Berita Kota Kupang

Rayakan HUT RI ke 77, Shiddiqiyyah di Kupang Bantu Warga Kurang Mampu Bangun Rumah

Walau pun organisasi ini hanya beranggotakan 20 orang, namun dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, mereka sudah membantu membangun 6 rumah warga

Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/IRFAN HOI
PENYERAHAN- Peresmian rumah syukur kemerdekaan Indonesia layak huni Shiddiqiyyah Chubbul Wathon Minal iman cinta tanah air di Kota Kupang, Sabtu 20 Agustus 2022 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG-- Banyak cara yang dilakukan warga negara Indonesia memaknai Kemerdekaan RI. Kelompok masyarakat Shiddiqiyyah di Kupang, NTT melalui Yayasannya melakukan pembangunan rumah parmanen bagi warga kurang mampu.

Walau pun organisasi ini hanya beranggotakan 20 orang, namun dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, mereka sudah membantu membangun 6 rumah warga kurang mampu di bebeberapa kelurahan di Kota Kupang.

Kegiatan sosial mereka sempat terhenti saat masa pandemi covid 19.

Secara nasional, Shiddiqiyyah sudah membangun 1.532 unit rumah bagi warga kurang mampu di seluruh Indonesia menghabiskan dana Rp 63 milyar lebih yang dikumpulkan secara sukarela.

Untuk tahun 2022 ini, ada 131 unit rumah yang dibangun  bagi warga kurang mampu di seluruh Indonesia. Salah satunya merupakan rumah milik Ja'far Niron di RT 09/RW 03, Tenau Kelurahan Alak, Kecamatan Alak, Kota Kupang, NTT.

Buruh bangunan ini istrinya meninggal dunia saat proses pembangunan rumah bantuan Shiddiqiyyah ini berlangsung bulan lalu. Ja'far kini tinggal bersama anak nya, anak mantu dan 1 orang cucu. Shiddiqiyyah Kupang sendiri membangun kediaman Ja'far dalam waktu singkat.

Sebanyak 20 anggotanya melakukan sumbangan sukarela dan pada awalnya terkumpul dana Rp 20,5 juta. Proses pembangunan pun tergolong cepat. Setelah melakukan survei maka Ja'far dinyatakan layak menerima bantuan pembangunan rumah.

Salah satu alasan ia mendapat bantuan ini karena lokasi tanah adalah milik pribadi dan rumah Ja'far yang terbuat dari dinding kayu dan atap seng yang sudah rusak dihantam badai seroja.

Ja'far juga belum mendapatkan bantuan padahal rumah tinggalnya sudah rusak dan istrinya dalam keadaan sakit stroke.

Proses pembangunan rumah parmanen milik Ja'far hanya berlangsung 1,5 bulan dimulai pada awal bulan Juli 2022.

Ketika pembangunan rumah tinggal dikebut, Ja'far juga kehilangan istrinya yang meninggal ketika rumah tinggal tersebut hampir selesai dibangun.

Kini Ja'far beserta anak dan cucu menempati rumah parmanen ukuran 5x7 meter berdinding tembok, beratap seng dan berlantai keramik yang memiliki 2 kamar tidur dan dilengkapi MCK.

Pada Sabtu 20 Agustus 2022, dilakukan  peresmian rumah syukur kemerdekaan Indonesia layak huni Shiddiqiyyah Chubbul Wathon Minal iman cinta tanah air.

Menurut Ketua DPW Shiddiqiyyah Azar Muzakar didampingi Ketua Dibra Riswanto bahwa bantuan yang diberikan lembaganya dikhususkan untuk keluarga kurang mampu.

"Ditengah pembangunan rumah ini, istri Ja'far meninggal dunia dan kami masih semayamkan di rumah bantuan yang belum sepenuhnya jadi," ujar Azar.

Tidak hanya membangun rumah layak huni, Shiddiqiyyah juga berbagi dengan warga kurang mampu dan fakir miskin melalui pembagian sembako dan beras serta uang. Azar menyebutkan kalau rumah Ja'far merupakan rumah keenam yang dibangun di kota Kupang.

Sebelumnya mereka telah membangun rumah parmanen bagi warga kurang mampu di Kelurahan Manulai I, Manulai II, Bakunase II, Batuplat dan kampung Mleset Kelurahan Namosain.

Mereka juga membantu bukan hanya untuk kaum Muslim. Dari 6 unit rumah yang sudah dibangun, 3 unit bagi umat Muslim dan 3 unit untuk umat non Muslim.

"Rumah layak huni kami bangun sebagai wujud syukur karena kemerdekaan RI pada 17 Agustus dan berdirinya NKRI pada 18 Agustus," ujarnya.

Pembangunan rumah layak huni pun dilakukan secara swadaya. Masing-masing anggota menyumbang sesuai kerelaannya. "Kita mulai dari nol tapi ada niat karena kami yakni jika ada niat yang tulus pasti berhasil," tandasnya.

Pendeta Ory dari Persaudaraan Cinta Tanah Air Indonesia Kupang (PCTI) menilai apa yang dilakukan Shiddiqiyyah merupakan pelayanan kemanusiaan dari orang yang cinta sesama tanpa membeda-bedakan.

"Kita satukan komitmen yang kuat menolong yang lemah dan kita bangga karena Shiddiqiyyah sudah membangun 6 rumah layak huni sebagai pelayanan sosial," tandasnya.

Selain bedah rumah, juga ada perhatian lintas agama dan sudah membantu pemerintah untuk pelayanan kemanusiaan. Ia juga mengapresiasi pelayanan lain yang dilakukan seperti pembagian sembako dan pemberdayaan ekonomi serta pembuatan pupuk organi.

Dampak pelayanan ini sangat tinggi sehingga pihaknya berharap semua pihak saling mendukung.

Kepada Ja'far Niron, ia berpesan agar merawat dan menghargai pemberian dari sesama. Lurah Alak juga mengaku bangga bahwa ada pihak yang peduli pada warga kurang mampu.

"Walau hanya ada 20 anggotanya, tapi Shiddiqiyyah sudah bisa berbagi dengan orang lain sehingga pak Ja'far perlu mensyukuri ini," ujar lurah Alak.

Kartono dari yayasan pendidikan Shiddiqiyyah juga mengaku kalau organisasinya terus berbuat bagi kemanusiaan membantu mereka yang kurang mampu. Ja'far Niron sendiri tidak kuasa membendung tangisnya saat menerima kunci rumah dan mendapatkan bangunan rumah parmanen.

Ia hanya bisa mengucapkan terima kasih atas perhatian dan bantuan dari Shiddiqiyyah yang sudah membantu membongkar rumah darurat dan membangun rumah parmanen.

"Sekarang saya bisa hidup tenang dan nyaman dengan anak, menantu dan cucu saya," ujar buruh bangunan ini. (Fan)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved