Berita Sikka

Polisi Kehutanan Sikka Tangkap Terduga Pelaku Penebangan Kayu di Kawasan Hutan Lindung

Penangkapan sejumlah warga Natakoli tersebut berawal dari informasi masyarakat setempat

Editor: Edi Hayong
TRIBUNFLORES.COM/ARNOLD WELIANTO
AMANKAN - Polisi Kehutanan Kabupaten Sikka mengamankan barang bukti kayu yang ditebang oknum warga Desa Natakoli di wilayah kawasan hutan lindung Egon Ilin Medo di Desa Natakoli Kecamatan Mapitara Kabupaten Sikka, Kamis, 29 September 2022 pagi. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Arnold Welianto 

POS-KUPANG.COM, MAUMERE- Polisi Kehutanan Sikka menangkap sejumlah warga Desa Natakoli yang diduga sebagai terduga pelaku penebangan kayu di kawasan hutan lindung di wilayah Popowolot di Desa Natakoli Kecamatan Mapitara Kabupaten Sikka, 29 September 2022 lalu.

Penangkapan sejumlah warga Natakoli tersebut berawal dari informasi masyarakat setempat.

Menanggapi laporan tersebut, Polisi Kehutanan langsung berkoordinasi dengan pihak Kantor Unit Pelaksana Teknis Kesatuan Pengelola Hutan (UPT KPH) Kabupaten Sikka dan langsung menuju ke Desa Natakoli untuk mengklarifikasi lapangan terhadap laporan masyarakat tersebut.

Demikian dikatakan Andre Dite anggota Polisi Kehutanan Sikka pada Senin 3 Oktober 2022 sore.

Menurutnya dari hasil pemeriksaan di lapangan ditemukan benar sesuai dengan laporan masyarakat bahwa benar telah terjadi penebangan hutan di wilayah hutan lindung Egon Ilin Medo yang berada di wilayah Popowolot Desa Natakoli Kecamatan Mapitara.

Baca juga: Wabup John Lado Minta Pembebasan Lahan Kawasan Hutan Lindung di Lamboya

"Hasil pengamatan lapangan dan penentuan titik koordinat GPS, ternyata benar bahwa lokasi itu berada di kawasan hutan lindung Egon Ilin medo" ujarnya.

Dikatakannya, Kayu yang ditebang terdata oleh petugas sebanyak 40 tonggakan dengan ukuran bervariasi dengan hasil olahan sebanyak 296 keping antara lain hasil olahan berupa papan dan balok.

Selanjutnya Petugas langsung mengamankan 8 orang yang diduga sebagai penebangan pohon di wilayah hutan lindung Egon Ilin Medo dan barang bukti kayu dan dua buah gergaji mesin (Sensor)

"Mereka ada 8 orang, 3 orang tukang pikul, 3 orang tukan sensor dan 2 orang yang menyatakan pemilik kawasan itu sudah kami panggil mengahadap di kantor dan kami sudah mengambil keterangan dan sudah dibuat dengan laporan kejadian pada Jumat, 30 September 2022" katanya

Lanjut Andre Dite, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak Polres Sikka untuk pengangkutan barang bukti dan selanjutnya akan diproses lebih lanjut.

Baca juga: Kawasan Hutan Lindung Yawila, Sumba Barat Daya Terancam Punah

Selain itu, Pihaknya juga berkoordinasi dengan Penyidik Direktur Jenderal Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) 

"Hari ini kami sudah mengirim surat ke penyidik Gakkum sebagai langkah upaya bantuan penyeledikan lebih lanjut " katanya.(*)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved