KKB Papua
BIADAB! Sosok Ini Yang Mengotaki Pembantaian 11 Warga Sipil di Nduga Papua: 'Dia Pecatan TNI'
Setelah melakukan identifikasi secara cermat, Polda Papua akhirnya menemukan, bahwa yang mengotaki pembantaian di Papua adalah sahabat Egianus Kogeya.
Korban yang selamat pun sudah bisa memberi keterangan kepada polisi untuk mengungkap pelaku pembantaian.
Baca juga: KKB Papua Sebut Intan Jaya, Puncak Papua dan Nduga Medan Perang, Pendatang Segera Angkat Kaki
Faizal menyampaikan, saat hendak mengevakuasi jenazah terakhir di Kampung Nogolait, aparat keamanan selalu diganggu dan terlibat kontak senjata dengan KKB selama tiga hari.
"Kita diganggu terus, mereka berdua (Egianus dan Yotam) memang terlihat," kata dia.
Yotam merupakan pecatan TNI yang kabur dari kesatuannya pada akhir tahun lalu, tepatnya 21 Desember 2021. Saat kabur, ia berpangkat Prada dan membawa satu pucuk senjata api SS-2 V1.
Seperti diberitakan sebelumnya, KKB melakukan pembantaian terhadap warga sipil di Kampung Nogolait, Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua, Sabtu 15 Juli 2022.
Akibatnya, 11 warga tewas dan dua lainnya menderita luka-luka. Pada korban yang meninggal antara lain:
1. Yulius Watu (asal NTT),
2. Hubertus Goti (asal NTT),
3. Yohanes Rangka (asal NTT)
4. Daeng Marannu,
5. Taufan Amir,
6. Alex,
7. Yuda Nurusingga,
8. Nasjen,
9. Mahmut Ismain,
10. Eliaser Baner dan
11. Roy Manampiring.
Sementara dua korban yang mengalami luka-luka, masing-masing Sudirman dan Hasdin.
Baca juga: Forkom LKN Gelar Doa Bersama Kenang Korban Kekejaman KKB Papua, TNI Polri Diminta Segera Bertindak
Seluruh korban, selain Eliaser Baner, dievakuasi ke Timika, Kabupaten Mimika, pada Sabtu 16 Juli 2022 sore.
Korban terakhir, Roy Manampiring baru diketahui keberadaannya dari laporan masyarakat pada Senin 17 Juli 2022.
Pada Rabu 19 Juli 2022 dini hari, jenazahnya dapat dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas Kenyam.
Korban bernama Roy Manampiring (42) yang bekerja sebagai operator senso.
"Satgas Damai Cartenz dan TNI yang dipimpin oleh Kapolres Nduga AKBP Rio Alexander Paranewen berhasil mengevakuasi satu orang korban penembakan KKB di Nduga, tepatnya di tanjakan Adu Mama 2, Rabu pukul 02.00 WIT," ujar Direskrimum Polda Papua Kombes Faizal Ramadhani saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu.
Menurut Faizal, jenazah korban baru bisa dievakuasi pada Rabu dini hari karena personel Damai Cartenz dan TNI selalu terlibat kontak senjata dengan KKB di sekitar lokasi kejadian.
"Jadi tiga hari ini kita kontak senjata terus," kata dia.
