Timor Leste

Timor Leste, Uskup Agung Pena Parra dari Vatikan Bicara tentang Persaudaraan Manusia di Dili

Pengganti Sekretariat Negara Vatikan, Uskup Agung Pena Parra, mengunjungi Timor Leste dan meresmikan nunsiatur baru di ibu kota Dili.

Editor: Agustinus Sape
VATICANNEWS.VA
DI DILI - Pengganti Sekretariat Negara Vatikan, Uskup Agung Pena Parra, mengisi buku tamu saat mengunjungi Timor Leste dan meresmikan nunsiatur baru di ibu kota Dili, Selasa 20 September 2022. Dia berada di Timor Leste sampai 23 September 2022. 

Garam, simbol persaudaraan

Mengenai pentingnya pendidikan generasi masa depan, Uskup Agung Pena Parra kemarin berbicara tentang tema di Universitas Katolik Timor Leste, Universidade Católica Timorense, pada kuliah yang berfokus pada Dokumen bersejarah yang ditandatangani di Abu Dhabi pada tahun 2019.

Uskup Agung menawarkan wawasan tentang Pentingnya dokumen "dalam konteks dialog antaragama dan dalam kehidupan" Timor Leste.

Mengingat perayaan Ekaristi 1989 Paus St. Yohanes Paulus II di negara itu di lapangan terbuka Tasi-Tolu, ia mengutip dari pidato terkenal Paus tentang 'garam dunia,' mengulangi fungsi gandanya: memberi rasa dan melestarikan.

Baca juga: Kardinal Pertama Timor Leste Pulang, Warga Tumpah Ruah Sambut Mgr. Virgilio do Carmo da Silva

Garam kemudian bisa menjadi simbol persaudaraan, sekaligus menjadi contoh masyarakat Timor Leste yang menurutnya "tidak hanya berdamai, tetapi juga mendamaikan".

Dia menggambarkannya sebagai "rasa persaudaraan" yang merupakan "kondisi yang sangat diperlukan untuk mencapai perdamaian," seperti yang disorot dalam Dokumen Persaudaraan Manusia.

Dialog antaragama membantu kemanusiaan

Garam kemudian dapat memberikan "rasa" persaudaraan dan cara untuk menjaga hidup berdampingan secara damai, berkat pendidikan dan pengasuhan.

Keputusan Parlemen dan Negara Timor Leste saat itu untuk mengadopsi Dokumen Persaudaraan Manusia dalam kurikulum sekolah dasar, menengah dan universitas, kata Uskup Agung Pena Parra, memiliki kepentingan sejarah yang lebih besar.

Baca juga: Kardinal Pertama Timor Leste Dikukuhkan Oleh Paus Fransiskus di Basilika Santo Petrus Vatikan

Sama seperti garam mengawetkan makanan, adalah mungkin untuk melestarikan apa yang telah dipelajari "sehingga membentuk kesadaran yang semakin matang."

"Dialog antaragama...adalah garam yang berharga untuk memberi rasa dan melestarikan persaudaraan," kata Uskup Agung Pena Parra, dan mengingat kata-kata Paus Fransiskus, persaudaraan manusia bukan lagi hanya sebuah kesempatan tetapi layanan yang mendesak dan tak tergantikan bagi kemanusiaan.

Presiden Timor Leste Jose Ramos Horta (kanan) saat menerima kunjungan Uskup Agung Pena Parra dari Vatikan di Dili Timor Leste, Selasa 20 September 2022. Uskup Agung Pena Parra akan berada di Timor Leste hingga 23 September 2022.
Presiden Timor Leste Jose Ramos Horta (kanan) saat menerima kunjungan Uskup Agung Pena Parra dari Vatikan di Dili Timor Leste, Selasa 20 September 2022. Uskup Agung Pena Parra akan berada di Timor Leste hingga 23 September 2022. (VATICANNEWS.VA)

12 poin penting dari Dokumen Persaudaraan Manusia

1. Keyakinan bahwa ajaran asli agama-agama mendorong manusia untuk hidup bersama dengan damai, menghargai kemanusiaan, dan menghidupkan kembali kebijaksanaan, keadilan, dan cinta kasih.

2. Kebebasan adalah hak setiap orang. Pluralisme dan keberagaman agama adalah kehendak dan karunia Allah.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved