Berita Nasional
Hendak Ditangkap KPK, Bupati Mamberamo Tengah Lari ke Papua Nugini, Triknya Bikin Petugas Terkecoh
Penanganan kasus korupsi oleh KPK hingga kini belum menemui kata akhir. Kasus terbaru menimpa Bupati Mamberamo Tengah, Papua, Ricky Ham Pagawak.
Ia berharap Ricky bisa secepatnya ditangkap. Hal ini demi memberikan kepastian hukum bagi Ricky.
Baca juga: Bupati Bogor Ade Yasin Kena OTT dari KPK, Sama dengan Nasib Sang Kakak Tahun 2014
"KPK mempersilakan tersangka untuk menyampaikan hak hukumnya di depan tim penyidik sehingga penanganan perkara ini dapat bisa segera diselesaikan," kata Ali.
KPK juga tak akan segan-segan menjerat pihak-pihak yang disinyalir membantu Ricky Ham Pagawak bersembunyi.
"Kami juga mengingatkan siapa pun dilarang undang-undang menghalangi proses penyidikan yang sedang kami lakukan ini karena itu diancam pidana sebagaimana Pasal 21 UU Tindak pidana Korupsi," ditegaskan Ali.
Dilansir TribunPapua.com, Direktur Reserse Kriminal Umum ( Dir Reskrimum ) Polda Papua, Kombes Faizal Ramadhani, membenarkan soal kaburnya Ricky Ham Pagawak.
Diketahui, Ricky Ham Pagawak sebelumnya telah dijemput petugas dari kediamannya yang berada di Bokondini, Kabupaten Tolikara ke Kota Jayapura, Papua.
Namun, faktanya justeru lain. Ricky Ham Pagawak punya trik jitu untuk mengecohkan petugas KPK.
Secara diam-diam, Rciky Ham Pagawak kabur dari lingkaran petugas pengamanan, dengan alasan pamit pulang ke rumahnya di Kotaraja, Abepura, Kota Jayapura.
“Memang, terakhir, kami dapatkan informasi, dia diantar ke pasar di dekat Skouw. Itu kira-kira Kamis 14 Juli 2022 pagi,” kata Kombes Pol Faizal Ramadhani, Jumat 15 Juli 2022 malam, dinukil dari TribunPapua.com.
Ternyata Ricky Ham Pagawak bukan pulang ke rumahnya. Secara diam-diam ia memilih melarikan diri. Hanya dengan alasan pulang ke rumah, sang bupati itu lari dan bersembunyi.
Faizal Ramadhani juga menjelaskan, para petugas telah menyebarkan jaringan untuk menelusuri keberadaan orang nomor satu di Kabupaten Mamberamo tersebut.
Baca juga: Ahok Diminta Turun Tangan, MAKI Bersurat ke Komut Agar Nicke Penuhi Panggilan Dewas KPK
"Memang kami masih upayakan, kami juga sebarkan jaringan, termasuk juga kontak-kontak kita yang ada di sebelah (Papua Nugini) untuk membuktikan apakah benar dia sudah ke sana,” ujarnya.
Pada prinsipnya, Faizal Ramadhani membeberkan, Polda Papua akan tetap membantu KPK untuk mencari Ricky.
“Dalam hal ini, kami membantu pencariannya. Jadi kami yang mendampingi penyidik KPK,” tandasnya. (*)