Berita Flores Timur

Padma Indonesia Dukung Kepala BPBD Flotim Jadi Justice Collaborator Dalam Kasus Ini

Penetapan tersangka di institusi yang dikomandoi Bayu Setyo Pratomo ini diapresiasi Lembaga Hukum dan Ham PADMA

Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/AMAR OLA KEDA
PADMA - Ketua Dewan Pembina Padma Indonesia, Gabriel Goa 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Amar Ola Keda

POS-KUPANG.COM,LARANTUKA- Kejaksaan Negeri Flores Timur telah menetapkan Sekda Flotim PIG, Kepala BPBD Flotim AHB dan Bendahara BPBD Flotim, PLT sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi anggaran percepatan Penanganan pada BPBD Flores Timur tahun anggaran 2020.

Penetapan tersangka di institusi yang dikomandoi Bayu Setyo Pratomo ini diapresiasi Lembaga Hukum dan Ham PADMA serta Koalisi Masyarakat Pemberantasan Korupsi Indonesia atas kerja cepat dan tepat mengusut tuntas tindak pidana korupsi anggaran Covid-19 Flores Timur.

“Kami dari Lembaga Hukum dan Ham PADMA (Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian) Indonesia bersama KOMPAK (Koalisi Masyarakat Pemberantasan Korupsi) Indonesia menyampaikan apresiasi kepada Kepala Kejaksaan Negeri Flores Timur, Bayu Setyo Pratomo dan jajarannya yang telah serius mengusut tuntas dugaan tindak pidana korupsi di Flotim,” ujar Ketua Dewan Pembina Lembaga Hukum dan Ham PADMA INDONESIA dan Ketua KOMPAK INDONESIA, Gabriel Goa kepada wartawan, Sabtu 17 September 2022. 

Baca juga: Jadi Tersangka Kasus Dana Covid, Sekda Flotim Belum Ditahan, Ini Alasannya

Ia menghargai sikap ksatria Kepala BPBD Flores Timur, AHB yang siap bertanggung jawab dengan memenuhi panggilan pihak Kejaksaan Negeri Flotim dan taat hukum sebagai tersangka dan ditahan sembari menunggu proses hukum selanjutnya.

“Kami siap membantu mendampingi Kepala BPBD Flotim, AHB menjadi justice collaborator untuk mengungkap tuntas aktor intelektual di balik kasus korupsi berjamaah di Flores Timur. Kami juga sedih dan miris atas mangkirnya Sekda Flotim, PIG dan Bendahara BPBD Flotim yang mangkir dari panggilan pihak Kejaksaan Negeri Flotim,” katanya. 

Terpanggil untuk mendukung total penegakan hukum Tindak Pidana Korupsi yang merampok uang rakyat miskin di Flores Timur, Lembaga Hukum dan Ham PADMA INDONESIA bersama KOMPAK INDONESIA menyampaikan tiga poin penting, antara lain:

Baca juga: Dana Covid-19 Sebesar Rp 52 Juta Mengalir ke Korban Bencana Ile Ape, Sekda Flotim : Salah Input

Pertama, mendesak Kajari dan jajarannya segera tangkap dan proses hukum Sekda Flotim dan bendahara BPBD yang mangkir dari panggilan.

Kedua, siap membantu dan mendampingi Kepala BPBD Flotim menjadi justice collaborator Tipikor dengan meminta perlindungan ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban serta KPK RI.

Ketiga, mengajak solidaritas Penggiat Anti Korupsi dan Pers mendukung total Kepala Kejari Flotim dan jajarannya untuk berani ungkap dan usut aktor intelektual tindak pidana korupsi berjamaah di Flores Timur. (*) 

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved