Polisi Tembak Warga Belu

Polisi Tembak Warga Belu, Korban Sempat Minum Kopi Sebelum Dikejar dan Ditembak Polisi

Korban ditembak karena melarikan diri saat hendak ditangkap polisi. Korban adalah salah satu tersangka kasus penganiayaan yang selama ini buronan

Penulis: Teni Jenahas | Editor: Edi Hayong
POS KUPANG.COM/TENI JENAHAS
ARAK- Jenazah korban penembakan oleh polisi diarak keliling beberapa tempat di Atambua oleh keluarga, Selasa 27 September 2022. 

Laporan Reporter POS KUPANG. COM, Teni Jenahas

POS KUPANG. COM, ATAMBUA- Gerson Yaris Lau (18) tewas ditembak anggota Buser Polres Belu, di Dusun Motamoruk, Desa Tasain, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten  Belu, Selasa 27 September 2022, sekitar pukul 09.30 Wita. 

Korban ditembak karena melarikan diri saat hendak ditangkap polisi. Korban adalah salah satu tersangka kasus penganiayaan yang selama ini menjadi buronan

Salah satu saksi, Petronela Manehat yang melihat kejadian itu saat diwawancara Pos Kupang. Com di RSUD Atambua menuturkan, sebelum dikejar dan ditembak polisi, korban sempat minum kopi di rumah kakeknya, Yohanes Taek.

Korban datang ke rumah kakeknya untuk mengikuti acara adat keluarga (kasih masuk belis). 

Korban dan keluarga tidak mengetahui polisi datang mengejarnya. Keluarga di sekitar itu juga tidak mengetahui persis kalau korban terlibat dalam kasus penganiyaan. 

Saat polisi datang, kata Petronela, korban berada dalam rumah sementara minum kopi sedangkan nenek korban yang berada di luar rumah melihat ada orang baru datang dan tidak mengetahui persis kalau itu adalah polisi.

Baca juga: Polisi Tembak Warga Belu, Kapolda NTT Perintahkan Bidang Propam Pulbaket

Melihat orang datang, nenek korban menyampaikan kepada suaminya Yohanes Taek bahwa orang datang ke rumah. 

Mendengar informasi itu, korban langsung kaget dan merasa tidak tenang. Korban melihat orang yang datang itu dari jendela lalu tiba-tiba korban merasa tidak tenang dan serobot keluar dari dalam rumah lewat pintu belakang. 

"Dong tidak tahu buser ke sana. Dong ada minum kopi. Mama tua yang tegur bilang Bapa ada orang yang datang. Mama tua tidak tahu itu buser. Terus dia (korban-Red) punya hati langsung ke kaget begitu. Dia bangun lihat lewat jendela terus dia bangun keluar lewat pintu belakang", kisah Petronela. 

Saksi lainnya, Maria Fatima Telik menuturkan, ia mengetahui kejadian itu saat terjadi bunyi ledakan senjata sebanyak lima kali. 

"Saya keluar dari kamar mandi, saya dengar tembakan lima kali. Terus mereka bilang tangkap-tangkap. Saya lari keluar, bilang mau tangkap siapa karena kami punya anak laki laki semua. Saya pikir dong mau kejar kami punya anak-anak", terang Maria. 

Menurut Maria, saat tembakan peringatan itu, korban lari ke arah jalan dan polisi sebanyak empat orang mengejar korban. 

Baca juga: Polisi Tembak Warga Belu, Fosmab Kupang Kutuk Keras Aksi Pelaku

"Dia yang meninggal ini lari menuju ke jalan raya. Polisi sudah kejar. Polisi sudah tembak lima kali,' tuturnya. 

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved