Berita Kota Kupang
Rayakan HUT RI ke 77, Shiddiqiyyah di Kupang Bantu Warga Kurang Mampu Bangun Rumah
Walau pun organisasi ini hanya beranggotakan 20 orang, namun dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, mereka sudah membantu membangun 6 rumah warga
"Ditengah pembangunan rumah ini, istri Ja'far meninggal dunia dan kami masih semayamkan di rumah bantuan yang belum sepenuhnya jadi," ujar Azar.
Tidak hanya membangun rumah layak huni, Shiddiqiyyah juga berbagi dengan warga kurang mampu dan fakir miskin melalui pembagian sembako dan beras serta uang. Azar menyebutkan kalau rumah Ja'far merupakan rumah keenam yang dibangun di kota Kupang.
Sebelumnya mereka telah membangun rumah parmanen bagi warga kurang mampu di Kelurahan Manulai I, Manulai II, Bakunase II, Batuplat dan kampung Mleset Kelurahan Namosain.
Mereka juga membantu bukan hanya untuk kaum Muslim. Dari 6 unit rumah yang sudah dibangun, 3 unit bagi umat Muslim dan 3 unit untuk umat non Muslim.
"Rumah layak huni kami bangun sebagai wujud syukur karena kemerdekaan RI pada 17 Agustus dan berdirinya NKRI pada 18 Agustus," ujarnya.
Pembangunan rumah layak huni pun dilakukan secara swadaya. Masing-masing anggota menyumbang sesuai kerelaannya. "Kita mulai dari nol tapi ada niat karena kami yakni jika ada niat yang tulus pasti berhasil," tandasnya.
Pendeta Ory dari Persaudaraan Cinta Tanah Air Indonesia Kupang (PCTI) menilai apa yang dilakukan Shiddiqiyyah merupakan pelayanan kemanusiaan dari orang yang cinta sesama tanpa membeda-bedakan.
"Kita satukan komitmen yang kuat menolong yang lemah dan kita bangga karena Shiddiqiyyah sudah membangun 6 rumah layak huni sebagai pelayanan sosial," tandasnya.
Selain bedah rumah, juga ada perhatian lintas agama dan sudah membantu pemerintah untuk pelayanan kemanusiaan. Ia juga mengapresiasi pelayanan lain yang dilakukan seperti pembagian sembako dan pemberdayaan ekonomi serta pembuatan pupuk organi.
Dampak pelayanan ini sangat tinggi sehingga pihaknya berharap semua pihak saling mendukung.
Kepada Ja'far Niron, ia berpesan agar merawat dan menghargai pemberian dari sesama. Lurah Alak juga mengaku bangga bahwa ada pihak yang peduli pada warga kurang mampu.
"Walau hanya ada 20 anggotanya, tapi Shiddiqiyyah sudah bisa berbagi dengan orang lain sehingga pak Ja'far perlu mensyukuri ini," ujar lurah Alak.
Kartono dari yayasan pendidikan Shiddiqiyyah juga mengaku kalau organisasinya terus berbuat bagi kemanusiaan membantu mereka yang kurang mampu. Ja'far Niron sendiri tidak kuasa membendung tangisnya saat menerima kunci rumah dan mendapatkan bangunan rumah parmanen.
Ia hanya bisa mengucapkan terima kasih atas perhatian dan bantuan dari Shiddiqiyyah yang sudah membantu membongkar rumah darurat dan membangun rumah parmanen.
"Sekarang saya bisa hidup tenang dan nyaman dengan anak, menantu dan cucu saya," ujar buruh bangunan ini. (Fan)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS