Berita Sikka

WALHI NTT Desak APH Tindak Tegas Terduga Pelaku Perambahan Hutan di Natakoli Sikka

Dikatakan Umbu Wulang, pihaknya menilai aktifitas perambahan dalam kawasan hutan menunjukan minimnya upaya pencegahan dan perlindungan

Editor: Edi Hayong
TRIBUNFLORES.COM/ARNOLD WELIANTO
AMANKAN- Polisi Kehutanan Kabupaten Sikka mengamankan barang bukti kayu yang ditebang oknum warga Desa Natakoli di wilayah kawasan hutan lindung Egon Ilin Medo di Desa Natakoli Kecamatan Mapitara Kabupaten Sikka, Kamis, 29 September 2022 pagi 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Arnold Welianto 

POS-KUPANG.COM, MAUMERE - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia Eksekutif Daerah Nusa Tenggara Timur atau WALHI NTT mendesak Aparat penegak hukum (APH) menindak tegas para pelaku perambahan hutan lindung Egon Ilin Medo di Desa Natakoli Kecamatan Mapitara Kabupaten Sikka.

Hal ini disampaikan Direktur WALHI NTT Umbu Wulang Tanaamah Paranggi ketika dimintai tanggapannya terkait maraknya perambahan hutan di Kabupaten Sikka,  Kamis  6 Oktober 2022.

Dikatakan Umbu Wulang, pihaknya menilai aktifitas perambahan dalam kawasan hutan menunjukan minimnya upaya pencegahan dan perlindungan dalam kawasan hutan lindung.

Spirit perlindungan untuk kepentingan konservasi pada status kawasan lindung tidak sejalan dengan aktifitas pencegahan perambahan.

"Aparat berwajib tidak hanya menyita barang bukti kayu yang sudah diolah itu, tetapi juga harus menangkap pelaku pembalakan tersebut" tegasnya .

Baca juga: WTM Sikka Desak Polisi Kehutanan Usut Tuntas Kasus Perambahan Hutan Lindung di Natakoli Sikka 

Menurutnya kasus semacam ini seharusnya jadi pembelajaran bagi perintah untuk memperkuat urusan pencegahan dan perlindungan dalam kawasan hutan lindung. 

"Terkait kasus perambahan hutan di kawasan hutan lindung Egon Ilin Medo WALHI NTT mendesak aparat penegak hukum untuk menindak tegas para pelaku perambahan hutan" pintanya.

Pihak Aparat Penegak Hukum, menurut dia, harus mengusut tuntas pelaku yang menebang pohon yang sudah berusia puluhan tahun yang berada di kawasan hutan lindung Egon Ilin Medo di Desa Natakoli Kecamatan Mapitara.

Siapa saja oknum yang terlibat, dalam kegiatan pencurian kayu di Hutan Lindung, harus diproses secara hukum, dan tidak ada pilih kasih.

Kegiatan pembalakan yang merusak hutan lindung, pencemaran lingkungan dan merugikan negara itu, harus secepatnya dihentikan penegak hukum, serta jangan dibiarkan berlarut-larut, sehingga dapat menimbulkan bencana alam.

Baca juga: Polisi Kehutanan Sikka Tangkap Terduga Pelaku Penebangan Kayu di Kawasan Hutan Lindung

Sebelumnya, Andre Dite anggota Polisi Kehutanan Sikka pada Senin 3 Oktober 2022 sore mengatakan Polisi Kehutanan Unit Pelaksana Teknis Kesatuan Pengelola Hutan (UPT KPH) Kabupaten Sikka mengamankan 8 orang terduga pelaku penebangan hutan di wilayah Popowolot di Desa Natakoli Kecamatan Mapitara Kabupaten, 29 September 2022 lalu.

Petugas mengamankan Kayu yang ditebang terdata oleh petugas sebanyak 40 tonggakan dengan ukuran berfariasi dengan hasil olahan sebanyak 296 keping antara lain hasil olahan berupa papan dan balok.

Selain itu Petugas langsung mengamankan 8 orang yang diduga sebagai penebangan pohon di wilayah hutan lindung egon Ilin Medo dan barang bukti kayu dan dua buah gergaji mesin (Sensor).(*)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved