Breaking News
Sabtu, 11 April 2026

Timor Leste

Ramos Horta Dorong Kerja Sama Pencegahan Terorisme dengan Indonesia

Kunjungan Presiden Timor Leste Jose Ramos Horta sejak Selasa 19 Juli 2022, membahas berbagai hal, termasuk pencegahan terorisme.

Editor: Agustinus Sape
YOUTUBE/NANANG ESHA
KULIAH UMUM - Presiden Timor Leste saat memberikan kuliah umum di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Rabu 20 Juli 2022. Dia memuji Indonesia sebagai negara paling toleran meskipun memiliki penduduk beragam. 

POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Kunjungan Presiden Timor Leste Jose Ramos Horta ke Indonesia sejak Selasa 19 Juli 2022, membahas berbagai hal, termasuk pencegahan terorisme.

Dia memuji keberhasilan Indonesia dalam menangani kasus terorisme, dalam hal ini Badan Nasional Penanggulangan Terorisme ( BNPT).

Hal itu disampaikan Ramos Horta ketika bertemu dengan Kepala BNPT Komisaris Boy Rafli Amar, sebagaimana disampaikan melalui keterangan tertulis BNPT, Kamis 21 Juli 2022, yang diberitakan laman bahasa Inggris antaranews.com.

Bahkan, katanya, tidak hanya Timor Leste yang memuji Indonesia, melainkan juga negara-negara barat.

Dia pun menilai Indonesia sebagai negara yang paling toleran dan damai, yang patut diapresiasi mengingat penduduk Indonesia berjumlah 273 jiwa. 

Dia mengatakan, negara-negara Barat memandang BNPT aktif dalam upaya pencegahan terorisme.

"Indonesia adalah negara Muslim yang damai," katanya.

BNPT menjalin kerja sama yang erat dengan negara mitra, pemerintah, dan masyarakat untuk mencegah radikalisme dan terorisme, kata Boy Rafli Amar, melalui keterangan tertulis, Kamis.

Rafly Amar mengatakan, penyalahgunaan agama oleh teroris masih menjadi tren. Untuk itu, kerja sama dengan ormas-ormas keagamaan diperlukan untuk menyelaraskan persepsi, mengingat terorisme bukan bagian dari ajaran agama, katanya.

Propaganda dengan cepat menyebar melalui dunia digital.

Menyikapi hal tersebut, edukasi tentang ajaran agama yang mengedepankan toleransi dan cara berinteraksi yang baik di media sosial menjadi strategi yang efektif untuk diterapkan, jelas Amar.

Badan tersebut saat ini berfokus pada pencegahan yang melibatkan upaya untuk mengembangkan semangat toleransi, termasuk membangun pemahaman di antara masyarakat bahwa terorisme tidak ada hubungannya dengan agama.

Baca juga: Ramos Horta Akui Kemajuan Jakarta, Sering ke Ibu Kota Negera Indonesia Sejak Tahun 1974

Selain Timor Leste, Indonesia menjalin kerja sama dengan Belgia untuk memperkuat upaya pencegahan terorisme.

BNPT menandatangani nota kesepahaman dengan Unit Koordinasi Belgia untuk Analisis Ancaman (CUTA) di Brussels, Belgia.

BNPT Indonesia dan CUTA Belgia bekerja sama dalam mitigasi terorisme melalui pertukaran informasi, analisis strategi, serta praktik terbaik yang diikuti oleh kedua negara.

Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved