Berita Malaka Hari Ini

Bupati Simon Nahak Tanam Anakan Bambu di Sumber Mata Air Non Au Malaka

penanaman ini sebagai wujud cinta kita kepada alam yang telah memberikan kandungannya kepada manusia.

Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/HO-HERY KLAU
Bupati Malaka Simon Nahak tanam anakan bambu di sumber mata air Non Au, Desa Alkani, Sabtu 11 Juni 2022 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Nofry Laka

POS-KUPANG.COM, BETUN - Kecamatan Wewiku, Kabupaten Malaka memiliki salah satu sumber mata air yang mampu menjamin kelangsungan hidup masyarakat untuk bertani dan beternak. Sumber mata air yang diberi nama Non Au itu berada di Desa Alkani, tepat di belakang Kantor Kecamatan.

Upaya menjaga keasrian sumber mata air itu perlu dilakukan reboisasi, sehingga debit sumber mata air selalu terjaga.

Dalam kunjungan kerjanya ke Kecamatan Wewiku, pada Sabtu 11 Juni 2022, Bupati Malaka Dr. Simon Nahak, SH, MH bersama Camat Wewiku Yohanes Klau Seran, para Kepala Desa dan Tokoh Adat setempat melakukan penanaman anakan bambu untuk menjaga kelestarian sumber mata air Non Au.

Baca juga: Ketua Umum Asprov PSSI NTT, Christian Mboeik: Sepak Bola Maju Apabila Adanya Kerjasama

Kepada media, Bupati Simon Nahak mengatakan penanaman ini sebagai wujud cinta kita kepada alam yang telah memberikan kandungannya kepada manusia.

"Kita bersyukur karena alam menyediakan nilai-nilai besar yang dapat dinikmati manusia. Air sebagai kebutuhan vital bagi manusia, pasti selalu dibutuhkan dan harus senantiasa dijaga," ungkapnya.

Bupati Malaka juga menyebutkan, dengan menanam anakan di sekitar sumber mata air kita mewariskan kebaikan kepada anak cucu dan generasi mendatang.

Baca juga: Pemprov dan Kadin NTT Gelar Pasar Tani Mandiri  

"Yang kemudian kita bangga, bahwa anak cucu akan mengenang kita yang menanam anakan pohon di sekitar sumber mata air sehingga dapat dipergunakan hingga berpuluh-puluh tahun," kata Bupati Simon sembari mengharapkan setiap daerah di Malaka yang punya sumber mata air harus selalu dijaga dan dilestarikan.

Ditanya, mengapa harus anakan bambu, apakah ada nilai filosofisnya, Bupati Malaka yang mengenyam pendidikan doktor Hukum Pidana di Universitas Brawijaya Malang ini mengatakan bambu itu ketika sudah mulai tumbuh yang paling kuat adalah akarnya.

Kemudian akan berkembang lagi dengan batang-batang yang kokoh dan kuat, dengan saling berpegangan. Pada akhirnya, akan menjadi rumpun bambu yang kuat tak tergoyahkan dan akan hidup hingga ratusan tahun.

Baca juga: Konser Amal Paroki Wangatoa Lembata: Jadi Sahabat Ziarah Orang Muda Katolik

"Filosofis bambu seperti ini juga yang mesti menginspirasi dan mengilhami masyarakat Malaka agar tetap kuat dan kokoh, saling berpegangan, bekerja sama membangun Malaka yang kita cintai ini," tutup Bupati yang karib disapa SN.

Hadir mendampingi Bupati, Penjabat Sekda Malaka Silvester Leto, Staf Ahli Bupati Theresia Un Manek, Kadis PU Kabupaten Malaka Yohanes Nahak, Kadis PK Kabupaten Malaka Yohanes Klau, Kabag Umum Setda Malaka Yoga Nahak, Kabag Prokopim Setda Malaka Ahmad Nenometa dan Kasie PIKP Diskominfo Malaka Herry Klau.(*)

Berita Malaka Hari Ini

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved