Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Jumat 8 Juli 2022, Tantangan Pelayanan
Renungan Harian Katolik berikut disiapkan oleh RD. Hironimus Nitsae dengan judul Tantangan Pelayanan dengan merujuk bacaan Injil Matius 10:16-23.
POS-KUPANG.COM - Renungan Harian Katolik berikut disiapkan oleh RD. Hironimus Nitsae dengan judul Tantangan Pelayanan .
RD. Hironimus Nitsae menulis Renungan Harian Katolik ini dengan merujuk bacaan Injil Matius 10:16-23.
Di bagian akhir Renungan Harian Katolik ini tersedia pula teks lengkap bacaan-bacaan Jumat 8 Juli 2022 beserta mazmur tanggapan dan bait pengantar Injil.
"Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala." Menjadi sebuah 'awasan' bahwa sejatinya dalam tiap pelayanan tiap kita akan berhadapan dengan berbagai macam problem.
Salah satu problem yang diketengahkan kepada kita dengan versi bahasa injil hari ini adalah tentang kita akan diserahkan kepada majelis agama dan akan disesah di rumah ibadat.
Salah satu problem yang selalu ditemui dalam tiap karya pelayanan kita adalah tentang penerimaan dan atau penolakan dari mereka yang melihat atau mendengar pewartaan kita.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Selasa 5 Juli 2022, Vultus et Motus: Melihat dan Tergerak Hati
Kecenderungan menolak pewartaan kita juga adalah sebuah tantangan yang tetap harus dapat kita terima.
Problem lanjutannya adalah apakah kita pada akhirnya tetap mengimani Tuhan atau malah sebaliknya lantaran ditolak dalam pelayanan lantas kita tidak lagi menerima dan mencintai Tuhan?
Tuhan dalam situasi apa pun tetap mencintai dan setia pada kita. Karena itu, semoga kita bisa tetap mewartakan Tuhan dalam kondisi apa pun yang kita alami.
Teks Lengkap Bacaan Renungan Harian Katolik Jumat 8 Juli 2022
Bacaan Pertama: Hosea 14:2-10
Tentang pertobatan dan janji
Pembacaan dari Kitab Hosea:
“Bertobatlah, hai Israel, kepada Tuhan, Allahmu, sebab engkau telah tergelincir karena kesalahanmu. Bawalah sertamu kata-kata penyesalan, dan bertobatlah kepada Tuhan! Katakanlah kepada-Nya, “Ampunilah segala kesalahan, sehingga kami mendapat yang baik, maka kami akan mempersembahkan pengakuan kami.
Asyur tidak dapat menyelamatkan kami; kami tidak mau menunggang kuda, dan kami tidak akan berkata lagi: Ya, Allah kami! kepada buatan tangan kami. Karena Engkau menyayangi anak yatim.”
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Hironimus-Nitsae_005.jpg)