Jumat, 1 Mei 2026

Timor Leste

Ramos Horta Dorong Kerja Sama Pencegahan Terorisme dengan Indonesia

Kunjungan Presiden Timor Leste Jose Ramos Horta sejak Selasa 19 Juli 2022, membahas berbagai hal, termasuk pencegahan terorisme.

Tayang:
Editor: Agustinus Sape
YOUTUBE/NANANG ESHA
KULIAH UMUM - Presiden Timor Leste saat memberikan kuliah umum di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Rabu 20 Juli 2022. Dia memuji Indonesia sebagai negara paling toleran meskipun memiliki penduduk beragam. 

Selain bertemu Kepala BNPT Boy Rafly Amar, Ramos Horta juga memberikan kuliah umum di Universitas Indonesia dan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Rabu 20 Juli 2022.

Di UIN Syarif Hidayatullah, Ramos Horta kembali menegaskan pentingnya upaya penanggulangan dan pencegahan terorisme.

Dia mengatakan, tidak ada agama yang mengajarkan dan mendukung terorisme. Justru sebaliknya agama mendorong nilai-nilai perdamaian.  

Menurutnya, negara Eropa dan AS masih banyak konflik antar etnis dan umat beragama.

"Saya mau katakan Indonesia adalah negara dengan mayoritas muslim paling toleran di dunia," kata Jose Ramos Horta kepada Pemimpin Redaksi Kompas TV Rosiana Silalahi di Jakarta, dikutip dari Program Rosi, Jumat 22 Juli 2022.

Ramos Horta menilai, Indonesia adalah negara dengan mayoritas penduduk beragama muslim terbesar di dunia.

Meski mayoritas, Indonesia tetap merangkul agama lain yang tersebar di berbagai kepulauan.

Dia beranggapan, Indonesia adalah negara yang paling sedikit memiliki ketegangan etnis dan agama bila dibandingkan dengan negara lain.

"Saya katakan, bukan hanya paling toleran di antara sesama negara muslim, bahkan jika dibandingkan dengan negara-negara Eropa dan AS, sehingga Indonesia adalah salah satu contoh yang baik untuk toleransi dalam keberagama," ucap dia, sebagaimana diberitakan Kompas.com.

Ramos Horta menilai, Indonesia menjadi salah satu negara yang sukses dalam pembangunan bangsa.

Dia bahkan menggunakan istilah antara siang dan malam jika dibandingkan dengan kondisi Indonesia pada tahun 1974.

Di sisi bahasa persatuan misalnya, Indonesia berhasil menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa utama.

Padahal, negara ini memiliki sekitar 500 bahasa daerah. Namun di mana pun, bahasa Indonesia tetap dipakai sebagai bahasa resmi dan bahasa persatuan.

"Anda memiliki 500 bahasa daerah dan kalian berhasil menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa utama oleh berbagai grup etnis. Jadi ini adalah kesuksesan persatuan nasional," ungkap dia.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan, Indonesia juga menjadi negara dengan pelajar luar negeri yang kembali paling banyak ke dalam negeri.

Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved