Berita NTT

Kakanwil Kemenkumham NTT, Marciana Dominika Jone: 3.178 Desa di NTT Belum Kategori Sadar Hukum

Saat seminar, Kakanwil Kemenkumham NTT, Marciana Dominika Jone sekaligus menjadi Mentor bagi Kepala Divisi Pemasyarakatan, Herman Sawiran

Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/TENI JENAHAS
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Provinsi NTT, Marciana D. Jone. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Kakanwil Kemenkumham NTT, Marciana Dominika Jone, menegaskan ada  3.178 Desa di NTT belum masuk dalam kategori Sadar Hukum

Belum masuknya 3.178 Desa di NTT dalam katogori Sadar Hukum itu ditegaskan, Kakanwil Kemenkumham NTT, Marciana Dominika Jone, Senin 26 September 2022. 

Saat itu, Kakanwil Kemenkumham NTT, Marciana Dominika Jone, menghadiri Seminar Rancangan Proyek Perubahan (RPP) Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II secara virtual di Ruang Multi Fungsi.

Baca juga: Kakanwil Kemenkumham NTT Hadiri Deklarasi Janji Kinerja Rutan Kelas II B Kefamenanu

Saat seminar, Kakanwil Kemenkumham NTT, Marciana Dominika Jone sekaligus menjadi Mentor bagi Kepala Divisi Pemasyarakatan, Herman Sawiran serta Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM, I Gusti Putu Milawati yang mengikuti Seminar RPP ini. Turut hadir Kepala BPSDM Hukum dan HAM, Asep Kurnia selaku Penguji dan Coach, Yayat Supriatna.

Selain menjadi mentor, Kakanwil Kemenkumham NTT, Marciana Dominika Jone, mendukung sepenuhnya RPP dari Kadivpas dan Kadivyankumham Kanwil Kemenkumham NTT tersebut.

Kadivpas, Herman Sawiran mendapatkan kesempatan pertama untuk memaparkan RPP berjudul Strategi Peningkatan Layanan Kesehatan bagi Narapidana melalui Sinergitas Kantor Wilayah Kemenkumham Nusa Tenggara Timur dengan Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur.

“Pelaksanaan layanan kesehatan bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas Lapas, Rutan dan LPKA, tetapi menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah. Untuk itu, diperlukan suatu strategi dalam bentuk pelaksanaan Nota Kesepahaman,” ujarnya.

Menurut Herman, masih banyak narapidana yang tidak mempunyai Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) atau Kartu Indonesia Sehat (KIS). Permasalahan lainnya, kerja sama dengan Pemda dalam hal ini Dinas Kesehatan masih belum terjalin. 

Baca juga: Kunjungan Kerja di Rutan Kelas II B Kefamenanu, Kakanwil Kemenkumham NTT Beri Tanggapan Positif

Selain itu, sarana dan prasarana kesehatan masih belum memadai, jumlah tenaga kesehatan terbatas, serta anggaran perawatan kesehatan yang sangat minim.

“Solusi yang kami tawarkan, membuat Nota Kesepahaman dengan Dinas Kesehatan Provinsi NTT, serta adanya pengawasan terhadap pemberian layanan kesehatan yang berkualitas kepada narapidana, tahanan dan anak binaan yang dilakukan secara berkala oleh Divisi Pemasyarakatan,” paparnya.

Selanjutnya, Kadivyankumham, I Gusti Putu Milawati memaparkan RPP berjudul Strategi Percepatan Pembentukan Desa/Kelurahan Sadar Hukum melalui Public Private Partnership di Nusa Tenggara Timur. 

Ia menyebut, saat ini baru 174 desa dari total 3.353 desa di NTT yang diresmikan sebagai desa sadar hukum pada tahun 2013 dan 2015. Dengan demikian, maka terdapat 3.178 desa yang belum diresmikan sebagai desa sadar hukum.

“Implementasi desa sadar hukum menghadapi tantangan dari aspek ketersediaan anggaran, kuantitas dan kualitas SDM. Selain itu juga ada permasalahan fleksibilitas pengelolaan keuangan negara dan ego sektoral,” ungkapnya.

Baca juga: Kunjungan Kerja di Rutan Kelas II B Kefamenanu, Kakanwil Kemenkumham NTT Beri Tanggapan Positif

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved