Berita NTT

Desa Sillu Jadi Sasaran Program Pengembangan Desa Mitra

Desa Sillu memiliki luas wilayah yang cukup besar dan mempunyai potensi komoditas lokal yang cukup tinggi

Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Eflin Rote
DOKUMENTASI PRIBADI
Kepala Desa Sillu, Mikhael Takel, S.Pd.K mengunjungi salah satu tempat penjualan atau pemasaran produk olahan asal Desa Sillu. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru

POS-KUPANG.COM,KUPANG - Desa Sillu, Kecamatan Fatuleu,  Kabupaten Kupang, NTT menjadi salah satu desa yang merupakan sasaran Program Pengembangan Desa Mitra. Program ini merupakan program yang dilaksanakan oleh Universitas Nusa Cendana (Undana) yang bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,Riset dan Teknologi.

Ir. Zainal Abidin, M.P salah satu tim dosen Undana menyampaikan hal ini, Jumat 23 September 2022.
Dalam tim ini,  selain Zainal Abidin, juga ada Ir. Titik Sri Harini, M.P, Drs. Hironimus Jati, M.S, Dr. Ir. Lewi Jutomo, M.Si, Arwandy Tualaka, Angela Purnawati, Susana Melania Tanis, Veronika Abuk, Vinsensius Rahmat dan Eugenius Jenudin.

Menurut Zainal, Desa Sillu memiliki luas wilayah yang cukup besar dan mempunyai potensi komoditas lokal yang cukup tinggi. Namun, potensi itu belum dikelola secara baik untuk meningkatkan daya guna bahan baku dan nilai ekonominya. Hal ini, lanjutnya  berdampak pada pendapatan masyarakat masih rendah, sehingga masyarakat desa belum sejahtera hidupnya.  

Baca juga: Akademisi Fisip Undana Kupang NTT: Trend Korupsi di NTT Seperti Gunung Es

"Dengan hadirnya Program Pengembangan Desa Mitra Sillu sebagai Desa Sentra Produk Pangan Berbasis Jagung dan Mete serta komoditi lokal yang lain diharapkan memberikan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi selama ini," kata Zainal.

Dijelaskan, nilai tambah ekonomi komoditi jagung dan mete serta komoditi lokal yang lainnya yang  banyak dihasilkan masyarakat desa Sillu kecil atau belum optimal sehingga pendapatannya rendah dan berdampak pada kesejahteraan petani belum tercapai. 

Undana hadir dengan intervensi Iptek berupa Teknologi Tepat Guna (TTG) pengolahan hasil pertanian yang terhandal dan peralatan proses yang baik, perbaikan manajemen usaha BumDes, kelompok tani dan pengembangan pemasaran dapat memberikan kontribusi yaitu meningkatkan nilai ekonomi komoditi. 

Baca juga: Wamenkeu RI Terkesan dengan Lingkungan Undana Kupang

Dikatakan, pengemasan dan pelabelan yang didesain turut mendongkrak nilai penjualan atau pemasaran produk olahan tersebut. 

Karena itu, menurut Zainal untuk pengembangan pasar produk perlu didukung oleh asas legalitas dan keamanan produk makanan olahan.

Zainal mengatakan, Undana juga mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB) dan SPP-IRT, sehingga produk bisa diproduksi secara massal dan dapat disebarluaskan ke berbagai wilayah. 

Baca juga: Pelajar SMA Belajar Teori dan Praktek di Kampus Prodi Fisika FST Undana 

"Selain memenuhi asas legalitas produk pangan yang dikonsumsi masyarakat umum harus aman dan sehat sehingga memenuhi keamanan pangan dan jaminan kualitas (safety food and quality assurance)," ujarnya. 

Dia mengakui,  semua produk pangan yang dihasilkan oleh Mitra Bumdes Sillu Raya dan Kelompok Tani yang didampingi oleh Undana dianalisis di laboratorium BPOM Kupang. Hasil analisis oleh BPOM menunjukkan bahwa semua produk pangan olahan tersebut memenuhi syarat (MS) sehingga masyarakat tidak usah kuatir atau ragu-ragu untuk mengkonsumsinya.

Kepala Desa Sillu, Mikhael Takel, S.Pd.K menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada tim dari Undana yang bekerjasama dengan Kemendikbud -Ristek yang telah menetapkan Desa Sillu sebagai Desa Mitra.

Baca juga: Pelajar SMA Belajar Teori dan Praktek di Kampus Prodi Fisika FST Undana 

Untuk diketahui, Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) pada tahun kedua ini difokuskan agar semua produk yang dihasilkan memenuhi asas legalitas, kehalalan dan aman dikonsumsi dari segi kesehatan serta lebih difokuskan pada pemasaran produk.

Produk-produk pangan yang dihasilkan ini telah memasuki pasar modern yaitu telah dijual di Swalayan Hyperstore dan Toko Glory Kota Kupang, NTT.

Produk-produk pangan olahan tersebut dijual juga kepada masyarakat di sekitar desa Sillu, masyarakat kabupaten Kupang  dan dibeli oleh masyarakat yang berkunjung ke Desa Sillu.

Produk-produk yang dihasilkan ini juga nantinya akan dijual pada semua swalayan di Kota Kupang, seperti  Alfamart, Indomaret dan di beberapa  kabupaten di NTT.

Sistem pemasaran dilakukan juga secara online via media sosial, shopee dan E-Commerce. (*)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved