Berita Kupang

Terima Kunjungan Ketua Majelis Klasis Semau, Gubernur: NTT Harus Menjadi Provinsi Susu dan Madu

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), menerima kunjungan Ketua Majelis Klasis Semau, Pendeta Jois R. Tulle, beserta beberapa pendeta dari Klas

Editor: Ferry Ndoen
POS-KUPANG.COM/H.O BIRO ADMINISTRASI SETDA NTT/JUMAT/26/08/2022
GMIT - Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat menerima kunjungan Ketua Majelis Klasis Semau Jumat 26 Agustus 2022 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Michaella Uzurasi

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), menerima kunjungan Ketua Majelis Klasis Semau, Pendeta Jois R. Tulle, beserta beberapa pendeta dari Klasis Semau, Kamis, 25/08/2022. 

Dalam rilis yang diterima POS-KUPANG.COM, Gubernur VBL mengatakan, kolaborasi sangat dibutuhkan antara Gereja dan Sekolah untuk menghasilkan manusia berkarakter Kristus dan berpengetahuan, yang berdampak pada pembentukan manusia produktif dengan etos kerja tinggi.

Dengan begitu pemerintah pun ikut didukung, karena gereja punya peran besar, dalam rangka menyiapkan generasi cerdas dan beriman yang berguna, untuk turut serta memajukan daerah ini, sekaligus mewujudkan Kerajaan Allah di bumi ini. 

Kedatangan sejumlah pendeta GMIT Klasis Semau ini bertujuan untuk berdiskusi dengan Gubernur VBL tentang berbagai problematika dalam pelayanan sekaligus pergumulan sosial yang dihadapi jemaat, seperti pendidikan, pertanian, peternakan, pendidikan sampai dengan masalah kehidupan rohani jemaat, sekaligus mengundang Gubernur Laiskodat untuk menghadiri acara Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung Kebaktian Jemaat GMIT Ebenhaezer Ingutomo tanggal 28 Agustus 2022 mendatang, juga Kegiatan Turnamen Volley dan Sepak Bola “ Klasis Semau Cup 2022” di Bulan Oktober 2022 mendatang.

“Saya tegaskan bahwa sebenarnya yang harus mendapat perhatian pertama dan utama dalam gereja, adalah pembangunan manusia yaitu jemaat itu sendiri, karena jemaat itu adalah gereja. Dan gerja itu adalah Tubuh Kristus.

Oleh sebab itu, Bapak dan Ibu Pendeta sebagai hamba Tuhan, perlu memberi perhatian penting soal menyiapkan generasi cerdas di jemaatnya masing-masing, generasi yang beriman, dan punya pengetahuan yang tinggi.

Harus diingat bahwa pengetahuan itu menjadi kekuatan untuk manusia dapat berubah dan maju untuk mewujudkan peradaban yang baru. Pengetahuan dapat dipakai untuk mengolah semua sumber daya yang sangat melimpah di NTT, karena memang NTT ini, termasuk di Pulau Semau, merupakan tempat yang melimpah susu dan madu, yang jika dikelola dengan pengetahuan yang tinggi dan penuh tanggung jawab, pasti memberi kesejahteraan bagi seluruh masyarakat dan daerah ini. Saya berharap gereja punya peran besar disini.

Kita tidak boleh terlena dengan pembangunan fisik saja, tetapi bagaimana menciptakan generasi punya keunggulan dan bisa mandiri, dan sebenarnya gereja terpanggil untuk melakukan hal ini,' jelas Gubernur Laiskodat.

Putera Nusa Bungtilu ini juga mengatakan bahwa gereja harus menyiapkan sebuah generasi yang benar-benar siap bekerja keras, dan menghsilkan buah, dimana buah itu berguna untuk mendatangkan kebaikan bagi dunia ini.

Menurut dia, Gereja harus bertanggung jawab untuk menjadikan umatnya sebagai pengikut Kristus yang cerdas, berani dan peduli. Gereja harus berani keluar dari zona nyaman, dan punya andil dalam mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi oleh masyarakat dan pemerintah. 

Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa kemitraan kolaboratif yang dibangun secara berkelanjutan dengan gereja. Bagaimana jemaat dipersiapkan untuk turut bekerja maksimal menghasilkan buah. 

"Buah itu didapat manakala bekerja dengan giat dan sungguh-sungguh di ladang, di sawah, di laut dan di berbagi tempat usaha lainnya. Kita punya lahan yang luas termasuk di Semau, lahan itu jangan dibiarkan tidur, tetapi ditanam dan harus menghasilkan. Nah, disinilah peran pendeta dan jemaat untuk bekerja optimal dalam mengolah lahan pertanian ataupun perkebunan untuk memberi hasil melimpah. Pemerintah tidak lagi memberi uang tunai, tetapi bagaimana jemaat juga ikut diberdayakan dengan berbagai program kerja, untuk mensejahterakan jemaat itu sendiri. Ada program TJPS dan Kelor, nah jika program ini sungguh – sungguh dikerjakan pasti akan memberi hasil melimpah, dan dampaknya juga bisa sangat membantu untuk membangun fisik gedung gereja. Hasil dari program kerja jika dikerjakan, juga menjadi modal untuk membangun jenis infrastruktur yang dibutuhkan Pulau Semau. Disinilah kolaborasi antara pemerintah dan gereja untuk memberdayakan dan memandirikan jemaat," ujar Gubernur Laiskodat penuh semangat.

Politisi Partai Nasdem ini juga mengingatkan bahwa NTT ini sangat kaya,penuh susu dan madu. Oleh sebab itu semua masyarakatnya harus rajin bekerja untuk menikmati susu dan madu di NTT sebagai Nusa Tanah Terjanji. 

“Saya mau kita bangun persepsi yang sama sesuai dengan apa yang Tuhan inginkan , untuk mengkonkritkan Kerajaan Allah di bumi ini. Kita harus konkritkan Kasih Allah di dunia ini, temukan orang miskin, berilah keselamatan kepada mereka. Kita harus mampu bekerja mewujudkan visi dan misi dari Tuhan Yesus. Oleh sebab itu, yang harus kita bangun pertama disini adalah masyarakatnya dulu, jika pembangunan masyarakat sudah berhasil, maka baru kita bisa lakukan pembangunan yang bersifat fisik. Saya perhatikan selama ini adalah SDM yang kita miliki di NTT masih kurang dalam mendesain pemberdayaannya, itulah sebabnya mengapa kualitas SDM kita ini masih sangat rendah dalam hal berpartisipasi dalam pembangunan, dikarenakan bekal pengetahuan yang masih kurang," tegasnya. 

Untuk itu, melalui Pdt. Jois Tulle, Putera Semau yang adalah Gubernur VBL, terus mendorong agar lewat pendidikan yang diwadahi oleh Gereja Masehi Injil di Timor, dapat terus ditingkatkan lewat upaya dan peran besar dari para pendeta, sehingga dapat menghasilkan SDM yang berkualitas.

“Karena kalau kita baca di dalam Alkitab, Israel itu pewaris tanah perjanjian yang kaya akan susu dan madu. Tapi kenyataannya, Israel memiliki hasil olahan susu dan madu sedikit saja, karena negeri mereka topografi wilayahnya mayoritas adalah padang gurun, malah kita di NTT ini mempunyai lebih banyak hasil olahan susu dan madu. Jadi menurut saya ‘Susu dan Madu’ yang dimaksudkan bukan hanya sumber alam saja, tapi juga ilmu pengetahuan. Untuk itu, saya mengharapkan kedepannya “Susu dan Madu” di NTT ini harus dikembangkan lewat pendidikan yang berkualitas, sehingga NTT dapat menjadi provinsi yang kaya akan SDM handal disegala aspek pembangunan," harap Gubernur Viktor.

Sementara itu, Ketua Majelis Klasis Semau, Pendeta Jois Tulle, mengatakan bahwa selama ini untuk pemberdayaan jemaat-jemaat di Klasis Semau telah dilaksanakan sebuah program yang namanya adalah Program Diakonia Bergulir Jemaat untuk Peternakan dan Pertanian .

“Program ini digulirkan untuk 10 KK (Kepala Keluarga) dalam setiap jemaat secara berkelompok. Nah kelompok ini kami berikan modal dan harus berhasil, kami pindahkan ke kelompk lainnya dalam jemaat-jemaat. Untuk sementara kami kesulitan dalam dana yang akan terus digulirkan bagi kelompok-kelompok dalam jemaat lainnya,” ungkap Pendeta Tulle.

Lanjut dia, jemaat-jemaat yang men jadi bagian dari Program Diakonia Bergulir juga membutuhkan bibit jagung dan ternak untuk dikembangbiakan di tempatnya masing-masing. 

Menanggapi apa yang disampaikan oleh Pendeta Jois Tulle, maka Gubernur Laiskodat menyampaikan untuk segera bertemu dengan Kepala Dinas Perkebunan dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT serta Kadis Peternakan Provinsi NTT, agar dapat mengatasi masalah tersebut.

“Segera menuju ke Kadis Pertanian dan Peternakan hari ini juga, sehingga bisa mendapatkan bibit yang dibutuhkan, selanjutnya inventarisasi jemaat yang benar-benar miskin, dan pemerintah beri modal berupa ternak dan juga bibit tanaman, dan masing-masing kelompok harus berusaha untuk menghasilkan yang terbaik, sehingga memberi dampak bagi kesejahteraan jemaat itu sendiri. Saya pastikan akan ke sana nanti, untuk melihat hasil yang telah dicapai dari kerja keras jemaat," pungkas Gubernur VBL menutup pertemuan tersebut.                    

Turut hadir pada pertemuan tersebut, Analis Kebijakan Ahli Muda/Sub Koordinator Substansi Bina Mental Spiritual Biro Pemerintahan Setda Provinsi NTT , Maria Rosalinda Naiktas, Pdt. Paulus Setiawan Wahy selaku Wakil Ketua Majelis Klasis Semau sekaligus Ketua Majelis Jemaat Ebenhaezer Ingutomo, Pdt. Elia Foekh selaku Ketua Majelis Jemaat Semau Selatan Timur, Ketua Majelis Jemaat Sinar Allah Pahlelo : Pdt. Ery Laa, Ketua Majelis Jemaat Imanuel Buhun : Pdt. Milson Christian Nenotek, Ketua Majelis Jemaat Piaklain : Pdt. Aris Sandy, dan Pdt. Lius Mau Wadu selaku Ketua Majelis Jemaat Pniel Batulnan.(uzu)

Ikuti berita POS-KUPANG.com di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved