Berita Kupang

Terima Kunjungan Ketua Majelis Klasis Semau, Gubernur: NTT Harus Menjadi Provinsi Susu dan Madu

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), menerima kunjungan Ketua Majelis Klasis Semau, Pendeta Jois R. Tulle, beserta beberapa pendeta dari Klas

Editor: Ferry Ndoen
POS-KUPANG.COM/H.O BIRO ADMINISTRASI SETDA NTT/JUMAT/26/08/2022
GMIT - Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat menerima kunjungan Ketua Majelis Klasis Semau Jumat 26 Agustus 2022 

Untuk itu, melalui Pdt. Jois Tulle, Putera Semau yang adalah Gubernur VBL, terus mendorong agar lewat pendidikan yang diwadahi oleh Gereja Masehi Injil di Timor, dapat terus ditingkatkan lewat upaya dan peran besar dari para pendeta, sehingga dapat menghasilkan SDM yang berkualitas.

“Karena kalau kita baca di dalam Alkitab, Israel itu pewaris tanah perjanjian yang kaya akan susu dan madu. Tapi kenyataannya, Israel memiliki hasil olahan susu dan madu sedikit saja, karena negeri mereka topografi wilayahnya mayoritas adalah padang gurun, malah kita di NTT ini mempunyai lebih banyak hasil olahan susu dan madu. Jadi menurut saya ‘Susu dan Madu’ yang dimaksudkan bukan hanya sumber alam saja, tapi juga ilmu pengetahuan. Untuk itu, saya mengharapkan kedepannya “Susu dan Madu” di NTT ini harus dikembangkan lewat pendidikan yang berkualitas, sehingga NTT dapat menjadi provinsi yang kaya akan SDM handal disegala aspek pembangunan," harap Gubernur Viktor.

Sementara itu, Ketua Majelis Klasis Semau, Pendeta Jois Tulle, mengatakan bahwa selama ini untuk pemberdayaan jemaat-jemaat di Klasis Semau telah dilaksanakan sebuah program yang namanya adalah Program Diakonia Bergulir Jemaat untuk Peternakan dan Pertanian .

“Program ini digulirkan untuk 10 KK (Kepala Keluarga) dalam setiap jemaat secara berkelompok. Nah kelompok ini kami berikan modal dan harus berhasil, kami pindahkan ke kelompk lainnya dalam jemaat-jemaat. Untuk sementara kami kesulitan dalam dana yang akan terus digulirkan bagi kelompok-kelompok dalam jemaat lainnya,” ungkap Pendeta Tulle.

Lanjut dia, jemaat-jemaat yang men jadi bagian dari Program Diakonia Bergulir juga membutuhkan bibit jagung dan ternak untuk dikembangbiakan di tempatnya masing-masing. 

Menanggapi apa yang disampaikan oleh Pendeta Jois Tulle, maka Gubernur Laiskodat menyampaikan untuk segera bertemu dengan Kepala Dinas Perkebunan dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT serta Kadis Peternakan Provinsi NTT, agar dapat mengatasi masalah tersebut.

“Segera menuju ke Kadis Pertanian dan Peternakan hari ini juga, sehingga bisa mendapatkan bibit yang dibutuhkan, selanjutnya inventarisasi jemaat yang benar-benar miskin, dan pemerintah beri modal berupa ternak dan juga bibit tanaman, dan masing-masing kelompok harus berusaha untuk menghasilkan yang terbaik, sehingga memberi dampak bagi kesejahteraan jemaat itu sendiri. Saya pastikan akan ke sana nanti, untuk melihat hasil yang telah dicapai dari kerja keras jemaat," pungkas Gubernur VBL menutup pertemuan tersebut.                    

Turut hadir pada pertemuan tersebut, Analis Kebijakan Ahli Muda/Sub Koordinator Substansi Bina Mental Spiritual Biro Pemerintahan Setda Provinsi NTT , Maria Rosalinda Naiktas, Pdt. Paulus Setiawan Wahy selaku Wakil Ketua Majelis Klasis Semau sekaligus Ketua Majelis Jemaat Ebenhaezer Ingutomo, Pdt. Elia Foekh selaku Ketua Majelis Jemaat Semau Selatan Timur, Ketua Majelis Jemaat Sinar Allah Pahlelo : Pdt. Ery Laa, Ketua Majelis Jemaat Imanuel Buhun : Pdt. Milson Christian Nenotek, Ketua Majelis Jemaat Piaklain : Pdt. Aris Sandy, dan Pdt. Lius Mau Wadu selaku Ketua Majelis Jemaat Pniel Batulnan.(uzu)

Ikuti berita POS-KUPANG.com di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved