Berita Kota Kupang
Rayakan HUT RI ke 77, Shiddiqiyyah di Kupang Bantu Warga Kurang Mampu Bangun Rumah
Walau pun organisasi ini hanya beranggotakan 20 orang, namun dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, mereka sudah membantu membangun 6 rumah warga
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi
POS-KUPANG.COM, KUPANG-- Banyak cara yang dilakukan warga negara Indonesia memaknai Kemerdekaan RI. Kelompok masyarakat Shiddiqiyyah di Kupang, NTT melalui Yayasannya melakukan pembangunan rumah parmanen bagi warga kurang mampu.
Walau pun organisasi ini hanya beranggotakan 20 orang, namun dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, mereka sudah membantu membangun 6 rumah warga kurang mampu di bebeberapa kelurahan di Kota Kupang.
Kegiatan sosial mereka sempat terhenti saat masa pandemi covid 19.
Secara nasional, Shiddiqiyyah sudah membangun 1.532 unit rumah bagi warga kurang mampu di seluruh Indonesia menghabiskan dana Rp 63 milyar lebih yang dikumpulkan secara sukarela.
Untuk tahun 2022 ini, ada 131 unit rumah yang dibangun bagi warga kurang mampu di seluruh Indonesia. Salah satunya merupakan rumah milik Ja'far Niron di RT 09/RW 03, Tenau Kelurahan Alak, Kecamatan Alak, Kota Kupang, NTT.
Buruh bangunan ini istrinya meninggal dunia saat proses pembangunan rumah bantuan Shiddiqiyyah ini berlangsung bulan lalu. Ja'far kini tinggal bersama anak nya, anak mantu dan 1 orang cucu. Shiddiqiyyah Kupang sendiri membangun kediaman Ja'far dalam waktu singkat.
Sebanyak 20 anggotanya melakukan sumbangan sukarela dan pada awalnya terkumpul dana Rp 20,5 juta. Proses pembangunan pun tergolong cepat. Setelah melakukan survei maka Ja'far dinyatakan layak menerima bantuan pembangunan rumah.
Salah satu alasan ia mendapat bantuan ini karena lokasi tanah adalah milik pribadi dan rumah Ja'far yang terbuat dari dinding kayu dan atap seng yang sudah rusak dihantam badai seroja.
Ja'far juga belum mendapatkan bantuan padahal rumah tinggalnya sudah rusak dan istrinya dalam keadaan sakit stroke.
Proses pembangunan rumah parmanen milik Ja'far hanya berlangsung 1,5 bulan dimulai pada awal bulan Juli 2022.
Ketika pembangunan rumah tinggal dikebut, Ja'far juga kehilangan istrinya yang meninggal ketika rumah tinggal tersebut hampir selesai dibangun.
Kini Ja'far beserta anak dan cucu menempati rumah parmanen ukuran 5x7 meter berdinding tembok, beratap seng dan berlantai keramik yang memiliki 2 kamar tidur dan dilengkapi MCK.
Pada Sabtu 20 Agustus 2022, dilakukan peresmian rumah syukur kemerdekaan Indonesia layak huni Shiddiqiyyah Chubbul Wathon Minal iman cinta tanah air.
Menurut Ketua DPW Shiddiqiyyah Azar Muzakar didampingi Ketua Dibra Riswanto bahwa bantuan yang diberikan lembaganya dikhususkan untuk keluarga kurang mampu.