Berita Rote Ndao

Siswa SD di Rote Ndao Dirumahkan Setelah Dianiaya Guru

Peristiwa penganiayaan oleh guru terhadap Siswa SD Inpres Lalao, Rote Ndao, Justus Klass tersebut sudah dilaporkan ke pihak kepolisian

Editor: Rosalina Woso
Ilustrasi
ILUSTRASI - Ilustrasi penganiayaan 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Nasib seorang Siswa SD di Rote Ndao dirumahkan setelah dianiaya gurunya

Nasib Siswa SD yang dirumahkan itu berada di kelas  6 SD Inpres Lalao di Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao, NTT. 

Nama Siswa SD Inpres Lalao itu bernama Justus Klass, begitulah nama bocah yang dipukul gurunya, namun akhirnya dirumahkan alias tidak boleh masuk sekolah. 

Baca juga: Anggota DPR RI Ansy Lema Serahkan Traktor dan Puluhan Alsintan ke Petani Rote Ndao

Peristiwa penganiayaan oleh guru terhadap Siswa SD Inpres Lalao, Rote Ndao, Justus Klass tersebut sudah dilaporkan ke pihak kepolisian, dengan laporan polisi nomor: STTPL/43/VIII/2022/SPKT/POLSEK ROTIM/POLRES ROTE NDAO/POLDA NTT.

Ayah korban, Julembris Klaas kepada menjelaskan  anaknya dipukul oleh JL, seorang oknum guru SD Inpres Lalao, pada tanggal 6 Agustus 2022.

"Atas kejadian itu, kami membuat laporan polisi di Polsek Rote Timur, namun dari pihak kepolisian memberikan kami waktu untuk mediasi," kata Julembris Klaas, kepada wartawan, Sabtu 24 September 2022 lewat sambungan telepon. 

Mediasi dilakukan dengan mengacu pada hukum adat,  namun tidak ada kata sepakat,  sehingga mediasi tidak membuahkan hasil. 

"Setelah itu pada hari Senin 20 September 2022, kami mendapat panggilan dari pihak sekolah untuk segera menghadap di sekolah," jelas Julembris. 

Baca juga: Kapolres Rote Ndao Serahkan Bingkisan Kasih Untuk Sopir Angkot di Rote

Setelah tiba di sekolah, lanjut Julembris, Kepala Sekolah memberitahukan bahwa pihaknya telah memutuskan untuk merumahkan korban hingga masalah tersebut selesai. 

"Jujur bahwa sebagai orang tua kandung saya merasa kecewa, sedih dan merasa dirugikan dengan tindakan yang diambil oleh pihak sekolah, apalagi anak kami kelas 6 dan sebentar lagi ujian akhir," ujar Julembris. 

"Yang menjadi pertanyaan mengapa anak saya di rumahkan dan ini atas dasar apa sehingga pihak sekolah membuat keputusan seperti ini. Anak saya ini korban, kok diperlakukan tidak adil oleh sekolah," imbuhnya. 

Julembris menegaskan, seharusnya oknum guru tersebut dibina oleh pihak sekolah,  bukan sebaliknya anaknya yang dirumahkan. 

"Saya minta ibu Bupati Rote Ndao dan kepala dinas pendidikan kabupaten Rote Ndao untuk bisa melihat persoalan ini," tandasnya. 

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved