terus dipupuk agar generasi muda bisa mengenal budayanya dan bisa dapat membentuk kepribadian mereka sesuai nilai dan Budaya yang ada.
"Di tengah kehidupan yang ada hari ini nyatanya banyak generasi kita yang sudah mulai tergerus oleh budaya luar yang semakin mengglobal, olehnya itu kegiatan semacam ini diharapkan bisa dapat menjadi upaya dalam membentuk karakter generasi sesuai nilai Budayanya sendiri," tutup Apol Mayan
Acara pembukaan sekolah adat juga turut diwarnai dengan kesenian tarian hedung oleh anggota Karang Taruna Alikura Desa Kalikur.
Sedangkan Kepala Desa Kalikur Amin Hasan mendorong generasi muda terkhusus di Desa Kalikur agar bisa dapat mengenal sekaligus mengembalikan nilai budaya yang sedikit demi sedikit termakan oleh arus jaman yang semakin modern, mengingat Kalikur merupakan desa bersejarah dan memiliki banyak warisan budaya yang telah lama terkubur oleh arus jaman.
"Kami juga Mengapresiasi dan Mendukung Penuh Kegiatan Sekolah Adat ini agar nilai dan pengetahuan yang ditanamkan melalui sekolah adat ini bisa dihidupkan kembali dalam pribadi generasi hari ini dan yang akan datang," tutur Amin.
Baca juga: Pemda Lembata Perlu Rancang Pertanian Organik Bebas Residu Pestisida
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/pengurus-karang-taruna-alikura-kalikur-lembata.jpg)