Berita Sumba Timur Hari Ini

Giat Save The Children, Anak-Anak Sumba Tertantang Menciptakan Ide-Ide Baru dalam Kompetisi

solusi atas masalah-masalah sosial dan lingkungan memupuk solidaritas lintas-budaya, lintas-etnis, dan kolaborasi di antara anak-anak  berasal

Penulis: Petrus Piter | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/PETUR PITER
FOTO BERSAMA - Foto bersama peserta kegiatan Solve-A-Thon 2. Peserta hadir dalam program sumba future changemakers, save the children indonesia di aula GKS Alfa Omega dan aula SMU Karanu Waikabubak, Sumba Barat tanggal 26-30 Juni 2022. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter

POS-KUPANG.COM, WAIKABUBAK - Mengikuti kegiatan Save the Children Indonesia melalui program Sumba Future Changemakers atau SFC  yang merupakan bagian dari program pengembangan remaja menyelenggarakan Solve-A-Thon 2

Kegiatan kompetisi inovasi berjangka pendek bagi anak muda berusia 13 - 17 tahun  secara daring dan luring  di aula Gereja Kristen Sumba atau GKS Alfa Omega dan aula SMU Karanu Waikabubak, Sumba Barat tanggal 26-30 Juni 2022.

Mengikuti kegiatan ini,  anak-anak mengaku merasa tertantang menciptakan ide-ide baru, mencari solusi memecahkan masalah sosial dan lingkungan sekaligus membangun kepercayaan diri anak-anak Sumba dapat berkompetisi dengan anak-anak lainnya di indonesia.

Menurut David Wala selaku Sumba Field Manager Save The Children Indonesia di Waikabubak, 30 Juni 2022 bahwa program tersebut bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan dan pelayanan kesehatan anak-anak di kabupaten Sumba Barat dan Sumba Tengah.

Baca juga: Konsultasi Nasional Perempuan GMKI, Ketua GKS :Diam Terhadap Kekerasan Menutup Rahmat Allah 

Menurutnya, save the Children Indonesia melalui program Sumba Future Changemakers (SFC) yang merupakan bagian dari program pengembangan remaja menyelenggarakan Solve-A-Thon 2, kompetisi inovasi berjangka pendek bagi anak muda berusia 13 - 17 tahun di Kabupaten Sumba Barat.

Kegiatan tersebut bertujuan  memfasilitasi pembelajaran aktif bagi  45 anak Sumba Barat berusia 13-17 tahun dengan menggunakan pendekatan design thinking di mana anak-anak dilatih untuk menjadi kritis dan kreatif, sebagai agen perubahan sosial yang mampu mengajukan masalah, melahirkan ide pemecahan masalah, dan mengimplementasikan ide perubahan sosial mereka.

Selanjutnya menyediakan ruang aman yang bermakna bagi anak-anak Sumba Barat untuk mengungkapkan diri dan terlibat dalam mencari solusi atas masalah-masalah sosial dan lingkungan memupuk solidaritas lintas-budaya, lintas-etnis, dan kolaborasi di antara anak-anak  berasal dari latar belakang yang berbeda-beda.

Dan hasil yang diharapkan adalah ke-45 anak  terlibat melakukan praktek pemecahan masalah lingkungan yang mereka identifikasi dalam bentuk prototipe atau contoh sederhana. Pada kegiatan ini,  Save The Children berkolaborasi dengan komunitas lokal seperti Gerakan Peduli Sumba Barat, English Goes to Kampung, dan Sumba Cendekia.

Baca juga: Konas Perempuan GMKI 2021, Ketua GKS : Diam Terhadap Kekerasan Menutup Rahmat Allah

Dalam kegiatan hari pertama yang dilakukan secara daring pada hari Sabtu, 26 Juni 2022, 45 peserta yang dibagi ke dalam 16 kelompok terlibat dalam kegiatan. Agenda utama perkenalann dan konsep Empati yang merupakan tahapan pertama dari proses design thinking.

Tahapan empati ini adalah fase dimana peserta diajak untuk memahami masalah lingkungan yang hendak mereka pecahkan dari perspektif pemilik masalah atau pihak yang paling terdampak dari masalah tersebut. Setelah diperkenalkan dengan konsep Empati, peserta diberi tugas rumah untuk melakukan observasi (lihat-lihat), wawancara (tanya-tanya), dan riset meja (baca-baca) untuk mencoba memahami penyebab dan akar masalah lingkungan yang hendak mereka carikan solusinya.

Selanjutnya pada hari kedua, kegiatan secara luring dimana peserta diajak  membagikan pengalaman dalam melakukan tugas rumah  pada hari sebelumnya, mendiskusikan penyebab masalah yang diangkat dan memilih salah satu penyebab masalah untuk dicarikan solusinya.

Proses pencarian solusi ini, peserta menggagas ide sebanyak-banyaknya sebagai solusi potensial untuk akar masalah yang hendak dipecahkan.

Baca juga: Garda Terdepan Penanganan Covid-19, TNI-Polri Gelar Vaksinasi Massal di GKS Waikabubak

Dalam kegiatan hari ke-3 adalah menyaring dan memilih ide yang akan dibuat prototipe-nya. Seterusnya  mengembangkan prototipe atau contoh sederhana dari solusi yang mereka pilih.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved