Berita Nasional

Tokoh Reformasi Ini Sangat Berjasa Dirikan PAN, Kini Didoakan Agar Sukses Pimpin Partai Ummat

Amien Rais, didoakan secara khusus oleh seluruh kader PAN ( Partai Amanat Nasional ) saat Rakernas (Rapat Kerja Nasional ) di Istora Senayan, Jakarta.

Editor: Frans Krowin
Tribunnews.com
RAKERNAS PAN 2022 - Rakernas PAN 2022 berlangsung di Istora Senayan Jakarta Pusat Sabtu 27 Agustus 2022. Dalam Rakernas ini, Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan juga mendoakan Amien Rais, agar sukses memimpin Partai Ummat. 

"Jadi kita ingin supaya mudah-mudahan tidak ada perasaan bahwa masyarakat itu diberikan pilihan yang didikte," lanjutnya.

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI itu menjelaskan, bahwa di alam demokrasi saat ini memberikan alternatif dan pilihan kepada masyarakat merupakan hal terbaik bagi masa depan bangsa.

Pilihan tersebut tentunya merupakan yang terbaik untuk dipilih masyarakat.

Eddy kembali menegaskan bahwa intinya gelaran pilpres harus berkualitas berapapun jumlah kandidatnya.

"Jadi saya kembali lagi menegaskan masalah dua tiga atau empat kandidat tidak menjadi masalah yang penting pemilunya berkualitas, tidak memecah belah, intinya itu," tandasnya.

Seperti diketahui, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan idealnya Pilpres 2024 hanya diikuti dua pasangan calon (paslon) presiden.

Awalnya, Hasto Kristiyanto menyebut dalam situasi seperti ini diperlukan Pilpres yang demokratis, cepat, dan kredibel.

Baca juga: DPD PAN Lembata Mulai Konsolidasi Raih Empat Kursi Legislatif Pemilu 2024

"Dalam situasi ketika pemulihan ekonomi belum sepenuhnya pulih, dan ketidakpastian global, maka Indonesia memerlukan pelaksanaan pilpres yang demokratis, cepat, kredibel, dan bagaimana memastikan hanya berlangsung satu putaran," kata Hasto dalam keterangannya, Kamis 25 Agustus 2022.

Hasto mengatakan hal tersebut bisa saja terwujud apabila ada kerjasama antar partai politik (parpol) sehingga mengarah kepada dua pasangan calon presiden dalam Pilpres 2024.

Namun, ia menegaskan PDIP juga siap bertanding entah dua maupun tiga pasangan calon dalam Pilpres mendatang.

"Pandangan ini bisa terwujud apabila dilakukan langkah konsolidasi dan mendorong kerjasama parpol di depan, sehingga mengarah pada dua paslon. Ini yang ideal berdasarkan konteks saat ini, meski PDIP siap bertanding dengan 2 atau 3 paslon," ujarnya.

"Sekiranya 3 paslon, pada putaran kedua pasti akan terjadi deal-deal politik baru. Jadi kenapa tidak membangun kesepahaman di depan saja," sambungnya. (*)

Berita Lainnya Terkait Pilpres 2024
Ikuti Berita Pos-Kupang.com di GOOGLE NEWS

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved