Berita Manggarai Timur

Wujudkan Satu Data Bupati Agas Launching Regsosek dan 174 Desa atau Kelurahan Cantik

Rapat Koordinasi (Rakorda) Pendataan Awal Registrasi Sosial Ekonomi Tahun 2022, Pelaksanaan Forum Satu Data Indonesia, Satu Data Manggarai Timur

Penulis: Robert Ropo | Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/ROBERT ROPO
LAUNCHING- Bupati Manggarai Timur Agas Andreas, sedang melaunching Regsosek dan Desa/Kelurahan Cantik, Senin 19 September 2022. 

Desa dapat menggunakan SK Satu Data dari desa untuk mengakomodir kebutuhan kelengkapan cakupan data Regsosek.

"Regsosek juga adalah momentum yang tepat dalam perbaikan tata kelola dan implementasi Satu Data Indonesia (SDI). Seluruh Pimpinan OPD dan Kepala Desa/Lurah hadir, maka kita akan gunakan momentum ini sebagai momentum kebangkitan data di Kabupaten Manggarai Timur dengan melakukan Launching Forum Satu Data Indonesia, Satu Data Kabupaten Manggarai Timur dan Launching 174 Desa/Kelurahan Cinta Statistik (Cantik) di Kabupaten Manggarai Timur,"terang Bupati Agas. 

"Kita launching 174 desa/kelurahan untuk mengikuti dua desa yaitu desa watu mori dan desa Nanga Labang yang telah dilounching pada tahun lalu. Pelaksanaan Regsosek ini merupakan suatu hal yang mendesak untuk kabupaten kita agar memiliki data sosial ekonomi yang mencakup keseluruhan penduduk, hal ini selaras dengan keinginan Presiden Joko Widodo,"sambungnya.

Bupati Agas juga menjelaskan, Regsosek merupakan bagian dari Reformasi Sistem Perlindungan Sosial yang konsepnya telah dirancang sejak tahun 2020. Pemerintah merasakan bahwa pelaksanaan perlindungan sosial perlu perbaikan. 

Untuk diketahui Regsosek adalah pendataan seluruh penduduk yang mencakup profil dan kondisi sosial ekonomi yang sangat beragam mulai dari kondisi demografi, perumahan, keadaan disabilitas, kepemilikan aset, hingga informasi geospasial. Informasi yang komprehensif ini memungkinkan Regsosek menyajikan peringkat kesejahteraan setiap penduduk dan meningkatkan ketepatan sasaran program-program pemerintah.

Pengetahuan akan peringkat kesejahteraan penduduk membantu pemerintah berbagai tingkatan dalam menyasar penduduk rentan, miskin, dan miskin ekstrem, khususnya dalam perlindungan sosial dan tanggap darurat kebencanaan. 

Kelengkapan Regsosek membuka peluang pemanfaatan yang luas, dan tidak hanya program perlindungan sosial saja.

Baca juga: Pemkab Manggarai Timur Raih Opini WTP Terkait LKPD Tiga Kali Berturut-Turut Dari BPK-RI

Data Regsosek yang lengkap akan mendukung program pemberdayaan ekonomi, penyediaan kebutuhan infrastruktur dasar, pemerataan akses pendidikan dan kesehatan, peningkatan inklusi keuangan, dan program lain untuk mendorong potensi pembangunan di pusat dan daerah.

Regsosek membantu mewujudkan Manggarai Timur membangun secara inklusif. 

Menurut Bupati Agas, dengan potensi pemanfaatan yang luar biasa besar, pengembangan Regsosek harus komprehensif.

Pertama, masyarakat harus memahami bahwa Regsosek adalah basis data yang harus mutakhirkan secara berkala.

Kedua, Regsosek adalah salah satu upaya pemerintah mewujudkan Satu Data Kependudukan Indonesia.

Untuk itu berbagai Kementerian/Lembaga harus bekerjasama untuk saling berbagi, memanfaatkan, dan menghubungkan Regsosek dengan basis data di masing-masing institusi, seperti halnya Data Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil), Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), Data Pokok Pendidikan (Dapodik), dan Pendataan Keluarga (PK). 

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Manggarai Timur Angela Regina Maria Wea, STT.,M.Si, menjelaskan, Reformasi Perlindungan Sosial terdiri dari dua bagian yakni transformasi data atau yang disebut Regsosek dan Percepatan Program Pengentasan Kemiskinan. 

Baca juga: Jamin Pangan Layak Dikomsumsi, Pemkab Manggarai Timur Sidak Pangan Segar dan Olahan

Menurutnya, karena itu kedua bagian ini harus bergerak bersama untuk berkolaborasi guna menghasilkan data yang valid di desa. 

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved