Berita Maumere Hari Ini

Petronela Sue Nafkahi Keluarga Hasil Memulung Sampah Keliling Kota Maumere di Kabupaten Sikka

Petronela Sue Nafkahi Keluarga Hasil Memulung Sampah Keliling Kota Maumere, Keluragab Kota Baru, Kecamatan Alok, di Kabupaten Sikka

Editor: Ferry Ndoen
POS-KUPANG.COM/ HILARIUS NINU
PEMULUNG - Petronela Sue, seorang pemulung yang setiap hari keliling Kota Maumere, Kabupaten Sikka, Rabu 13 Juli 2022. 

Petronela Sue Nafkahi Keluarga Hasil Memulung Sampah Keliling Kota Maumere, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Alok, di Kabupaten Sikka

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Nofri Fuka

POS-KUPANG.COM, MAUMERE - Langkah kaki Petronela Sue tampak tertatih sambil menarik gerobak berisi tumpukan sampah plastik di Kota Maumere, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Alok, Ibu Kota Kabupaten Sikka, Rabu 13 Juli 2022.

Dibalik lembaran-lembaran kardus bekas dan botol plastik dalam dua tas kresek hitam, tersimpan secercah harapan untuk anggota keluarga Petronela Sue di rumah.

Petronela Sue adalah seorang pemulung yang tinggal di Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka.

Sebelum pukul 08.00 Wita, Petronela sudah beranjak dari rumahnya demi mencari sesuap nasi dengan memungut sampah plastik keliling Kota Maumere.

Baca juga: Ini Pesan Gubernur Viktor Laiskodat Kepada Sekda NTT Domu Warandoy : Konsolidasi dan Inovasi

"Pagi saya sudah berangkat sampai siang. Biasanya saya ke Kompleks Pertokoan karena disana banyak kardus bekas dan botol plastik," ujar wanita bermasker dan bertopi hitam itu.

Petronela Sue enggan pulang ke rumah jika gerobaknya belum terisi tumpukan sampah. Baginya, selembar kardus bekas adalah sejuta rejeki.

Melakoni pekerjaan sebagai pemulung sudah berjalan selama 14 tahun. Suaminya yang sakit memaksanya bertaruh nasib seorang diri demi menafkahi empat orang anaknya.

"Dulu suami yang kerja. Sekarang dia sakit jadi saya yang ganti. Anak empat orang, yang sulung sekarang di jenjang SMP," ungkap Petronela Sue

Selama sebulan Petronela Sue mampu menjual sampah plastik sebanyak dua kali ke para pengepul. Harga sampah yang pasang surut membuat pendapatannya sering tak menentu.

Hasil yang diperoleh cukup jauh dari standar Upah Minimum Provinsi (UMP). Dalam sebulan, Petronela mendapat omset kurang lebih Rp 1.300.000 sampai Rp 1.600.000.

"Kalau harga naik, sekali timbang dapat 900 ribu sampai 1 juta. Kalau turun palingan 600 ribu saja," paparnya.

Saat harga timbangan anjlok, ibu empat anak itu hanya bisa pasrah dan berdamai dengan kenyataan.

Menurut dia, rejeki manusia sudah digariskan oleh yang maha kuasa kendati tuntutan hidup teramat berat dan sulit. (Cr1) 

PEMULUNG - Petronela Sau, seorang pemulung yang setiap hari keliling Kota Maumere, Kabupaten Sikka, Rabu 13 Juli 2022.
PEMULUNG - Petronela Sue, seorang pemulung yang setiap hari keliling Kota Maumere, Kabupaten Sikka, Rabu 13 Juli 2022. (POS-KUPANG.COM/ HILARIUS NINU)
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved