Berita Nasional
Rekaman CCTV di Rumah Ferdy Sambo Kini Viral, Ada Momen Indah Kebersamaan Brigadir J & Bharada E
Publik Tanah Air kini dihebohkan oleh video berisi rekaman CCTV detik-detik terakhir Brigadir J dan Bharada E di Rumah rumah pribadi Ferdy Sambo.
Penulis: Frans Krowin | Editor: Frans Krowin
POS-KUPANG.COM - Publik Tanah Air kini dihebohkan oleh video yang berisi rekaman CCTV saat detik-detik terakhir Brigadir J atau Nofryansah Yosua Hutabarat dan Bharada E di rumah pribadi Irjen Ferdy Sambo.
Video tersebut menampilkan detik demi detik aktivitas Irjen Ferdy Sambo bersama Putri Candrawathi istrinya serta para ajudan di rumah pribadi Ferdy Sambo pada Jumat 8 Juli 2022.
Bahkan dalam video itu, tampak pula sosok Brigadir J, juga berada di rumah tersebut bersama ajudan lainnya. Video yang berisi rekaman CCTV di rumah pribadi Irjen Ferdy Sambo itu, kini viral di media sosial.
Rekaman CCTV ini beredar setelah lebih dari sebulan kasus kematian Brigadir J ditangani Mabes Polri.
Baca juga: Kamarudin Simanjuntak: Beberkan Fakta Baru. Ferdy Sambo Diduga Terlibat 3 Kasus Besar
Meski rentang waktunya sudah lebih dari 30 hari, tetapi penanganan kasus yang diambil alih oleh Timsus Mabes Polri tersebut, memperlihatkan hasil yang signifikan.
Selain Bharada E, Brigadir RR dan KM telah ditetapkan sebagai tersangka, Timsus Polri juga telah menetapkan Irjen Ferdy Sambo sebagai pelaku utama pembunuhan Brigadir J.
Padahal sebelumnya, Irjen Ferdy Sambo bersama sejumlah oknum polisi, sempat mengarang cerita tentang peristiwa yang merenggut nyawa Brigadir J di Rumah Dinas Kadiv Propam Polti itu.
Penjelasan awal polisi menyebutkan bahwa Brigadir J tewas dalam insiden baku tembak yang terjadi dengan Bharada E.
Brigadir J merenggang nyawa setelah terkena 5 peluru yang ditembakkan Bharad E. Sementara 7 peluru yang ditembak Brigadir J tidak satu pun yang mengenai sasaran.
Polisi menjelaskan bahwa Bharada E merupakan salah seorang penembak nomor satu yang dipunyai Brimob. Bahkan Bharada E merupakan seorang sniper terbaik Polri.
Belakangan terungkap fakta bahwa Bharada E baru memiliki pistol pada November 2021 dan mengikuti latihan menembak pada Maret 2022.
Tersebar pula informasi bahwa hal yang memicu tragedi baku tembak itu, adalah Brigadir J diduga melakukan pelecehan seksual terhadap Putri Candrawathi, istri Irjen Ferdy Sambo.
Padahal setelah dilakukan pemeriksaan secara intensif, terungkap fakta bahwa aksi tembak menembak itu merupakan rekaan Irjen Ferdy Sambo semata.
Baca juga: Rumah Ferdy Sambo Digeledah, Barang Bukti Satu Kontainer Dibawa ke Mabes Polri
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan, bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan, tidak ada insiden tembak menembak di Rumah Dinas Kadiv Propam pada 8 Juli 2022 petang.
Terungkap pula bahwa Ferdy Sambo-lah yang menggunakan pistol Brigadir J untuk menembakkan ke arah dinding rumah tersebut.
Setelah itu, Ferdy Sambo menggunakan senjata milik Bharada E untuk menembak Brigadir J. Bahkan dengan senjata yang sama, Bharada E diperintahkan untuk menembak lagi Brigadir J.
Sementara pada rekaman CCTV di hari naas itu, Jumat 8 Juli 2022, aktivitas di rumah pribadi Ferdy Sambo di Jalan Sagulung III, terlihat lalu lalang penghuni rumah tersebut.
Ada Irjen Ferdy Sambo, ada Putri Candrawathi istri Ferdy Sambo, ada Brigadir J alias Nofryansah Yosua Hutabarat, ada pula Bharada E alias Richard Eliezer Pudihang Lumiu.
Dari rekaman riil kamera CCTV pada Jumat 8 Juli 2022, pukul 15:29:57 detik, Kadiv Propam, Irjen Ferdy Sambo dengan pakaian seragam dinas lebih dahulu masuk di rumah dinas tersebut.
Sementara beberapa saat kemudian, pada pukul 15:37:38 detik beberapa tenaga kesehatan (nakes) yang akan melakukan tes PCR, masuk ke dalam rumah Ferdy Sambo.
Pada jam 15:40:47 detik WIB, mobil APV hitam yang digunakan Putri Candrawathi, juga tiba di rumah pribadi, Jalan Saguling III.
Pada jam 15.41:29 detik WIB, Putri masuk ke dalam rumah menggunakan sweater hijau dengan leging hitam, diikuti aktivitas ajudan membawa barang-barang masuk ke dalam rumah.
Brigadir J menggunakan baju kaus putih dengan celana jins biru, ikut masuk ke dalam rumah. Sempat juga Brigadir berkomunikasi dengan ajudan lainnya.
Beberapa saat kemudian, Putri Candrawathi mengikuti tes PCR di teras rumah oleh petugas yang sudah berada di Rumah Dinas Kadiv Propam tersebut.
Jam 15:49:05 detik, di rumah ini masih terlihat aktivitas Brigadir J yang memasukan koper serta pakaian ke rumah pribadi Ferdy Sambo dan Putri.
Baca juga: Makin Terang Kasus Pembunuhan Brigadir J, Sosok Ini Yang Mungkin Akan Diumumkan Mabes Polri
CCTV juga merekam sebuah momen kebersamaan antara Brigadir J dan Bharada E. Kamera CCTV itu merekam
aktivitas Brigadir J dan Bharada E ikut melakukan tes PCR bersama. CCTV juga merekam momen terakhri saat keduanya keluar dari kediaman Ferdy Sambo.
Pada jam 17:05:32 detik, Putri Chandrawathi dengan pakaian yang sama terlihat berjalan keluar rumah menuju mobil APV hitam.
Pada jam 17:10:03 detik, tampak Ferdy Sambo keluar dari rumah menuju mobil SUV hitam dan beberapa saat kemudian meninggalkan tempat itu.
Mobil yang ditumpangi Ferdy Sambo selanjutnya dikawal motor Patwal melewati Jalan Duren III barat menuju rumah dinas yang merupakan tempat kejadian perkara kasus Brigadir J tewas.
Di antara waktu inilah, jal 17:06 menit hingga pukul 17:23 menit, Brigadir J diduga diduga dieksekusi Bharada E atas perintah atasannya, Irjen Ferdy Sambo.
Pada pukul 17.23:18 detik, Putri Candrawati terlihat kembali ke rumah pribadinya di Jalan Saguling III.
Saat itu, istri Ferdy Sambo ini telah menggunakan busana yang berbeda dari sebelumnya. Ia menggunakan zet baju piyama dengan celana pendek berwarna hijau.
Mulai saat itu, CCTV yang ada di rumah pribadi Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi, tidak merekam lagi kehadiran sosok Brigadir J alias Nofryansah Yosua Hutabarat.
Baca juga: Motif Pembunuhan Brigadir J, Mahfud MD : Sensitif, Hanya Boleh Didengar Orang Dewasa
Jam 18:33:36 detik WIB CCTV merekam mobil dinas Satreskrim Jakarta Selatan melintas di Jalan Duren III Utara I dengan arah menuju TKP.
Ada pula mobil Pajero Provos diikuti ambulance, mobil avansa hitam dan mobil grand vitara provos melintas di Jalan Duren III utara mengarah ke luar dari kompleks Polri.
Iring-iringan kendaraan dari TKP menuju rumah sakit Polri, terekam kamera CCTV pada tujuh titik.
Tiga di antaranya, yakni dari CCTV yang terpasang di tempat penitipan motor di samping PGJ di Jalan Dewi Sartika dan JPO Halte Busway Keramat Jati.
Pukul 20:16:45 detik WIB, kamera CCTV kembali merekam iring-iringan mobil pajero provos, ambulance, mobil avansa hitam serta mobil grand vitara provos mulai memasuki area RS Polri.
Salah satu mobil yang diduga memuat jasad Brigadir Nofryansah Yosua Hutabarat, mulai masuk ke area parkir RS Polri Keramat Jati.
Saat masih hidup, Brigadir J hanya terekam saat berada di rumah pribadi Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi di Jalan Saguling III.
Tak ada rekaman CCTV yang memperlihatkan aktivitas Brigadir J, Irjen Ferdy Sambo maupun Putri Candrawathi di rumah dinas Kadiv Propam pada Jumat 8 Juli 2022, tempat Brigadir J dinyatakan tewas.
Baca juga: FAKTA TERBARU, Bharada E Bukan Pelaku Utama Kasus Kematian Brigadir J, Begini Kata Mahfud MD
Sementara sebuah rekaman suara yang kini beredar di dunia maya, terdengar suara mirip Brigadir J yang menangis sekuat-kuatnya.
Sempat terdengar pula suara teriakan Brigarir J yang sepertinya tak tanah menahan sakit. Brigadir J sedang merintih kesakitan.
Terdengar suara berisik orang-orang yang diduga sedang melakukan penganiayaan. (frans krowin/*)
Berita Lain Terkait Brigadir J
Ikuti Berita Pos-Kupang.com di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Pra-rekonstruksi-kasus-tewasnya-Brigadir-J.jpg)