Berita Lembata
Program Momentum USAID Sinkronisasi Program Dengan Pemda Lembata Untuk Atasi AKI-AKB
Program Momentum USAID melakukan sinkronisasi program kesehatan ibu dan anak dengan pemerintah daerah dalam pertemuan di Ruang Rapat Bupati Lembata
Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Ferry Ndoen
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, RICKO WAWO
POS-KUPANG.COM, LEWOLEBA - Program Momentum USAID melakukan sinkronisasi program kesehatan ibu dan anak dengan pemerintah daerah dalam pertemuan di Ruang Rapat Bupati Lembata, Selasa, 6 September 2022.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Stefanus Bere, Senior Program Manager Momentum dari Save the Children dan Senior Program Manager Momentum USAID Area Flores, dr Henyo Kerong.
Sinkronisasi Program Momentum dilakukan bersama dengan pihak Dinas Kesehatan, RSUD Lewoleba, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Bappelitbangda Kabupaten Lembata.
"Proses ini menjadi wadah untuk memastikan upaya percepatan penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi dan selaras dan tepat sasaran mengingat program ini Momentum menjalankan sebagian pekerjaan Kementrian Kesehatan," kata Nestor Tukan, Koordinator Distrik Lembata Program Momentum kepada Tribun Flores.
Menurut Nestor, tujuan dari kegiatan sinkronisasi itu ialah pertama, menginformasikan Rencana Kerja Momentum Tahun 2022 – 2023. Kedua, menginformasikan Kebijakan dan Program Kegiatan OPD terkait Percepatan Penurunan AKI dan AKB tahun 2023. Ketiga, merumuskan Sinkronisasi kegiatan Program Momentum USAID Bersama OPD terkait.
Baca juga: USAID Cluster Flores Selenggarakan Lokakarya Jejaring Sistim Rujukan Kesehatan Ibu dan Bayi
"Kehadiran Program Momentum USAID di Provinsi Nusa Tenggara Timur sejak tahun 2021 menjawab persoalan tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di mana pada tahun 2020 jumlah kasus kematian ibu di NTT sebanyak 149 kasus dan jumlah kasus kematian
Bayi baru lahir mencapai 744 kasus sedangkan presentasi angka stunting mencapai 24,2 persen," papar Nestor.
Katanya, situasi Kesehatan Ibu dan Bayi di tingkat Kabupaten Lembata juga tidak jauh berbeda dengan persoalan
provinsi tersebut. Data yang terlapor pada Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata menunjukkan bahwa untuk Kematian Bayi per Juni 2022 sudah terdapat 17 kasus bayi lahir mati, dan 3 kasus kematian neonatal dengan usia 0 – 6 hari dengan faktor penyebab adalah Berat Bayi Lahir Rendah,
sebuah faktor yang dapat dicegah mulai dari lingkungan keluarga.
Sementara itu, pada tahun 2021terdapat 3 kasus kematian ibu, 26 kasus kematian bayi lahir mati, dan 12 kasus kematian neonatal. Sedangkan di tahun 2020 terdapat 5 kasus kematian ibu, 24 kasus bayi lahir mati, dan 16 kasus kematian neonatal dengan faktor penyebab antara lain asfiksia, berat bayi rendah, kelahiran prematur untuk kasus kematian bayi yang dapat dicegah jika dapat dideteksi sejak dini.
"Momentum sebagai program yang mendukung percepatan penurunan AKI dan AKB telah bekerjasama dengan pemerintah daerah terkait salah satunya bersama Pemerintah Kabupaten Lembata melalui penguatan Dinas Kesehatan, Rumah Sakit dan Puskemas di Kabupaten Lembata dengan melibatkan segenap stakeholder guna menekan dan mempercepat penurunan AKI & AKB di
daerah ini," pungkasnya. (*)
Ikuti berita POS-KUPANG.com di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/ausaid-ksx.jpg)