Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Kamis 7 Juli 2022, Pengutusan Dua Belas Murid
Renungan Harian Katolik berikut disiapkan oleh RP. John Lewar SVD dengan judul Pengutusan Dua Belas Murid.
POS-KUPANG.COM - Renungan Harian Katolik berikut disiapkan oleh RP. John Lewar SVD dengan judul Pengutusan Dua Belas Murid.
RP. John Lewar menyusun Renungan Harian Katolik ini dengan merujuk pada bacaan Injil Matius 10:7-15, Kamis 7 Juli 2022.
Melalui Renungan Harian Katolik ini, RP. John Lewar mengajak Umat Katolik untuk turut mewartakan Kerajaan Allah dan mempertobatkan orang lain, yang dimulai dengan diri sendiri.
Di bagian akhir Renungan Harian Katolik ini tersedia teks bacaan hari Kamis 7 Juli 2022 beserta mazmur tanggapan dan bait pengantar Injil.
Saudari-saudaraku yang terkasih dalam Kristus.
Setelah ditolak di Nazaret, Yesus mengalihkan perhatian-Nya ke daerah pedesaan di Galilea. Ia berkeliling dari satu desa ke desa lain dan mengajar di situ.
Mungkin karena inilah Ia lalu merasakan perlunya keberadaan orang-orang yang dapat mendukung karya-Nya.
Yesus pun memutuskan untuk melibatkan murid-murid-Nya secara aktif, agar warta Kerajaan Allah menjangkau daerah yang lebih luas.
Para murid diutus-Nya pergi ke berbagai tempat berdua-dua.
Tampaknya ini menggambarkan kebiasaan jemaat Kristen perdana yang biasa pergi merasul berdua-dua dalam rangka mewartakan agama Kristen.
Dengan berdua, mereka bisa saling mendukung, apalagi menurut pandangan orang Yahudi, suatu kesaksian baru dianggap sah kalau dinyatakan oleh setidaknya dua orang.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Rabu 6 Juli 2022, Providentia Dei dalam Setiap Langkah Hidupku
Sebelum pergi, para murid diberi kuasa atas roh-roh jahat. Sebagaimana Yesus berkuasa mengusir roh jahat dari dalam diri manusia, dengan pemberian kuasa itu para murid dimampukan untuk melakukan hal yang sama.
Bagian akhir perikop ini menggambarkan pelaksanaan tugas pengutusan tersebut oleh para murid.
Rupanya ada tiga hal yang mereka kerjakan: (1) pewartaan Injil/Kerajaan Allah yang diharapkan membawa orang pada pertobatan; (2) pengusiran setan-setan; dan (3) penyembuhan orang sakit dengan pengolesan minyak.
Pengusiran setan dan penyembuhan orang sakit menjadi tanda bahwa Kerajaan Allah sudah datang ke dunia.
Yang kiranya perlu mendapat perhatian lebih adalah bagian tengah perikop ini, yang berisi sejumlah petunjuk bagi para utusan.
Dalam perjalanan ke daerah misi, banyak hal dilarang untuk dibawa, hanya sedikit yang diperbolehkan.
Petunjuk ini pada dasarnya menuntut para utusan untuk fokus pada tugasnya.
Hal-hal lain tak perlu dicemaskan karena Tuhan yang mengutus mereka, Dialah yang akan menyediakannya.
Karena itu, bawalah barang yang perlu saja. Jangan seperti orang pindahan!
Langkah yang diambil Yesus sungguh tepat. Setelah sekian lama menyertai Dia, sudah saatnya para murid mandiri dan diutus untuk melaksanakan tugas yang sesungguhnya, yakni mewartakan Injil, mengabarkan kepada masyarakat di berbagai tempat bahwa Kerajaan Allah sudah dekat.
Dengan keterlibatan mereka, kabar baik itu semakin cepat tersebar ke mana-mana.
Dalam menjalankan tugas, para murid dilarang membawa ini dan itu. Mereka mesti tampil sederhana dan fokus pada tugas mereka.
Masyarakat mesti disapa sedemikian rupa sehingga mereka mau mengubah haluan hidup mereka, mau bertobat agar layak menyambut hadirnya Kerajaan Allah.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Kamis 7 Juli 2022, Pergi dan Diutus
Saudari-saudaraku yang terkasih dalam Kristus.
Kita, murid-murid Yesus masa kini, mungkin tidak punya kemampuan menyembuhkan orang sakit, juga mengusir roh-roh jahat.
Namun, kita tetap tidak bisa mengelak dari tugas perutusan untuk mewartakan Injil dan mengantar orang-orang pada pertobatan.
Tentunya masih banyak hal lain yang bisa kita lakukan sesuai dengan situasi kita masing-masing.
Murid-murid Yesus juga jangan sampai lupa, kita diutus untuk mempertobatkan orang lain, baiklah itu dimulai dengan diri sendiri.
Aneh jika kita yang mau mempertobatkan malah dosanya lebih banyak dari mereka yang dipertobatkan.
Lebih aneh lagi kalau mereka mau bertobat, tapi kita sendiri malah enggan untuk itu.
Kita memang murid-murid Yesus, tapi kita tak lepas dari dosa dan kekurangan.
Mari kita mengakui hal itu, dan dengan rendah hati memohon pengampunan Tuhan.
Semoga Dia yang mengutus kita, menguatkan dan mendampingi kita dalam menjalankan tugas perutusan yang kita emban.
Kontemplasi
Ambillah waktu untuk hening sejenak. Rasakan suasana di sekitar Anda saat ini.
Dengarkan kembali seruan Tuhan bagi para muridNya, ”Pergilah dan wartakanlah kerajaan Allah sudah dekat.”
Seruan ini berlaku juga untuk Anda.
Bangunlah niat untuk meneruskan warta Tuhan itu kepada keluarga, komunitas dan masyarakat sekitar.
Doa
Tuhan Yesus, Engkau mengikutsertakan aku untuk mewartakan Kerajaan Allah di dunia.
Utuslah Roh Kudus untuk menerangi jalan hidupku agar tugas perutusan yang dipercayakan kepadaku dapat terlaksana dengan baik dan
membawa banyak orang untuk datang kepadaMu. Amin.
Sahabatku yang terkasih. Selamat Hari Kamis. Salam sehat selalu. Salam doa dan berkatku untukmu dan keluarga di mana saja berada: Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin. *
Teks Lengkap Bacaan Renungan Harian Katolik Kamis 7 Juli 2022:
Bacaan Pertama: Hosea 11:1b,3-4,8c-9
Kasih Tuhan mengalahkan kedegilan orang Israel
Pembacaan dari Kitab Hosea:
Beginilah sabda Tuhan, “Ketika Israel masih muda, Kukasihi dia, dan dari Mesir anak-Ku itu Kupanggil.
Akulah yang mengajar Efraim berjalan dan mengangkatnya di tangan-Ku, tetapi mereka tidak mau insaf, bahwa Akulah yang menyembuhkan mereka.
Aku telah menarik mereka dengan tali kesetiaan, dengan ikatan kasih. Bagi mereka Aku seperti orang yang mengambil kekang dari rahang mereka, yang membungkuk di hadapan mereka untuk memberi makan.
Hatiku berbalik dari segala murka. Belas kasihan-Ku bangkit serentak. Aku tidak akan melaksanakan murka-Ku yang bernyala-nyala, tidak akan membinasakan Efraim lagi.
Sebab Aku ini Allah, dan bukan manusia, Aku ini Yang Kudus di tengah-tengahmu, dan Aku tidak datang untuk menghanguskan.”
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Syukur Kepada Allah.
Mazmur Tanggapan: Mzm. 80:2ac,3b,15-16
Refr. Tuhan, Engkaulah penyelamatku.
1. Hai gembala Israel, pasanglah telinga-Mu, Engkau yang duduk di atas para kerub, tampillah bersinar. Bangkitkanlah keperkasaan-Mu dan datanglah menyelamatkan kami.
2. Ya Allah semesta alam, kembalilah, pandanglah dari langit, dan lihatlah! Tengoklah pohon anggur ini, lindungilah batang yang ditanam oleh tangan kanan-Mu!
Bait Pengantar Injil: Mrk 1:15
Refr. Alleluya, alleluya, alleluya.
Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil.
Bacaan Injil: Matius 10:7-15
Yesus mengutus kedua belas rasul
Inilah Injil suci menurut Matius:
Pada waktu itu Yesus bersabda kepada keduabelas murid-Nya, “Pergilah dan wartakanlah: Kerajaan Surga sudah dekat. Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan.
Kalian telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berilah pula dengan cuma-cuma. Janganlah kalian membawa emas atau perak atau tembaga dalam ikat pinggangmu.
Janganlah kalian membawa bekal dalam perjalanan, janganlah kalian membawa baju dua helai, kasut atau tongkat, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya.
Apabila kalian masuk rumah orang, berilah salam kepada mereka. Jika mereka layak menerimanya, salammu itu turun kepadanya, jika tidak, salammu itu kembali kepadamu.
Dan apabila seorang tidak menerima kalian dan tidak mendengarkan perkataanmu, keluarlah dan tinggalkanlah rumah atau kota itu, dan kebaskanlah debunya dari kakimu.
Aku berkata kepadamu: Sungguh, pada hari penghakiman tanah Sodom dan Gomora akan lebih ringan tanggungannya daripada kota itu.”
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.
Renungan Harian Katolik lainnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Yesus-mengutus-murid-murid-berdua-dua_01.jpg)